Perhelatan Asian Games 2018 memang sudah berakhir.

Tapi sepertinya masyarakat Indonesia tidak akan bisa lupa begitu saja.

Ajang olahraga terbesar se-Asia ini terbilang sukses karena banyak faktor pendukung di belakangnya.

Salah satunya adalah asupan makanan untuk para atlet yang bertanding.

Pasalnya, menyiapkan makanan untuk atlet bukanlah perkara mudah.

Banyak hal yang harus diperhitungkan, mulai dari nilai gizi sampai nutrisi.

Nah, tak banyak orang yang tahu kalau orang yang berada di belakang layar PT Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK) sebagai pemegang hak katering utama Asian Games 2018 adalah suami dari aktris Ayu Dewi, Regi Datau.

Si Pendiam Pakawa

Pastinya Anda tahu Ayu Dewi, pembawa acara yang khas dengan gaya kocaknya.

Lewat Instagram pribadinya, Ia sering membagikan kegiatan sehari-harinya bersama keluarga.

Salah satunya adalah bersama sang suami yang Ia panggil Pakawa.

Gaya Ayu yang heboh dan ceriwis sangat kontras dengan Regi yang pendiam dan kalem.

Untuk itu tidak jarang Ia dibuat gemas karena Regi jarang senyum dan gaya bicaranya yang terkesan ketus.

Beberapa kali pun Ia diam-diam mengunggah foto Regi karena Regi sendiri tidak memiliki akun Instagram.

Meski begitu, kemesraan antara Pakawa dan Bukawa ini berhasil mencuri perhatian warganet.

Mereka mengaku lucu dengan perbedaan sifat keduanya yang sangat bertolak belakang.

Akhir-akhir ini, Regi terlihat sibuk.

Ternyata, Ia jadi salah satu orang yang menyukseskan perhelatan Asian Games 2018.

Itu karena dirinya adalah Direktur Utama dari PT GDSK yang memegang hak katering utama.

Pekerjakan 1,000 Karyawan Baru

Dilansir Kompas.com, Regi mengakui bahwa menyiapkan makanan untuk 13,000 atlet yang berlaga di Jakarta dan Palembang tidak lah mudah.

Tantangan pertama dan yang terpenting adalah tentang keamanan pangan yang dinilainya sedikit rendah.

“Untuk itu, wajib ada sistem keamanan pangan terjamin. Sejak persiapan, kami melakukan screening ketat, supplier makanan selalu dievaluasi. Kendaraan pengangkut pun harus standar keamanan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya menyediakan 49,000 porsi makanan setiap hari, mulai dari sarapan hingga makan malam.

Ia ingin para atlet maupun ofisial tidak kekurangan nutrisi dan asupan makanan supaya acara berjalan lancar.

Persiapan yang mepet tak jadi penghalangnya untuk menyediakan berbagai pilihan menu.

Regi menyebutkan kalau pihaknya bekerja sama dengan koki India dan negara lain untuk menyesuaikan selera makan para atlet dari masing-masing kontingen.

Demi menyukseskan Asian Games 2018, Ia menuturkan sudah merekrut sebanyak 1,000 karyawan baru untuk Jakarta dan Palembang.

Jumlah tersebut belum termasuk volunteer yang disiapkan oleh INASGOC.

Dipuji Kontingen India

Menurut Chef de Mission kontingen negara India, Brij Bhushan Sharan Singh, para atlet dan ofisial merasa cocok dengan makanan yang disajikan.

Menurut Singh, para atlet asuhannya gembira sekali karena rasa menu yang disajikan sangat mirip dengan yang ada di negara asal mereka.

“Para atlet kami senang sekali. Mereka senang karena makanan yang mereka santap rasanya sama dengan di India,” demikian kata Singh dikutip dari India Today.

“Nyaris tidak ada keluhan. Satupun tidak ada yang mengeluh. Makanannya enak. Ada Dal, masakan Indian Selatan, paneer, dan juga ayam,” lanjut Singh menyebut beberapa makanan asli India yang menggoyang lidah para atletnya.

Dengan membawa tim yang cukup banyak (sebanyak 710 atlet) untuk berpartisipasi dalam 34 cabang olahraga, tentu memenuhi selera lidah dan perut mereka tidak mudah.

Untunglah panita penyelenggara Asian Games di Jakarta, khususnya para juru masak, melakukan tugas yang sangat baik, dan bisa bernapas lega dengan banjir pujian itu.