Home Blog Page 282

Disebutkan di Alkitab, Ini yang Harus Kita Tahu Soal Manfaat Biji-bijian Bagi Kesehatan

Tahukah kamu kenapa biji-bijian itu menyehatkan? Well, kita mungkin lupa kalau Tuhan sendiri bahkan memerintahkan kita untuk memakan biji-bijian yang tersedia di muka bumi ini. Yuk sebentar kita baca dari Kejadian 1: 29 bunyinya, “Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.” Jelas bukan? Sesungguhnya Tuhan menyediakan tumbuh-tumbuhan dan pohon berbiji sebagai makanan kita. Jadi, ya tentu saja segala makanan berbiji pasti berkhasiat bagi kesehatan kita.

Biji-bijian pada dasarnya kaya akan vitamin, mineral, protein dan sejumlah enzim. Bahkan saat mengkonsumsinya dalam bentuk mentah saja sudah mengandung banyak nutrisi loh.  Nah, supaya kita lebih paham soal biji-bijian apa aja yang bisa kita makan, beberapa diantaranya sakan dijelaskan di sini.

  1. Biji Delima

Biji Delima adalah salah satu sumber makanan sehat bagi kita. Karena biji ini mengandung antioksidan dan vitamin C, polifel, kalsium serta sangat rendah kalori. Karena itu biji yang satu ini sangat baik membantumu untuk menjaga tubuh tetap ideal. Selain itu buah delima yang dikonsumsi dengan cara di jus bisa sangat bermangaat untuk mencegah pembekuan darah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

  1. Biji Labu

Tubuh kita memang memerlukan banyak zat besi. Salah satu sumber makanan yang kaya dengan nutrisi ini adalah biji labu. Zat besi yang terkandung di dalamnya bermanfaat untuk membantu memperlancar peredaran darah dan meningkatkan energi dalam tubuh.

Bagi penderita kekurangan vitamin B dan tengah mengalami depresi, biji labu juga bisa menjadi obatnya karena kandungan niasin, riboflavin, folat dan thiamin di dalamnya.

  1. Biji Rami

Dalam bahasa Inggris, biji rami disebut Hemp atau Flax Seeds. Kedua-duanya tidak jauh berbeda. Biji Rami kaya dengan omega 3, protein dan asam amino esensial dan fitonutriennya. Karena itulah biji ini benar-benar makanan ajaib yang membantu menyembuhkan peradangan, meningkatkan kesehatan tulang, melindungi tubuh dari penyakit kanker serta mempertahankan tekanan darah serta mampu menurunkan kadar kolesterol.

  1. Biji Chia

Jika kamu memang pengen supaya tulang kamu lebih kuat dan sehat, konsumsilah biji Chia. Kandungan kalsium, protein, zat besi, antioksidan, vitamin C dan omega 3 nya jauh lebih baik dibanding dengan yang ada dalam kacang merah, sayur hijau, susu, jeruk dan ikan.

Untuk mengkonsumsinya, kamu hanya perlu mengolah biji Chia menjadi makanan olahan bersama bahan lainnya seperti strawberry atau buah lainnya. Karena sifatnya yang mudah menyerap air, biji Chia bisa mengembang hingga 27 kali dibanding berat awalnya. Karena itulah seseorang bisa merasa lebih kenyang setelah makan biji Chia.

  1. Biji Jintan

Biji Jintan mengandung antiseptic dan zat besi. Biji yang satu ini dipercaya sangat baik bagi pencernaan dan fungsi hati. Selain itu, juga bisa mengobati flu dan batuk, sakit ginjal dan juga meningkatkan kekebalan tubuh.

  1. Biji Wijen

Biji yang satu ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Karena kandungan asam lemak omega 6 (asalm linoleate) yang bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol jahat. Selain itu, biji ini juga kaya akan serat, zat besi, vitamin B1, fostor, magnesium dan kalsium.

  1. Biji Gandum

Banyak orang tahu kalau gandum mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Kita juga sering menjumpai kalau gandum bisa diolah sebagai tepung terigu, pakan ternak dan juga fermentasi untuk pembuatan alkohol. Gandum punya biji yang berbentu oval dengan ukuran panjang kurang lebih 6-8 mm dan berdiameter 2-3 mm.

Dari sekian banyak manfaat yang diberikannya, biji gandum ini sangat baik untuk memperlancar pencernaan, bisa juga sebagai makanan pilihan untuk diet serta menjaga kadar kolesterol seseorang.

  1. Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahari atau sering disebut biji kuaci adalah salah satu camilan yang menyehatkan loh. Biji yang satu ini kaya akan vitamin E, antioksidan, dan magnesium. Karena itulah biji bunga matahari ini bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskuler, menurunkan kolesterol, menenangkan sel saraf, mencegah penyakit kanker serta serangan jantung.

Tentu saja masih banyak lagi jenis biji-bijian sehat yang bisa kita konsumsi, diantaranya kacang, kedelai, kacang polong dan sebagainya. Untuk mendapatkan khasiatnya secara maksimal, kita hanya perlu kreativitas untuk mengolahnya.

Sumber : Boldsky

Komplain ‘Tuhan Kenapa Badanku Harus Segemuk Ini?’, Jawaban Ini Pasti Bikin Kamu Mewek

Apakah semua usaha yang kamu lakukan untuk menurunkan berat badanmu tampak sia-sia atau nggak membuahkan hasil? Dari tahun ke tahun, urusan diet selalu jadi prioritas pertama di daftar resolusimu. Tapi tetap saja kamu gagal mencapai target pengen punya postur badan yang sehat dan proporsional. Apa yang salah?

Karena sudah merasa lelah, lantas kamu pun menyerah dan mulai komplain ini itu ke Tuhan.“Tuhan kenapa berat badanku nggak turun-turub juga?” “Kenapa lemak-lemak ini harus ada di badanku?” “Kenapa tubuhku harus diciptakan sebesar ini?”

Kadang kita salah memahami soal bentuk tubuh

“Mungkin Tuhan mau aku bisa belajar rendah hati dan menerima diriku apa adanya dengan kelebihan berat badan itu.”

“Mungkin Tuhan juga sedang menghukumku dan sebagainya.”

“Mungkin aku banyak dosa makanya Tuhan nggak mau menurunkan berat badanku.”

Asumsi-asumsi di atas menunjukkan kalau cara berpikirmu soal kondisi fisik ternyata salah. Sekalipun kamu sudah berjuang mati-matian untuk olahraga dan diet tapi berat badanmu masih tetap naik juga, bukan berarti itu adalah kutukan.

Asumsi-asumsi atau cara berpikir yang salah di atas sebenarnya bukanlah bagian dari kebenaran firman Tuhan loh. Alkitab memberi tahu kita kalau kerendahan hati adalah sebuah pilihan. Walaupun Tuhan bisa merendahkan hati kita, tapi Dia hanya ingin kita sendirilah yang mengambil sikap merendahkan hati di bawah kedaulatan-Nya.

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5: 6-7)

Baca Juga : Dipermalukan Karena Badannya yang Gemuk, Gadis Ini Justru Pakai Hinaan Itu Jadi Motivasi

Ada empat hal yang mungkin harus kamu hadapi dengan berat badanmu.

Pertama, mungkin kamu diminta untuk lebih berserah kepada Tuhan sepenuhnya.Pernah nggak sih berpikir kalau setiap resolusi tahunan yang kita buat pasti akan berhasil kalau kita melibatkan Tuhan sendiri. Tapi kalau hal itu justru cuma agenda pribadi kita sendiri, bisa jadi kita bakalan gagal mencapainya. So, intinya resolusi apapun itu cobalah melibatkan Dia didalamnya.

Kedua, Tuhan memberikan kita kehendak bebas atas pilihan kita. Badan gemuk pastinya nggak terjadi tiba-tiba dong ya. Pasti ada penyebabnya, mungkin kebiasaan makan kita yang nggak terkontrol atau karena kerakusan kita soal makanan. Jadi, alih-alih menyalahkan Tuhan, mending evaluasi karena mungkin berat badanmu adalah konsekuensi dari pilihan atau kebiasaanmu yang nggak baik.

Ketiga, pandanglah bentuk fisikmu melalui karya penebusan Kristus. Alih-alih menilai kalau berat badanmu adalah bagian dari hukuman dari Tuhan. Mending pahami dulu kalau sebenarnya setiap kita sebenarnya ssudah dibebaskan dari hukuman lewat karya penebusan Kristus di kayu salib. Karena kebenarannya adalah waktu kita mengakui dosa-dosa kita, Tuhan pun akan mengampuni kita. Tapi ingat kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh ya, bukan asal! (1 Yohanes 1: 9).

Dengan kondisi fisikmu seperti sekarang ini, cobalah memandangnya sebagai kesempatan untuk merenungkan besarnya kasih Tuhan buat hidupmu.

Keempat, ingatlah bahwa Tuhan benar-benar peduli dengan berat badanmu. Tuhan sendiri bahkan peduli dengan berapa helai rambut di kepala kita loh. Apalagi kesehatan kita. Itu sebabnya, Tuhan sejak awal penciptaan sudah mengatur semua hal yang baik untuk kita makan. Dia bilang supaya kita makan makanan yang sehat, bukan makan banyak lemak babi tanpa kontrol. Atau makan-makanan yang diharamkan karena buruk bagi kesehatan.

“Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.” (Kejadian 1: 29).

Baca Juga : Disebutkan di Alkitab, Ini yang Harus Kita Tahu Soal Manfaat Biji-bijian Bagi Kesehatan

Jadi kesimpulannya, Tuhan selalu rindu melihat kita hidup dengan sehat; punya fisik yang kuat dan baik. Tapi kembali lagi ke kita masing-masing, sudahkah kita menjalani hidup kita sesuai dengan aturan yang diperintahkan Tuhan? Sudahkah kita menjaga tubuh kita tetap sehat dan menyeimbangkannya dengan olahraga yang teratur setiap hari?

Sumber : Jawaban

‘Sudah Selesai’, Pesan Sukacita Dibalik Kematian Yesus

 

‘Sudah Selesai’, Pesan Sukacita Dibalik Kematian Yesus

Yohanes 19: 30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 86; Roma 14; Ulangan 19-20

“Enyahkanlah Dia!” Ini adalah kata-kata keras yang disampaikan oleh para imam kepala kepada Pontius Pilatus di hari itu…hari dimana kita mengenalnya dengan sebutan Jumat Agung.

“Tetapi mereka berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!” (Lukas 23: 18)

Hari itu tampak seperti penindasan yang merujuk pada hari tergelap manusia, meskipun berujung pada kebaikan. Bahkan peringatan yang paling menyedihkan ini mengingatkan kita bahwa saat menghadapi dosa, kebaikan kita tak lagi berguna! Hanya ada satu pribadi yang baik, dan nama-Nya adalah Yesus Kristus.

Setiap kali perayaan Jumat Agung, dunia Kristen selalu mengarahkan pandangan ke salib di Bukit Kalvari. Kita mencoba untuk memahami harga tak terhingga yang dibayar Yesus untuk menebus kita kembali dari hukuman mati sejak kejatuhan Adam dalam dosa.

Ini adalah satu hari yang dipenuhi dengan keheningan yang kudus di seluruh dunia. Tak ada misa di Gereja atau Katedral manapun. Organ dan instrumen yang biasanya terdengar dalam pujian dan penyembahan.  Tak ada lilin, ornamen agama yang diletakkan di altar dan salib yang dibungkus kain hitam.

Walaupun hari ini kita menekankannya sebagai hari kematian Yesus, tapi hal itu bukanlah liturgi pemakaman yang benar-benar kita tahu. Sebaliknya, kita menyambut Jumat Agung dengan hati yang bersyukur, karena kita tahu kematian bukanlah akhir dari sebuah cerita.

Mari kembali melihat kisah kematian Yesus 2000 tahun yang lalu itu. Adegan itu sangat mengerikan. Jam 9 malam, waktu Yesus mencoba menghirup nafas segar terakhirnya…RohNya meneriakkan kata-kata terakhirnya. “Sudah selesai!”

Langit meresponi peristiwa itu, awan seketika berubah gelap dan membuat bumi bergoncang. Peristiwa sakral dari penyiksaan seseorang, yang tergantung di antara langit dan bumi itu berubah menjadi kesunyian. Momen yang begitu kudus.

Dari dalam Bait Suci, sebuah suara keras terdengar. Semua mata menyaksikan tirai suci terbelah dari atas ke bawah. Saat itu hadirat ilahi seketika menghampiri manusia.

Haleluyah! Setiap jiwa manusia dipenuhi karunia akan hak istimewa yang berbeda-beda sebagai akses untuk masuk ke tempat yang Maha Kudus, dimana hadirat Tuhan bersemayam.

Para malaikat surga bahkan menyanyikan pujian yang memekikkan telinga. Karena para pembawa kabar sukacita berteriak-teriak di setiap lorong kemuliaan-Nya. Mereka melayang-layang di atas tahta kudus Bapa.

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1: 29)

Sementara hati kita pilu karena Yesus telah mati di hari itu. Kita bahkan jauh dari gaung sukacita dan sorak sorai yang murni sebagai bentuk syukur atas keagungan Allah bagi seluruh umat manusia.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)

Jumat Agung adalah hari dimana kita seharusnya dipenuhi hati yang bersyukur. Hari itu harusnya adalah perayaan dari sebuah pesta yang selalu kita sukai.

Sumber: Internet

Indonesia Disebut Jadi Kekuatan 7 Dunia di 2030

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany

Jakarta: Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany menyebut Indonesia akan mejadi negara dengan kekuatan terbesar ke-7 di dunia pada 2030. Hal itu dicuitkan Tsamara melalui akun Twitternya @TsamaraDKI.

Dalam twitnya, Tsamara merujuk hasil lembaga riset internasional, McKinsey Global Institute yang memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia paling stabil di dunia. “Dunia optimistis melihat Indonesia ke depan, ayo bergerak wujudkan itu,” cuit Tsamara.

Tsamara menyayangkan masih ada politikus Indonesia yang justru pesimistis dan menyamakannya dengan Uni Soviet. “Tapi kok Pak Fadli (Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon) justru menyamakan Indonesia dengan Uni Soviet,” ujarnya.

Dalam akun Twitternya, Fadli Zon menyebut Uni Soviet bubar gara-gara Gorbachev lemah dan suka pencitraan.

Baca: NasDem tak Biarkan Indonesia Bubar

Fadli menyebut ada faktor internal dan eksternal yang melatari sebuah negara adidaya bubar. Jika berkaca dari Soviet, maka faktor internal tentu karena kepemimpinan Mikhael Gorbachev yang lemah.

“Jadi apa yang disampaikan Pak Prabowo sebuah peringatan, jangan sampai kita gagal, jangan sampai kita bubar. Kita harus membela RI dengan semua upaya. Jangan lengah, jangan terlalu percaya diri, jangan sampai terjadi disintegrasi sosial apalagi disintegrasi teritorial. NKRI harus kuat,” kata Fadli.

Riset McKinsey Global Institute

Merujuk https://setkab.go.id, Chairman  McKinsey Global Institute, Raoul Oberman, dalam presentasi di acara “Penyatuan Visi Bersama Menuju Indonesia Maju 2030′ ada lima indikasi yang mendukung pencapaian Indonesia menjadi negara dengan ekonomi nomor tujuh di dunia.

Pertama, tingkat ekonomi Indonesia dinilai paling stabil di dunia. Kedua, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari wilayah di luar Jawa. Jadi, pertumbuhan ekonomi bukan hanya terjadi di Jawa atau Jakarta.

Ketiga, sekitar 11 persen ekspor komoditas berasal dari sektor nonmigas. Ini membantah mitos bahwa model pertumbuhan dalam negeri didominasi ekspor.

Keempat, pemakaian sumber daya sudah berkurang hingga 7 persen. Ini juga membantah bahwa sumber daya adalah penopang utama perekonomian.

Kelima, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh peningkatan produktivitas. Ini juga membantah bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dari pertumbuhan angkatan kerja.

Pendeta Galang Dana Dukung Partai Politik, Gerejanya Malah Kena Pajak

Sumber: The Age

Gara-gara ulah pendeta, gereja injili Catch the Fire Australia ini harus berurusan dengan tagihan pajak setelah Badan Amal Australia dan Not-For-Profits Commission mencabut ijin amal gereja tersebut. Hal ini terjadi karena ternyata selama tiga tahun belakangan ini, sang pendeta asal Sri Lanka, Daniel ‘Danny’ Nalliah telah menerima lebih dari 500 ribu dolar sumbangan dana, persepuluhan dan persembahan.

Catch the Fire adalah gereja yang berbasis di pinggiran wilayah bagian tenggara Australia ini dibangun sejak akhir tahun 1990. Tapi sejak tahun 2013, Nalliah secara resmi membangun Partai Rise Up Australia, sebagai lembaga Kristen radikal, yang anti multikultural. Dia sendiri mengajukan diri sebagai kandidat dalam pemilihan federal tahun lalu.

Dia secara terbuka mengajarkan pesan politiknya melalui mimbar dan mengumpulkan sumbangan untuk partai yang dipimpinnya itu lewat ibadah gereja.

Sebagai lembaga amal yang terdaftar, Catch the Fire mendapat keringanan pajak karena terkoneksi dengan konsesi pajak Commonwealth. Sehingga gereja ini mendapat keringanan GST, pembebasan pajak penghasilan dan potongan pajak.

Sayangnya, Badan Amal Australia dan ACNC mencabut status ijinnya dengan alasan badan amal apapun dilarang mempromosikan atau mendanai partai politik.

Namun Nalliah membantah bahwa dana amal Catch the Fire tidak pernah disalurkan untuk partai politik. Dia justru menegaskan bahwa Catch the Fire sejak semula sudah terang-terangan mengaku sebagai gereja politik. Dia juga menuturkan kalau mereka juga memisahkan urusan antara kegiatan gereja dengan kepentingan politik.

“Kami melakukan ibadah setiap hari Minggu, yang merupakan entitas yang terpisah dari amal, dan orang-orang bisa datang ke ibadah gereja dan memasukkan uang ke dalam kotak sumbangan dan mengatakan ini adalah untuk keperluan Partai Rise Up Australia,” ucap Nalliah.

Menurutnya, orang-orang yang menyumbang dana untuk amal di ibadah, mereka juga sepenuhnya tahu sumbangan itu untuk organisasi politik. “Gereja adalah tempat di mana orang memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan,” terangnya.

Sepak terjang gereja Catch the Fire

Di antara pelayanan yang dijalankan gereja Catch the Fire, gereja di Hallam itu adalah salah satu pelayanan yang berpusat pada konseling kehamilan. Gereja ini juga melakukan aksi sosial dengan memberi makan sekitar 100 keluarga setiap minggunya, mendukung dua panti asuhan di Sri Lanka dan menjalankan lebih dari 80 pertemuan doa di seluruh Australia setiap minggunya.

Gereja ini memiliki enam karyawan paruh waktu yang dibayar sebagai karyawan lepas. Nalliah bahkan mengaku dia dan istrinya sama sekali tidak digaji oleh gereja. “Kami secara sukarela melayani masyarakat,” ucapnya.

Tapi bagaimana pun, kasus pencopotan ijin amal yang dihadapi Catch the Fire masih belum selesai. Nalliah memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dan masih berkonsultasi dengan pengacaranya untuk menuntaskan masalah yang disebutnya ketidakadilan ini.

Kendati masih dalam proses hukum, komisi amal Australia menyampaikan bahwa sebuah badan amal boleh-boleh saja memperjuangkan perubahan terkait kebijakan pemerintah, tapi tidak harus mendukung partai politik tertentu, atau meminta jemaatnya untuk menyumbangkan suara mereka bagi kandidat. Dan hal itu jelas tertulis dalam undang-undang terkait organisasi amal di negara kanguru tersebut.

Sumber : Abc.net.au

Pendeta Galang Dana Dukung Partai Politik, Gerejanya Malah Kena Pajak

Sumber: The Age

Gara-gara ulah pendeta, gereja injili Catch the Fire Australia ini harus berurusan dengan tagihan pajak setelah Badan Amal Australia dan Not-For-Profits Commission mencabut ijin amal gereja tersebut. Hal ini terjadi karena ternyata selama tiga tahun belakangan ini, sang pendeta asal Sri Lanka, Daniel ‘Danny’ Nalliah telah menerima lebih dari 500 ribu dolar sumbangan dana, persepuluhan dan persembahan.

Catch the Fire adalah gereja yang berbasis di pinggiran wilayah bagian tenggara Australia ini dibangun sejak akhir tahun 1990. Tapi sejak tahun 2013, Nalliah secara resmi membangun Partai Rise Up Australia, sebagai lembaga Kristen radikal, yang anti multikultural. Dia sendiri mengajukan diri sebagai kandidat dalam pemilihan federal tahun lalu.

Dia secara terbuka mengajarkan pesan politiknya melalui mimbar dan mengumpulkan sumbangan untuk partai yang dipimpinnya itu lewat ibadah gereja.

Sebagai lembaga amal yang terdaftar, Catch the Fire mendapat keringanan pajak karena terkoneksi dengan konsesi pajak Commonwealth. Sehingga gereja ini mendapat keringanan GST, pembebasan pajak penghasilan dan potongan pajak.

Sayangnya, Badan Amal Australia dan ACNC mencabut status ijinnya dengan alasan badan amal apapun dilarang mempromosikan atau mendanai partai politik.

Namun Nalliah membantah bahwa dana amal Catch the Fire tidak pernah disalurkan untuk partai politik. Dia justru menegaskan bahwa Catch the Fire sejak semula sudah terang-terangan mengaku sebagai gereja politik. Dia juga menuturkan kalau mereka juga memisahkan urusan antara kegiatan gereja dengan kepentingan politik.

“Kami melakukan ibadah setiap hari Minggu, yang merupakan entitas yang terpisah dari amal, dan orang-orang bisa datang ke ibadah gereja dan memasukkan uang ke dalam kotak sumbangan dan mengatakan ini adalah untuk keperluan Partai Rise Up Australia,” ucap Nalliah.

Menurutnya, orang-orang yang menyumbang dana untuk amal di ibadah, mereka juga sepenuhnya tahu sumbangan itu untuk organisasi politik. “Gereja adalah tempat di mana orang memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan,” terangnya.

Sepak terjang gereja Catch the Fire

Di antara pelayanan yang dijalankan gereja Catch the Fire, gereja di Hallam itu adalah salah satu pelayanan yang berpusat pada konseling kehamilan. Gereja ini juga melakukan aksi sosial dengan memberi makan sekitar 100 keluarga setiap minggunya, mendukung dua panti asuhan di Sri Lanka dan menjalankan lebih dari 80 pertemuan doa di seluruh Australia setiap minggunya.

Gereja ini memiliki enam karyawan paruh waktu yang dibayar sebagai karyawan lepas. Nalliah bahkan mengaku dia dan istrinya sama sekali tidak digaji oleh gereja. “Kami secara sukarela melayani masyarakat,” ucapnya.

Tapi bagaimana pun, kasus pencopotan ijin amal yang dihadapi Catch the Fire masih belum selesai. Nalliah memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dan masih berkonsultasi dengan pengacaranya untuk menuntaskan masalah yang disebutnya ketidakadilan ini.

Kendati masih dalam proses hukum, komisi amal Australia menyampaikan bahwa sebuah badan amal boleh-boleh saja memperjuangkan perubahan terkait kebijakan pemerintah, tapi tidak harus mendukung partai politik tertentu, atau meminta jemaatnya untuk menyumbangkan suara mereka bagi kandidat. Dan hal itu jelas tertulis dalam undang-undang terkait organisasi amal di negara kanguru tersebut.

Sumber : Abc.net.a

Seberapa Pentingkah Nasehat dan Teguran Dalam Kehidupan Kita?

teguran

Setiap manusia pasti memiliki masa yang sukar, merasa dikecewakan, ada diposisi sulit menentukan pilihan, atau bahkan marah terhadap situasi tertentu.

Di situlah terkadang peran teman-teman, sahabat, atau bahkan orang tua dibutuhkan dalam memberi nasihat atau bahkan terguran kepada kita. Namun tak jarang, seringkali kita menganggap bahwa mereka yang memberi nasihat atau teguran itu “sok tahu” tentang apa yang kita alami. Dan akibatnya, nasihat dan teguran itu akan lalu begitu saja.

Tidak hanya nasihat teman, sahabat, dan orang tua. Bahkan mungkin kita pernah mengabaikan teguran-teguran atau nasihat Tuhan melalui Firman yang diberitakan oleh hamba Tuhan. Sebenarnya, seberapa pentingkah nasihat dalam kehidupan kita?

Kita manusia adalah terbatas

Tidak ada manusia sempurna, yang mampu hidup sendirian tanpa bantuan orang lain, yang memiliki kecerdasan tanpa adanya guru yang mendidik, yang mampu menyelesaikan masalah tanpa nasihat dari seorang pun. Setiap kita pasti memiliki keterbatasan, baik dalam pengalaman hidup, pengetahuan, dan hikmat. Itulah sebabnya kita sangat memerlukan nasihat dan teguran dari orang-orang disekitar kita.

Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup dan kapasitas pengetahuan serta karunia yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tuhan menghendaki agar kita bisa saling menolong, saling membantu, dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Bahkan saling memberi nasihat.

Nasihat adalah bentuk kepedulian

Setiap orang yang mau menyisihkan waktunya untuk menasihati kita dikala kita dirundung masalah pasti adalah orang-orang yang mengasihi dan peduli kepada kita. Bahkan terkadang ada yang menganggap orang tua mereka adalah orang tua yang “bawel” karena tidak henti-hentinya memberi nasihat. Namun, sebenarnya inilah bentuk kepedulian mereka terhadap anak-anak yang dikasihinya. Begitupun dengan Tuhan.

Seperti yang dikatakan Ibrani 12 : 6, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika Tuhan mengasihi kita dan menganggap kita sebagai anak yang dikasihi-Nya, Tuhan pasti akan memberikan nasihat-nasihat dan teguran-teguran kepada kita melalui Firman-Nya.

Teguran Datang Untuk Mengembalikan Kita kepada Allah

Nasihat yang datang juga bisa dalam bentuk teguran. Inilah yang seringkali membuat kita jengkel kepada seseorang yang memberi kita teguran. Sekalipun teguran itu bertujuan baik. Amsal 27 : 6 mengatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

Kita perlu berhati-hati. Tidak semua orang yang ada di sekitar kita memiliki maksud yang baik. Ada yang justru menjerumuskan. Namun, jika ada teman yang benar-benar peduli, saat kita melakukan kesalahan, ia pasti akan menasihati bahkan memberi teguran. Teguran seorang teman adalah baik untuk kita. Kita patut bersyukur jika memiliki teman seperti ini. Karena teman seperti inilah yang membantu kita kembali mendekat kepada Allah.

Beberapa poin diatas menunjukkan betapa pentingnya nasihat dalam kehidupan kita. Bayangkan jika tidak ada seorang pun yang mau menasihati atau menegur saat kita berbuat dosa, saat kita merasa dikecewakan, saat situasi kita benar-benar sulit.

Pasti kita merasa tidak ada seorang pun yang peduli kepada kita. Kita perlu bersyukur bahwa orang-orang di sekitar kita masih mau memberi kita nasihat. Oleh sebab itu, saat diberikan nasihat atau teguran. Kita harus mau menerimanya dengan lapang hati karena hal itu adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Seperti yang dikatakan Amsal 15:5, “Orang bodoh menghina didikan ayahnya, tetapi siapa memelihara teguran adalah bijak.” Seperti pesan yang datang kepadaku pagi ini, “Teguran, komentar, nasihat dengan cara apapun, terimalah dengan hati yang rela sehingga kita bisa semakin baik dan terus menjadi berkat.”

3 Cara Mudah dan Cepat Jadi Berkat Untuk Orang Lain

Dalam banyak kesempatan, Tuhan Yesus selalu mengutus kita untuk saling mengasihi, melayani dan memberi berkat. Dari tiga perintah itu, mari kita menyoroti bagian “memberi berkat”. Sobat, Apakah hidup kita sudah memberkati orang lain? Perlu diingat bahwa memberkati orang lain sejatinya bisa dilakukanmelalui banyak hal, kamu bisa memulainya dengan cara yang sederhana.

Namun yang pasti, kamu harus melakukannya dengan tulus dan motivasi yang tepat. Dan berikut ini adalah 3 cara paling mudah dan cepat jadi berkat untuk orang lain.

Bagikan Renungan, Firman Tuhan atau artikel Rohani Setiap Hari

Dunia semakin canggih, kita dapat berkomunikasi dengan mudah melalui aplikasi chatting ataupun sosial media. Oleh sebab itu, kita bisa menggunakan beragam media itu untuk memberkati orang lain. Kamu bisa dengan mudah menemukan renungan, firman Tuhan ataupun artikel rohani di internet.

Generasihero.com juga terus mengupdate artikel rohani setiap harinya, sehingga kamu bisa membagikan setiap artikel ataupun firman Tuhan kepada teman, sahabat, keluarga, saudara bahkan kepada orang yang mungkin belum kamu kenal. Cara ini memang terdengar sederhana, namun sesungguhnya sanggup berdampak besar untuk orang lain. Jadilah berkat hanya dalam hitungan detik saja.

Berikan Donasi Sesuai Dengan Kemampuanmu

Jangan habiskan uang dalam dompet atau tabunganmu hanya untuk dirimu sendiri. Dengan berbagi kamu juga bisa menjadi berkat untuk orang lain. Sisihkan sedikit uangmu untuk membantu atau menolong orang lain. Ada banyak aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk berbagi berkat salah satunya adalah Kitabisa.com.

Melalui aplikasi tersebut kamu bisa berbagi sedikit uangmu untuk menolong orang miskin, orang sakit ataupun orang-orang yang membutuhkan bantuan lainnya. Berilah sesuai dengan kemampuanmu, dengan begini kamu juga sudah menjadi berkat untuk orang lain.

Mengucapkan Kata-Kata Yang Membangun

Sebuah pepatah mengatakan “Your Word Creates Your World”. Ya, kata yang kita ucapkan sanggup menciptakan situasi atau kondisi yang akan kita alami. Senada dengan hal itu, setiap kata yang keluar dari mulut kita juga mampu mengubah kehidupan orang lain.

Dengan mengucapkan kata-kata yang membangun, hidup seseorang akan terberkati. Kamu dapat dengan mudah menemukan kata-kata yang membangun di Alkitab atau sumber lainnya. Tak perlu puitis, kamu hanya perlu ketulusan. Dengan begini kamu juga sudah memberkati orang lain.

Seberapa Pentingkah Nasehat dan Teguran Dalam Kehidupan Kita?

teguran

Setiap manusia pasti memiliki masa yang sukar, merasa dikecewakan, ada diposisi sulit menentukan pilihan, atau bahkan marah terhadap situasi tertentu.

Di situlah terkadang peran teman-teman, sahabat, atau bahkan orang tua dibutuhkan dalam memberi nasihat atau bahkan terguran kepada kita. Namun tak jarang, seringkali kita menganggap bahwa mereka yang memberi nasihat atau teguran itu “sok tahu” tentang apa yang kita alami. Dan akibatnya, nasihat dan teguran itu akan lalu begitu saja.

Tidak hanya nasihat teman, sahabat, dan orang tua. Bahkan mungkin kita pernah mengabaikan teguran-teguran atau nasihat Tuhan melalui Firman yang diberitakan oleh hamba Tuhan. Sebenarnya, seberapa pentingkah nasihat dalam kehidupan kita?

Kita manusia adalah terbatas

Tidak ada manusia sempurna, yang mampu hidup sendirian tanpa bantuan orang lain, yang memiliki kecerdasan tanpa adanya guru yang mendidik, yang mampu menyelesaikan masalah tanpa nasihat dari seorang pun. Setiap kita pasti memiliki keterbatasan, baik dalam pengalaman hidup, pengetahuan, dan hikmat. Itulah sebabnya kita sangat memerlukan nasihat dan teguran dari orang-orang disekitar kita.

Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup dan kapasitas pengetahuan serta karunia yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tuhan menghendaki agar kita bisa saling menolong, saling membantu, dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Bahkan saling memberi nasihat.

Nasihat adalah bentuk kepedulian

Setiap orang yang mau menyisihkan waktunya untuk menasihati kita dikala kita dirundung masalah pasti adalah orang-orang yang mengasihi dan peduli kepada kita. Bahkan terkadang ada yang menganggap orang tua mereka adalah orang tua yang “bawel” karena tidak henti-hentinya memberi nasihat. Namun, sebenarnya inilah bentuk kepedulian mereka terhadap anak-anak yang dikasihinya. Begitupun dengan Tuhan.

Seperti yang dikatakan Ibrani 12 : 6, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika Tuhan mengasihi kita dan menganggap kita sebagai anak yang dikasihi-Nya, Tuhan pasti akan memberikan nasihat-nasihat dan teguran-teguran kepada kita melalui Firman-Nya.

Teguran Datang Untuk Mengembalikan Kita kepada Allah

Nasihat yang datang juga bisa dalam bentuk teguran. Inilah yang seringkali membuat kita jengkel kepada seseorang yang memberi kita teguran. Sekalipun teguran itu bertujuan baik. Amsal 27 : 6 mengatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

Kita perlu berhati-hati. Tidak semua orang yang ada di sekitar kita memiliki maksud yang baik. Ada yang justru menjerumuskan. Namun, jika ada teman yang benar-benar peduli, saat kita melakukan kesalahan, ia pasti akan menasihati bahkan memberi teguran. Teguran seorang teman adalah baik untuk kita. Kita patut bersyukur jika memiliki teman seperti ini. Karena teman seperti inilah yang membantu kita kembali mendekat kepada Allah.

Beberapa poin diatas menunjukkan betapa pentingnya nasihat dalam kehidupan kita. Bayangkan jika tidak ada seorang pun yang mau menasihati atau menegur saat kita berbuat dosa, saat kita merasa dikecewakan, saat situasi kita benar-benar sulit.

Pasti kita merasa tidak ada seorang pun yang peduli kepada kita. Kita perlu bersyukur bahwa orang-orang di sekitar kita masih mau memberi kita nasihat. Oleh sebab itu, saat diberikan nasihat atau teguran. Kita harus mau menerimanya dengan lapang hati karena hal itu adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Seperti yang dikatakan Amsal 15:5, “Orang bodoh menghina didikan ayahnya, tetapi siapa memelihara teguran adalah bijak.” Seperti pesan yang datang kepadaku pagi ini, “Teguran, komentar, nasihat dengan cara apapun, terimalah dengan hati yang rela sehingga kita bisa semakin baik dan terus menjadi berkat.”

 

5 Sosok Wanita Setia Dalam Alkitab

setia

Di zaman now, kesetiaan semakin jarang ditemui. Malahan, kita semakin sering mendengar sederet kasus pasangan suami-istri bercerai karena adanya pihak ketiga. Tidak hanya dalam hal pasangan, namun ketidaksetiaan ini juga terjadi pada hal-hal lain seperti melayani pekerjaan Tuhan di gereja.

Seperti halnya dosa lainnya, ketidaksetiaan adalah keputusan yang tidak benar di mata Tuhan. Pada hakikatnya, Tuhan menginginkan kita untuk terus setia kepada teman, orang tua, pasangan, dan terlebih lagi kepada-Nya. Jangan sampai kita mendua hati!

Di dalam Alkitab, sebenarnya ada banyak tokoh yang menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Tuhan. Namun, pada kesempatan kali ini Generasihero hanya akan membahas 5 tokoh wanita setia yang mungkin bisa menjadi teladan bagi para kaum hawa atau bahkan bisa jadi tolak ukur bagi para kaum Adam ketika mencari sosok “penolong yang sepadan”.

MARIA (Ibu Yesus)

Maria, ibu Yesus adalah tokoh yang begitu setia terhadap perintah Tuhan. Ia dikenal sebagai sosok yang takut akan Tuhan dan terus menaruh rasa percaya-nya hanya kepada Allah.

Lukas 1: 38 mengatakan “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Dia.” Melalui ayat tersebut tampak jelas bahwa Maria adalah wanita yang taat dan setia akan perintah Tuhan. Sekalipun orang lain berpikir negatif tentangnya (mengandung saat belum bersuami), Maria tidak ragu untuk mengambil keputusan untuk tetap taat dan setia.

RUT

Kisah Rut pasti tidak asing lagi bagi kita semua. Sekalipun suaminya telah mati, ia tetap menemani Naomi dengan penuh kesetiaan. “Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamu lah bangsaku dan Allahmu lah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!” (Rut 1: 16). Begitu besar kesetiaan Rut yang ia tunjukkan kepada Naomi. Sekalipun dalam keadaan sulit. Ia tidak meninggalkan Naomi seorang diri.

ELISABET

Elisabet adalah ibu dari Yohanes Pembaptis. Elizabet memiliki suami bernama Zakharia. Mereka telah menikah begitu lama. Namun sampai kepada usia senja pun mereka belum dikaruniai seorang anak. Saat malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakharia, dan mengatakan bahwa istrinya akan mengandung, Zakharia tidak mempercayainya karena mereka telah lanjut usia. Karena ketidakpercayaan-nya, Zakharia ditegur malaikat Gabriel dan seketika ia menjadi bisu.

Elisabet pun mengandung di usia senja. Saat Maria mengunjungi Elisabet, bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus. Akan kah kita akan tetap menunggu dengan setia seperti Elisabet saat merasa doa-doa kita tidak kunjung di jawab oleh Tuhan?

HANA

Hampir sama seperti kisah Elisabet. Hana telah menikah dengan Elkana, namun tak kunjung dikaruniai anak. Sehingga Penina (Istri Elkana yang lainnya) kerap kali menghina dirinya. Namun Hana pun tidak menyerah, ia terus berdoa kepada Tuhan dan ia pun bernazar, apabila Tuhan memberikan seorang anak kepadanya, ia akan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya.

Doa dari Hana dikabulkan oleh Tuhan. Ia melahirkan seorang anak laki-laki bernama Samuel. Seperti nazar yang telah diucapkannya, Hana menepati semuanya. Ia memberikan anaknya satu-satunya kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah selama ini kita selalu setia terhadap janji yang sudah kita buat untuk sesama ataupun untuk Tuhan? Atau kita malah mencari-cari alasan untuk menghindari janji kita?

MARIA (Saudara Marta)

Berbeda dengan poin yang pertama, Maria di poin ini adalah Maria saudara Marta. Lukas 10: 39 mengatakan “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,”

Maria setia untuk duduk diam mendengarkan setiap Firman yang disampaikan Yesus ketika berkunjung kerumahnya. Maria dengan sungguh hati dan dengan setia melayani Tuhan. Apakah kita telah melakukannya dalam keseharian kita? apakah kita telah setia mendengar perkataan-Nya yang baik itu melalui Firman yang disampaikan dalam ibadah di gereja maupun saat kita membaca Firman Tuhan di rumah ?

Itulah 5 wanita yang memberikan teladan baik kepada kita semua. Masih banyak tokoh Alkitab yang bisa kita contoh cara hidupnya yang berkenan kepada Tuhan.

Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita setia terhadap semua perintah Tuhan seperti Maria ibu Yesus? Apakah kita setia terhadap orang tua, saudara, sahabat, sesama kita seperti Rut? Apakah kita setia menunggu jawaban atas setiap doa-doa kita seperti Elisabet? Apakah kita setia terhadap janji-janji yang kita buat seperti Hana? Apakah kita setia mendengar Firman

Recent Posts