Home Blog Page 3

Teladan Dari Samuel, Anak Yang Dipandang Tuhan Istimewa Sejak Masa Kecilnya

Sumber: jovenestjteocratico.com

Samuel adalah seorang anak yang dinanti-nantikan wanita bernama Hana. Bisa dibilang, Samuel kecil adalah anak perjanjian Tuhan dengan Hana yang kemudian setelah kelahirannya, sang ibu menepati janjinya untuk menyerahkan Samuel ke rumah Tuhan. Waktu itu tepatnya adalah saat kepemimpinan imam Eli di Silo (Samuel 1-2)

Samuel sudah dipandang istimewa oleh Tuhan sejak masa kecilnya. Dia bahkan melayani selama di rumah Tuhan dengan sangat baik. Sampai di suatu malam saat semua orang tidur, Samuel tiba-tiba terbangun karena mendengar seseorang memanggil namanya, “Samuel.”

Samuel lalu berpikir itu adalah imam Eli, lalu dia segera berlari mendapatkannya dan berkata, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tapi Eli sedikit heran dan menjawab, “Aku tidak memanggil, anakku, tidurlah kembali.”

Kejadian itu terjadi sebanyak tiga kali. Dan rupanya Eli mengerti kalau suara yang didengar Samuel adalah suara Tuhan. Dan dia pun meminta anak itu untuk menjawab saat suara itu kembali terdengar. Dia harus menjawab, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Sejak saat itulah Samuel benar-benar bisa mengenali suara Tuhan. Dia selalu mendengar saat Tuhan memanggil. Ketaatannya membuat Tuhan selalu memberkati Samuel dan memilihnya sebagai nabi atau juru bicara Tuhan yang terkemuka.

Kelahiran Samuel tak lepas dari kegigihan Hana untuk terus meminta kepada Tuhan tanpa kenal menyerah. Dia juga setia memenuhi janjinya untuk menyerahkan anak itu kepada Tuhan sepanjang hidupnya. Sejak kecil, Samuel sudah diserahkan kepada Tuhan sehingga ketika dia tumbuh besar hidupnya sepenuhya adalah milik Tuhan.

Bukan hanya karena tinggal di rumah Tuhan, tapi latar belakang Samuel juga mempengaruhi pertumbuhan imannya kepada Tuhan. Baik ayahnya, Elkana dan ibunya Hana adalah pasangan yang begitu setia dan mengasihi Tuhan. Mereka selalu setia mempersembahkan korban kepada Tuhan setiap tahunnya. Jadi iman Samuel memang sudah ditransformasi lewat ayah dan ibunya.

Samuel adalah teladan yang baik bagi semua anak-anak

Tuhan mengasihi Samuel sejak kecil karena dialah yang kemudian akan menggantikan imam Eli sebagai juru bicara Tuhan. Dia bukan seperti anak-anak kebanyakan, yang menghabiskan banyak waktu bermain di luar. Samuel harus membantu imam Eli mengerjakan pekerjaan di bait Allah di Silo.

Ketaatannya untuk melayani di bait Allah sejak kecil membuat hati Tuhan senang. Ketulusan hati yang ada di dalam diri anak kecil inilah yang menjadikannya istimewa. Inilah teladan yang harus orangtua ajarkan kepada anak-anak sejak kecil.

Selain itu, mari meniru contoh iman yang dimiliki Hana sebagai seorang ibu. Seorang ibu yang mengasihi Tuhan dan menepati janjinya untuk menyerahkan anak sulungnya menjadi hamba Tuhan.

“Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana seumur hidupnya.” (Samuel 1: 22)

Sumber : jawaban.com

Bukan Bagi-bagi Harta, Isi Wasiat Billy Graham Minta Keluarga Teruskan Pemberitaan Injil

Sumber: sinclairstoryline.com

Kecintaannya pada Tuhan Yesus Kristus dan pemberitaan Injil seperti sudah mendarah daging dalam diri Billy Graham, karena ia telah memikirkan bagaimana pemberitaan Injil harus terus berjalan setelah ia tiada. Dalam surat wasiatnya yang baru-baru ini dirilis, Graham berpesan agar anak dan cucunya menjaga warisan utamanya yaitu mengusahakan agar pemberitaan Injil tetap berlangsung.

Billy Graham yang meninggal dunia pada usia 99 tahun tersebut mengawali surat wasiatnya dengan memuji istrinya Ruth sebagai “seorang Kristen yang luar biasa” yang pernah ia kenal. Graham juga mengungkapkan bahwa dia menemukan “sukacita dan kedamaian” dalam imannya kepada Tuhan sejak ia remaja.

“Aku meminta anak-anakku dan cucu-cucuku menjaga dan mempertahankan dengan segala upaya, berapapun harganya dengan pengorbanan pribadi berkat dari dokrin Penebusan yang sempurna dari dosa melalui darah Tuhan Yesus Kristus yang sudah dipersembahkan, dan hanya melalui itu saja. Aku mendorong kamu semua berjalan bersama Tuhan dalam kehidupan yang terpisah dari dunia dan menjaga nilai-nilai kekal ini.”

Ia juga mendorong keluarganya untuk terus membaca Alkitab setiap hari dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Billy Graham menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar, dan mengingat kembali pertama kali ia mengajak Ruth berkencan pada Desember 1940, kurang dari tiga tahun sebelum mereka menikah.

“Karena Kristus, ibumu dan aku menikmati kehidupan yang indah, menyenangkan dan penuh sukacita bersama,” demikian tulisanya. Walaupun demikian ia mengakui bahwa sama seperti pasangan lain, mereka pun menghadapi masalah dan persoalan. Ia berterima kasih atas pengabdian, cinta, kesetian dan pengorbanan yang dilakukan istrinya itu.

Ia pun berpesan pada keluarganya bahwa 10 persen dari harta peninggalannya harus diberikan kepada “pekerjaan Tuhan”, hal ini sudah menjadi kesepakatan Graham dan Ruth sejak awal pernikahan mereka.

Billy Graham juga mengungkapkan bahwa awal pelayanannya hidup mereka sederhana, namun dalam berjalannya waktu ia menghadapi dilema tentang standar seorang hamba Tuhan harus hidup. Ia merasa telah melakukan yang terbaik yang ia bisa, untuk itu ia meminta keluarganya agar juga bisa menjadi bendahara yang baik atas apa yang ia wariskan.

Billy Graham dikenal sebagai seorang pengijil internasional yang hidup dengan sederhana sekalipun ia sukses dalam pelayanan. Sikap dan gaya hidupnya terpancar dari apa yang ditulis di batu nisannya:

“Billy Graham

Pengkotbah dari Injil Tuhan Yesus Kristus

Yohanes 14:6”

Isi dari ayat tersebut adalah : “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Sumber : Christianpost.com

Dituduh Rendahkan Kaum Perempuan, Pendeta Terkemuka Amerika Ini Terpaksa Lepaskan Jabatan

Sumber: Christian Daily

Salah satu pendeta terkemuka Amerika, Paige Patterson terpaksa mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Seminari Teologi Baptis Southwestern karena tuduhan pelecehan terhadap perempuan. Dia terdesak setelah sekelompok perempuan mengecam ucapannya yang dinilai tidak menghormati kaum perempuan.

Karena tuduhan tersebut, para wali seminari pun melakukan diskusi selama 13 jam dan mengambil keputusan untuk menghentikan sementara Patterson dari jabatannya. Untuk mengisi kekosongan posisi, para wali seminari menunjukkan pengganti sementara yaitu dekan seminari sekolah teologi D Jeffrey Bingham.

Seperti dikutip dari Washington Post, Patterson disebutkan pernah menyampaikan kepada seorang perempuan untuk tidak melaporkan kasus pemerkosaan yang dialaminya kepada polisi. Dia juga menyuruh untuk memaafkan pelaku. Kejadian ini disampaikan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin Seminari Teologi Baptis Southwestern. Selain itu, pada tahun 2000 dan 2004 silam, dia juga pernah berkomentar tentang sosok gadis remaja yang ideal dan mengeluarkan opini bahwa perempuan harus lebih bekerja keras supaya terlihat menarik. Bagi kaum perempuan, tindakan tersebut dianggap sebagai seksis dan merendahkan kaum perempuan.

Akibatnya ribuan perempuan melakukan protes untuk melengserkan Patterson dari jabatannya di seminari. Mereka juga mengutuk keras pandangan dan kepemimpinannya yang dianggap tidak alkitabiah. Mereka juga membuat petisi yang ditandatangani oleh ribuan perempuan yang mendukung pemecatan Patterson.

“Keputusan dewan bersifat substantif dan simbolis. Dengan rahmat Tuhan, sejarah akan melihat kembali kepemimpinan pria dan wanita ini sebagai titik awal untuk pertobatan bersama untuk menyembuhkan wanita yang terluka di tengah-tengah kita,” ucap Karen Swallow Prior, seorang profesor Universitas Liberty dan sebagai salah satu penandatangan petisi.

Sementara kelompok yang mendukung Patterson menilai bahwa pemecatan yang dialamatkan kepada Patterson merupakan bentuk penindasan di tengah tekanan dan tuduhan yang datang dari luar.

“Jika ada ketidakhormatan yang diarahkan kepada Paige Patterson oleh dewan Seminari Southwestern, itu akan menyebabkan luka yang dalam dan mneyedihkan di tubuh Southwestern Baptist, yang aku kuatirkan akan memakan waktu yang lama untuk menyembuhkannya,” tulis Richard Land, ketua Seminari Evangelical Southern dan mantan ketua SBC Ethics and Religious Liberty Commission.

Kita berharap bahwa apapun masalahnya, kasus ini tidak dimanfaatkan untuk tujuan sekelompok orang tertentu demi persaingan jabatan. Dan kasus ini bisa mengingatkan kita bahwa sebagai seorang pekerja di lembaga pelayanan, kita harusnya menunjukkan teladan yang benar baik lewat perkataan dan tindakan kita.

Sumber : Christiantoday.com/Christianitytoday.com

Ini Akibatnya Bagi Pernikahan Kalau Kita Tidak Bijak Dalam Bermedia Sosial! Yuk Waspadai.

Sumber: Google

Media sosial baik itu Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya memiliki banyak manfaat sekaligus membawa dampak yang negatif. Kalau nggak disikapi dengan baik, maka ini bisa merusak hubungan pernikahan yang sudah dibangun sekian tahun.

Di Amerika Serikat, sebuah survey yang diadakan oleh American Academy Of Matrimonial Lawyers bahwa perceraian akibat media sosial meningkat hingga 80 persen lho. Bahkan di Indonesia, angka perceraian dengan alasan terkait media sosial ikutan meningkat dari tahun ke tahun. Di Probolinggo, misalnya, mulai tahun 2013 muncul kasus cerai karena Facebook.

So, Facebook benar-benar menjadi pemicu ketidakharmonisan keluarga.

Terus, gimana cara media sosial benar-benar merusak rumah tangga?

1. Lebih lama ber-media sosial daripada bersama keluarga

Dikutip dari Vemale, di Amerika Serikat terjadi sebuah perceraian dikarenakan sang istri lebih suka berlama-lama update di sosial media hingga melalaikan urusan rumah tangga seperti anak dan suaminya.

Dan hal ini tentu saja bisa terjadi di Indonesia, itu sebabnya sebagai istri atau suami kita harus mampu mengatur dan mendisiplinkan waktu kita, antara mengurus rumah tangga, suami dan bermain sosial media.

Jika tidak, maka media sosial akan merusak hubungan pernikahanmu dan keluargamudalam waktu singkat.

Mulai dari anak-anak yang akhirnya menjauh dari kamu sebagai ibu, suami/istri merasa tak lagi diperhatikan dan dicintai

Padahal keluarga adalah orang-orang terdekat yang selalu hadir di kala kita membutuhkan. Coba deh pikirkan, ketika kamu sakit apakah teman-teman online kamu yang akan datang mengurusmu? Ketika anak-anakmu sakit, apakah teman onlinemu yang dahulu perduli? Saya rasa tidak, justru suami dan keluarga terdekatlah yang akan sigap menolong.

Itu sebabnya mengapa kita harus disipilin dan tidak membiarkan media sosial menjadi penghalang keharmonisan rumah tangga kita.

Yuk mom, pada bertobat!

2. Menjadi sarana selingkuh

Dengan media sosial, maka kita akan terhubung dengan orang-orang yang tidak kita kenal, bahkan bertemu dengan mantan yang sudah lama tidak pernah sapaan. Melalui media sosial kita bisa terhubung dan bernostalgia dengan orang-orang yang sudah lama tidak pernah ketemuan.

Dan tidak menutup kemungkinan, kita bisa termakan omongan seseorang yang kita percaya , akhirnya dia mampu memberikan sebuah kenyamanan yang tidak kita dapatkan dalam rumah tangga, sehingga dalam hati kita mulai membandingkannya dan perselingkuhan pun terjadi.

Jika salah satu dalam pasangan selingkuh, maka bisa dipastikan pernikahan akan berantakan dan penuh kecurigaan.

3. Mengumbar masalah dalam rumah tangga

Rumah tangga juga bisa berantakan ketika suami dan istri mengumbar masalah rumah tangga di media sosial.

Agaknya hal ini mudah kita temukan contohnya, baik itu di Facebook ataupun di Twitter. Misalnya adanya seseorang yang membagikan link sebuah berita sambil memberikan catatan, “enak ya kalau punya suami kayak gini, suamiku bla,bla, bla.”

Kadang hal-hal seperti itu kita anggap sepele. Padahal itu sudah salah satu hal yang fatal. Siapa sih yang suka kalau aibnya dibuka di depan umum? Apalagi suami atau istri sendiri.

Suami atau istri yang marah karena merasa dilecehkan, pasti akan meluapkan amarahnyadan akhirnya timbullah konflik.

Sehingga terjadilah pertengkaran parah dan kemudian terjadilah perceraian seperti yang dihadapi oleh pasutri di Probolinggo pada tahun 2013 lalu.

Melihat ke-3 hal di atas, sebagai keluarga Krisen kita tidak bisa hanya diam saja. Untuk menjauhkan dan mejaga pernikahan kita dari hal-hal fatal diatas karena media sosial, kita perlu api Roh Kudus untuk menjagai hari dan pikiran kita masing-masing sebagai pasangan.

Kita harus memenuhi diri kita dan pernikahan kita dengan Roh Kudus dan kebenaran Firman.

Kita harus sepakat untuk membangun pernikahan kita menjadi pernikahan yang kudus. Berdoa, dan saling membaca Alkitab setiap

Sumber : berbagai sumber/jawaban

Saat Kamu Kehilangan Sesuatu Yang Berharga, Jangan Panik, Lakukanlah Hal Ini!

Saat Kamu Kehilangan Sesuatu Yang Berharga, Jangan Panik, Lakukanlah Hal Ini!

Yohanes 6:5-6

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 145; Yohanes 5; 2 Samuel 17-18

Aku meninggalkan keluargaku di depan stadion Minor League Baseball untuk bertemu dengan keluarga lain yang kami ajak bergabung untuk menonton pertandingan itu. Aku memutuskan untuk mengendarai minivan kami ke garasi parkir terdekat. Segera setelah van itu diparkir, saya berlari keluar dari garasi untuk bertemu kembali dengan semua orang.

Setengah jalan ke sana, aku berhenti dan tanganku langsung memegang kantong depan. Alih-alih menemukan perasaan lega karena disitu lima tiket untuk keluargaku, aku tidak merasakan apa pun selain kain. Dengan kecepatan seorang petarung Wild West, tanganku secara naluri membalik ke kantong belakangku. Disitu bukan hanya tidak ada tiket, bahkan disitu tidak ada kantongnya! Perasaan gugup dan keringat mulai menutupi alisku. Dalam keterkejutan dan ketidakpercayaan, aku melakukan pemeriksaan lagi, kantong depan, kantong belakang, masih, tidak ada tiket.

Kakiku kemudian berbalik 180 derajat dan aku berlari kembali ke van untuk mencari tiket kami. Aku mencari kemana-mana dan tidak menemukan apa-apa. Aku memutuskan untuk kembali ke stadion dengan pertimbangan bahwa mungkin aku sudah memberikan tiket kepada istriku. Praktis mengabaikan teman-teman kami, aku bertanya pada istriku, “Apakah kamu menyimpan tiket kita?” Jawaban jujur dan kaku dia adalah, “Tidak”, tentu bukan jawaban yang aku harapkan untuk didengar.

Tiket teman kami sedang ditahan di konter tiket atas namaku. Jadi aku mendatangi konter dan meminta tiket untuk keluarga temanku itu dan hendak mencoba unttuk mendapatkan lima tiket gratis lainnya. Mode negosiator bisnis Kristenku yang manis benar-benar berlangsung.

Saat aku mengeluarkan kata-kata dari mulutku untuk meminta beberapa tiket tambahan, istriku menepuk pundakku dan berkata, “Seorang pria menawarkan kepadaku lima tiket gratis.” Dia sekarang memegang tiket di depanku. Orang tak dikenal itu pergi dan tidak pernah terlihat lagi.

Apa yang terjadi padaku malam itu mengingatkanku pada kisah Yesus yang memberi makan lima ribu orang.

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” (Yohanes 6: 5)

Untuk menumbuhkan iman murid-murid-Nya, Yesus menempatkan mereka dalam situasi di mana mereka tidak memiliki kesempatan untuk sukses kecuali Allah terlibat. Dia sudah tahu hasilnya; Dia hanya ingin melihat bagaimana mereka akan merespon ketika tekanan sedang berlangsung.

Aku tahu ada banyak kemungkinan tentang moral dari cerita saat kami nonton bisbol itu, termasuk: jangan biarkan Pierre bertanggung jawab atas tiket pertandingan! (Amin!) Hari itu di lapangan bisbol adalah pengingat bagi saya bahwa Tuhan benar-benar adalah penyedia kami dan Dia memegang kendali.

Bagaimana dengan kamu? Bagaimana kamu menanggapi ketika tiketmu tidak dapat ditemukan, tagihan menumpuk tinggi atau masalah yang kamu hadapi tidak memiliki solusi segera. Inilah dua kata nasihat dari Tuhan: Milikilah iman!

Sumber : Jawaban.com

Iman Percaya Perlu Dibangun Setiap Hari! Ini Alasannya…

Iman Percaya Perlu Dibangun Setiap Hari! Ini Alasannya…

Amsal 3:5

Percayalah kepada Tuhan degan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 143; Yohanes 3; 2 Samuel 13-14

Ketika kita sedang melakukan olahraga, kita harus memastikan bahwa kepala kita di atas jantung kita sehingga otak kita mendapatkan banyak pasokan darah yang kaya oksigen

Nah, hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita yang lain.

Jika kita ingin mengambil sebuah keputusan yang besar, dan kita harus memastikan bahwa keputusan itu tidak dipandu oleh hati tapi oleh pikiran kita, jika tidak demikian kita nggak akan bisa bertindak dengan bijaksana.

Dan pemikiran seperti ini nggak berlaku ketika kita bicara soal iman. Ketika saya mulai merenungkan beberapa kisah, janji-janji atau prinsip-prinsip dalam Alkitab dari sudut pandang otak atau logikaku, maka keraguan mulai muncul.

Dalam hal ini, cobalah pikirkan mengenai air yang berubah menjadi anggur, beribu orang diberi makan hanya dengan beberapa potong ikan dan roti, air laut bisa terbelah hanya karena tongkat, orang kecil bisa membunuh orang bertubuh sangat besar, bahkan orang mati bisa hidup kembali.

Wah! Terdengar seperti novel Tolkein, penulis buku Lord of The Ring ya!

Untungnya Tuhan tahu tentang pikiran kita yang belebihan, dan meragukan-Nya sehingga Dia menunjukkan kepada kita tentang kebenaranNya seperti yang dilakukan kepada Thomas dan setelah itu Dia tetap mencintai kita.

Ketika pikiran kita mulai berkeliaran di jalan keraguan, biasanya pikiran kita langsung mengarah ke arah yang berlawananan sehingga timbullah sebuah pertanyaan : Apakah saya percaya kepada Yesus adalah pembohong? Mungkinkah Tuhan itu nggak nyata atau nggak setia? Apakah nggak ada rencana dalam hidup saya untuk orang lain? Lalu ketika aku mati, apakah itu akhir dari segalanya?

Jawabannya adalah TIDAK! Kita harus percaya bahwa kita di dunia ini bukan sendirian dan mejaga diri kita, merawat dan pada akhirnya berubah menjadi debu.

Kita sudah memiliki banyak pengalaman dan pertemuan yang spektakuler dengan Tuhan sehingga bisa membuat kita tidak lagi percaya pada-Nya.

Tetapi Alkitab mengatakan di Amsal 3:5 dengan jelas bahwa kita harus percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak bersandar kepada pikiran kita sendiri.

Namun mengapa sering sekali iman kita menjadi lemah?

Saya pikir itu karena saya dikendalikan pikiran saya, tetapi ternyata tidak

Saya jatuh pada kelompok orang yang berpikir: “Apa yang sudah Tuhan lakukan untuk saya?”

Saya perlu sering diingatkan bahwa Dia selalu ada untukku tetapi aku justru yang sering sekali lupa untuk melakukan bagianku yaitu mencari wajahNya. Kita terlalu sibuk dengan dunia kita, dan tiba-tiba kita membutuhkan sebuah kenyamanan, kedamaian, perlindungan atau bahkan butuh istrahat, dan kita sama sekali tidak mendapatkannya, lalu kita mulai bertanya, mengapa kita tidak mendapatkannya.

Matius 14:31 mengatakan: “…Hai kamu orang yang kurang percaya, mengapakah kamu bimbang” Meskipun Dia membuktikannya sendiri kepada kita berkali-kali, tetapi kita berada di sana, satu kelompok dengan murid-muridNya yang keras kepala itu. Iman kita masih saja tetap menipis.

Iman itu perlu di latih dan dipupuk agar tetap kuat. Berkat dari iman datang pada saat-saat yang baik dan masa sibuk bukan hanya pada saat buruk, nggak cuma datang pas saat yang kita butuhkan dan ketika kita putus asa saja.

Kalau kita mulai meragukan kasih, janji, kesetiaan bahkan eksitensi Tuhan, cobalah untuk membayangkan gimana rasanya berdiri dengan tegas untuk mengklaim bahwa hal-hal itu salah. Kamu pasti tidak akan mampu kan?

Itulah sebabnya, pergilah dari jalan yang membuatmu ragu tersebut dan kembalilah ke jalan orang percaya, dan tetaplah disana. Saatnya untuk berubah dan menjaga hati kita melebihi pikiran kita. Kita mungkin nggak selalu melihat apa yang Tuhan sedang lakukan untuk kita akhir-akhir ini, tetapi percayalah apa yang Dia lakukan sekali untuk selamanya akan jadi landasan yang tidak akan pernah terbantahkan untuk membangun iman yang abadi.

Sumber : cbn.com

Luar Biasa, Inilah Tempat yang Tuhan Sediakan Bagi Setiap Orang Setia Pada-Nya

Luar Biasa, Inilah Tempat yang Tuhan Sediakan Bagi Setiap Orang Setia Pada-Nya

Filipi 1:21

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 143; Yohanes 3; II Samuel 13-14

Saya sudah tidur ketika telepon berdering. Suara ayah saya gemetar ketika dia memberi tahu saya bahwa nenek saya telah kehilangan pertempuran dengan kanker. Itu adalah panggilan telepon yang saya harapkan, tetapi yang belum saya persiapkan.

Selama empat jam perjalanan dari kampus saya keesokan paginya, saya teringat banyak peristiwa musim panas yang menyenangkan yang dihabiskan di rumah Nenek Wanda. Bukan nenek pada umumnya, energinya biasanya menyaingi saya sendiri.

Kenangan itu berputar di benakku seolah-olah baru terjadi kemarin. Saya bisa melihat nenek saya menciprat-ciprat air dan bermain di danau di samping saya, berteriak histeris di luar kandang monyet di kebun binatang setempat, dan berputar-putar denganku di Tilt-A-Whirl sampai itu membuat kami berdua sakit. (Kami harus membuat operator perjalanan menghentikannya untuk melepaskan kami, tetapi kami menertawakannya sepanjang perjalanan pulang!)

Saya tahu beliau ada di Surga dan tidak lagi menderita penyakit yang begitu cepat memorak-porandakan tubuhnya, tetapi saya belum siap untuk membiarkannya pergi. Saya merasa bahwa Tuhan membawanya terlalu cepat.

Mengapa begitu sulit bagi kita untuk mengucapkan selamat tinggal? Saya pikir itu karena mungkin kita tidak melihat kematian seperti yang Tuhan lihat. Kita memandangkematian sebagai akhir, dan merasa sedih saat kehilangan orang yang kita cintai. Namun dari pandangan Bapa Surgawi kita, kematian hanyalah permulaan – awal dari kehidupan kekal bersama Ia di surga, tempat yang diciptakan untuk kita. Surga adalah tempat yang seharusnya kita sukai!

Bagi kita, kematian itu tragis dan banyak dari kita takut akan hal itu. Tetapi mungkin bagi Tuhan, kematian adalah hadiah untuk kehidupan yang dijalani dengan baik, daripada sesuatu yang harus ditakuti. Kematian duniawi dari seorang Kristen hanyalah berfungsi untuk mengantar kita ke dalam apa yang telah Tuhan ciptakan untuk semua orang percaya – sebuah rumah abadi bersama-Nya di mana kita tidak akan lagi menderita ketidakadilan, cobaan, penyakit, dan kekecewaan.

Rasul Paulus tampaknya memahami ini. Dalam suratnya kepada orang-orang Filipi, dia mengungkapkan harapannya yang penuh cemas akan kehidupan kekal bersama Kristus. Dia merasa terbelah antara ingin melayani Tuhan di bumi, dan ingin pergi ke Surga. Dia menggambarkan hidup dengan Kristus sebagai pilihan yang lebih menyenangkan.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus –itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.” Filipi 1:21-24

Seperti Paulus, jika kita masih di sini, itu berarti Allah masih memiliki pekerjaan untuk kita lakukan. Namun waktu kita di bumi tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi permanen. Kita harus bekerja untuk Tuhan sementara kita di sini, memberi tahu orang lain tentang Ia sehingga mereka juga dapat memiliki hidup yang kekal. Bukan itu saja, kita juga harus mengingat warisan agung yang telah Tuhan nantikan bagi kita.

Ketika kita menjalani hidup kita dengan cara ini, menjaga tujuan abadi akan Surga dan Tuhan bagi kita dalam pikiran, kita akan melihat kematian dari perspektif baru.

Itu tidak berarti bahwa kita tidak akan sedih ketika kehilangan orang yang kita cintai. Tetapi kita dapat memuji Tuhan bahwa, bahkan di dalam kesedihan kita, kita tidak berkabung seperti mereka yang tidak memiliki harapan. Sebagai orang Kristen, kita telah dijanjikan bahwa akhir hidup kita di bumi bukanlah akhir. Harinya akan datang ketika kematian dan kesedihan tidak akan ada lagi.

“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Wahyu 21: 4

Terima kasih, Tuhan, atas janji kekekalan dengan-Mu. Dalam perjalanan kehidupan ini, bantulah saya menjaga mata tetap tertuju ke Surga.

Bersyukur dan Bersukacitalah Karena Tempat Kekal Bagi Setiap Pengikut Kristus adalah Surga.

Sumber : CBN.com

Bayu Korban Bom Surabaya Dimakamkan Secara Terhormat, Pesan Terakhirnya Bikin Nangis!

Sumber: Tribunnews.com

Jenazah korban serangan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Aloysius Bayu Rendra Wardhana (Bayu) akhirnya diserahkan kepada keluarga. Sebelum dimakamkan, jenazah Bayu dihantarkan ke gereja SMTB untuk menjalani prosesi misa perpisahan pada Rabu, 23 Mei 2018.

Ratusan pelayat pun berdatangan memenuhi ruang gereja sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pria penghadang bom itu.

Menariknya, dalam serangkaian misa ini, beredar selebaran berisi gambar Bayu beserta keluarga kecilnya. Di dalam selebaran bagian belakang, tertulis sebuah pesan yang dikutip dari ucapan Bayu yang disampaikan lewat Whatsapp beberapa waktu lalu kepada pemuda gereja.

Pesan tersebut berbunyi, “Perlu diingat ya adik-adik kita bukan tukang parkir, tapi kita petugas yang melayani umat dan gereja di lingkup parkir. Di mana kita seharusnya bangga bisa melayani Tuhan dengan situasi yang berat berjam-jam, panas kepanasan, hujan kehujanan, dan lain-lainnya yang banyak lagi.”

Pesan ini disampaikan Bayu karena dirinya memang sudah menggeluti tugas sebagai relawan keamanan di gereja sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat kejadian serangan bom, dirinya kebetulan bertugas sebagai koordinator relawan keamanan yang berjaga di sekitar gereja.

Menurutnya menjaga parkir juga merupakan pekerjaan melayani Tuhan. Karena itu dia berpesan supaya anak-anak muda jangan pernah minder untuk menjalankan tugas penjaga parkir setiap minggunya.

“Jadi adik-adik jangan minder kalau membantu di parkir. Jadilah OMK yang handal apapun bidangnya pelayanannya karena kalian lah pilar-pilar gereja. Dan tidak semua orang bersedia dan terpanggil melayani Tuhan di lingkup parkir. Semangat ya. Terima kasih. Kalian lah yang terbaik,” demikian Bayu menutup pesannya.

Kita tentu saja kehilangan sosok yang begitu tulus melayani dan mencintai Tuhan , seperti sosok Bayu. Di akhir kematiannya dia harus meninggalkan seorang istri dan kedua anak-anaknya. Namun, kita percaya apa yang dilakukannya semasa hidup untuk Tuhan bukanlah hal yang sia-sia, melainkan akan diperhitungkan oleh Tuhan.

Selamat jalan Bayu. Terima kasih atas hatimu yang besar untuk melayani Tuhan dan semoga pesanmu akan selalu diingat oleh semua anak muda yang melayani di rumah Tuhan.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Beginilah Nasib “Delisa Ayu Latifah”, Gadis Cantik Kelas 1 SMA yang “Dibakar Hidup-hidup” oleh Pacarnya, Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir!

Setelah menjalani perawatan selama 14 hari, akhirnya Delisa Ayu Latifah, gadis yang dibakar kekasihnya di Jalan Mangaan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, mengembuskan napas terakhir.

Gadis 16 tahun itu meninggal dunia di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Pirngadi, Medan.

Menurut Muliadi, kakek korban, Delisa meninggal dunia Senin malam, 21 Mei 2018, jenazah langsung dibawa pulang untuk dikebumikan di pemakaman umum dekat Masjid Subusalam, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

“Kami sekeluarga berharap polisi menjatuhkan hukuman mati kepada pelakunya. Delisa sudah tiada,” kata Muliadi, Selasa, 22 Mei 2018.

Delisa dibakar hidup-hidup oleh kekasihnya bernama Irwanto alias Iwan Kincit. Pelaku merupakan seorang duda beranak satu.

Dia tega membakar Delisa dengan bensin karena cemburu, sebab korban dituduhnya memiliki hubungan dengan pria lain.

Delisa dibakar dengan cara diguyur bensin. Korban dibakar pelaku di rumah temannya di Jalan RPH, Kelurahan Mabar, Gang Sukamaju, Medan Deli, pada 9 Mei 2018.

Perbuatan itu dilakukan Iwan secara berencana. Sebab, saat mendatangi korban, pelaku sudah menyiapkan satu liter bensin yang dibawa memakai botol bekas air mineral.

Sumber: Viva

Anak-anak Ini Ditanya Siapa yang Lebih Mereka Sukai Antara “Ayah dan Ibu”, Jawaban Mereka Bikin Hati Tersentuh!

Berikut ini ada sebuah interview dengan anak-anak yang ditanyai jika seandainya harus memilih di antara ayah dan ibu siapa yang akan mereka pilih?

Tentunya itu adalah pertanyaan yang bikin galau buat anak-anak.

Pastinya kamu penasaran kan kira-kira anak-anak ini bakal menjawab seperti apa? Yuk, langsung scroll ke bawah ini.

Pewawancara: Siapa yang lebih kamu sukai? Ayah atau ibu?

Anak 1: Wah itu susah..

Anak 2: Pertanyaan yang susah dijawab..

Anak 3: Aku nggak bisa jawab (sambil tertawa)

Pewawancara: Siapa yang ada di ruangan sama kamu?

Anak 3: Ibu

Pewawancara: Jadi apa jawaban yang ‘benar’?

Anak 3: Ayah

Anak 4: Aku suka mom, tidak, aku suka ayah. Tidak, aku suka dua-duanya

Anak 5: Aku rasa aku suka mama

Anak 6: Ayahku paling memanjakanku, jadi ayah

Pewawancara: Siapa yang lebih kamu sukai? Ayah atau ibu?

Anak 7: Ayah

Pewawancara: Apa yang akan ibumu katakan?

Anak 7: ‘Kate, kamu nggak suka mama? Mama usir kamu dari rumah’

Anak 8: Dia selalu membuatkanku sarapan, jadi aku rasa mama

Anak 9: Mom, soalnya ayah agak kasar

Anak 10: Mom, karena dia sempurna

Pewawancara: So sweet banget..

Anak 11: Aku pilih nggak jawab

Anak 12: Ayah, dia lucu

Anak 13: Kalau mama lagi baik daripada ayah, aku pilih mama. Kalau ayah lagi baik daripada mama, aku pilih ayah

Anak 14: Mm, sorry Dad, aku pilih Mom (tertawa)

Anak 15: Mungkin Mom, dia lebih lembut daripada ayah

Jawaban mereka yang polos itu tentunya menyentuh hati banget. Memang tidak mudah kalau harus memilih antara ayah dan ibu karena bagaimana pun keduanya adalah orangtua yang membesarkan kita. Semoga artikel ini memberi inspirasi ya buat kita semua.

Sumber: youtube

Recent Posts