Sponsored Ad

Untungnya seorang tukang bengkel di sekitar mendengar teriakan Gita dan langsung membantunya mengejar copet.

“Nih tasmu, lihat ada yang kurang nggak?”

Gita mengeceknya, dan untungnya tidak ada yang kurang. Sebagai tanda terima kasih, Gita menyodorkan 2 lembaran kertas untuk Andi, si tukang parkir, namun ditolak dengan halus.

“Nggak usah balas saya. Lain kali kalau ketemu orang yang kesulitan, cukup bantuin dia saja. Anggap saja ini cara untuk membalas saya.”

Setelah itu, Gita pun melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba dia melihat seorang pengantar makanan yang berkutat dengan sepeda motornya. Gita yang penasaran pun menghampirinya.

“Ada apa mas?”

“Ini..sepeda motor nya rusak..padahal saya lagi ngejar waktu buat nganterin makanan untuk pelanggan..”

Gita pun langsung teringat perkataan Andi tadi untuk membantu orang lain. Ia lalu menawarkan sepedanya untuk pengantar makanan.

“Kalau begitu, saya pinjami sepeda saya deh..Sepeda saya di sana lagi nggak saya pakai.”

Alhasil, pengantar makanan pun meminjam sepeda Gita dan segera melanjutkan pekerjaannya. Tak disangka, saat di lampu merah, ia melihat seorang nenek yang sedang kesulitan menyeberang.

Ia pun memarkir sepeda, dan segera berlari membantu menyeberangkan nenek. “Nek, biar saya bantuin yah..”

Setelah nenek menyeberang, tiba-tiba seorang pria menanyakan jalan. “Nek, tahu bengkel di sekitar sini nggak?”

Pria itu sepertinya pendatang baru yang datang merantau mencari kerja. Nenek pun berpikir sejenak, dan mengatakan bahwa dia tahu ada bengkel di sekitar sini.

Nenek pun mengantarkan pria itu ke bengkel di dekat sana, dan memanggil-manggil tukang bengkel yang dipegangnya..

“Andi….ndi…..”

Sponsored Ad

“Iya Nek…”

Ternyata orang yang dipanggil-panggil nenek adalah Andi yang tadi membantu mengejar copet.. Begitu melihat orang yang dibawa nenek, Andi dengan riang langsung berteriak, “Kakak sepupu!”

Mereka lalu berpelukan. Sudah lama sekali Andi tidak bertemu dengan kakak sepupunya itu. Dan kali ini, kakak sepupunya sedang mencari pekerjaan di kota, Andi pun mengenalkan kakaknya itu ke bosnya, dan bosnya pun menerimanya untuk ikut bekerja di bengkel.

Tidak ada yang bisa mengungkapkan perasaan Andi saat itu. Yah..itulah cara Gita membalas kebaikan Andi…benar-benar lain daripada yang lain yah???

Menabur kebaikan pasti akan ada saatnya menuai kebaikan, walau kita tidak tahu kapan saat menuainya. Karena apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai.

Sumber: Youtube