Home Blog Page 164

Mengandung Empat Anak Kembar, Dengan Penuh Iman Ibu Ini Tolak Aborsi

mengandung-empat-bayi

Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya Amy hamil dan mengandung anak. Tentu kabar ini disambut dengan perasan gembira oleh keluarganya. Namun, masalah datang ketika dokter mendapati ada empat detak jantung pada janinnya tersebut. Itu artinya terdapat empat anak kembar yang tengah dikandung oleh Amy.

Tim Medis dan dokter menyarankan untuk melakukan Aborsi karena jika dipaksakan akan beresiko untuk nyawa dan keselamatan Amy. Bahkan, tak menutup kemungkinan juga keempat bayinya mati atau lahir dengan tidak sempurna.

Namun yang mengejutkan, wanita 35 tahun tersebut menolak untuk melakukan Aborsi dan bertekad untuk melahirkan anak-anaknya. Orang terdekat Amy dan keluarganya meminta Amy untuk memikirkan hal itu kembali. Tapi, Amy tetap menolak dan tetap pada pendiriannya. “semua resiko itu tidak sebanding dengan sukacita yang saya rasakan ketika saya mendengar detak jantung anak-anak ini”, terang Amy.

Pada minggu ke-8, perut Amy semakin membesar. Ia harus meninggalkan pekerjaan dan berbaring di tempat tidur. Amy merasakan sakit yang luar biasa, bahkan sempat mengalami kontraksi. Namun, dokter menjahit leher rahim agar bayi tersebut tidak lahir secara prematur.

Pada minggu ke-12, Amy resmi dirawat di rumah sakit. Ia merasa tubuhnya seperti dicabik-cabik. Timbul pikirannya untuk membatalkan kelahiran anaknya tersebut, tapi pikiran negatif itu seketika hilang setelah mendengar detak jantung dari anak-anaknya.

Melihat keadaan Amy yang semakin parah, Dokter mengambil keputusan untuk melakukan C-Section atau proses melahirkan secara Caesar. Setelah berhasil melakukan proses operasi, Dokter langsung membawa empat bayi tersebut ke inkubator di NICU. Amy tidak memiliki waktu untuk memeluk dan melihat bayi-bayinya tersebut.

Hari berganti hari, akhirnya Amy pulih. Namun, sayangnya satu malaikat kecilnya , Delaney tak sanggup bertahan hidup dan harus pulang ke rumah Bapa. Sementara tiga adiknya, masih bertahan hidup hingga saat ini. Mereka adalah Camden, dan dua gadis bernama Sydney dan Sadie. Saat ini mereka telah berusia empat tahun dan harus menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat kelahiran prematur nya.

Meski begitu Amy sama sekali tidak menyesal atas keputusan yang telah diambilnya. Amy memiliki keyakinan bahwa anak-anaknya akan sembuh dan hidup sehat di masa depan. Amy percaya bahwa Tuhan memiliki maksud dan rencana yang indah dari semua masalah yang dialaminya. “Anak-anak ini telah memberikan arti hidup kepada saya,” kata Amy. “Mereka telah mengajarkan saya betapa berharganya setiap waktu dalam hidup ini. Ini adalah amanat yang besar bagi saya untuk menjadi ibu mereka,” tambahnya.

Sobat, menyerah bukanlah pilihan. Kita wajib percaya bahwa segala sesuatu yang diizinkan Tuhan pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Amy, mengajarkan kepada kita bahwa apa yang tidak mungkin bagi dunia, Mungkin bagi Tuhan. Kini ia membesarkan anak-nya dengan penuh iman dan rasa berserah kepada Tuhan. Semoga kisah ini menjadi berkat untukmu. Dan ingat, jangan pernah menyerah karena kita memiliki TUHAN YESUS. Kasih dari Allah Bapa memberkati kamu sekalian.

Sumber: generasihero

5 Perintah Tuhan Yesus Yang Wajib Kamu Laksanakan!

 

Perintah-Tuhan-Yesus

Dalam kunjungan yang dilakukannya 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus telah meninggalkan jejak yang kekal yakni pengajaran, perintah bahkan ia telah membuka tabir dan rahasia kerajaan Surga. Mungkin dunia tidak mengenal Dia, namun Dia adalah kebenaran yang hakiki.

Kita wajib bersyukur karena kita mengenalnya sebagai pribadi yang sempurna dan pribadi yang layak disembah. Yang menjadi pertanyaan, apakah kamu benar-benar mengasihinya? Jika jawaban isi hatimu adalah “iya”, maka kamu wajib melakukan 5 perintah Tuhan berikut ini.

Saling Melayani (Lukas 22:26)

mambasuh-kaki

Tuhan tidak pernah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang angkuh dan sok berkuasa. Namun, ia menghimbau kita untuk selalu merendahkan diri di hadapan Allah Bapa. Senada dengan hal itu, Tuhan Yesus selalu menekankan kepada kita untuk saling melayani satu sama lain. “Siapa yang memimpin ia harus melayani”, begitu tegas Tuhan Yesus. Sikap saling melayani jika dipupuk dengan benar, akan membuahkan hasil yang luar biasa indah.

Saling Mengampuni (Matius 6:14)

mengampuni

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, secara otomatis kita sudah tertular oleh dosa tersebut. Tak ayal kita sering melakukan kesalahan, karena ada banyak pikiran negatif yang melingkupi kehidupan kita. Seringkali kita sesama manusia saling menyakiti, entah itu melalui tindakan atau melalui lidah.

Maka dari itu, Tuhan menuntut kita untuk saling mengasihi satu sama lain. Jangan pernah gengsi untuk berkata ‘maaf’ dan jangan menahan diri untuk berkata ‘iya, aku memaafkanmu’. Sebab pada dasarnya, kita membutuhkan pengampunan dari Tuhan. Seperti firman-Nya, ampunilah maka kamu akan diampuni.

Saling Mengasihi (Mat 22: 39)

saling-mengasihi

Jika dalam perjanjian lama, Allah melalui Musa telah mem-wahyukan hukum taurat, di perjanjian baru Allah melalui anak-Nya sendiri menyederhanakan hukum tersebut. Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita untuk mengasihi Tuhan. Karena dengan mengasihi Tuhan kita akan menghindari larangan-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Perintah kedua adalah saling mengasihi sesama seperti diri sendiri. Lebih dari itu, Dia menghimbau kita untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka. Sebarkan lah kasih Tuhan melalui hidupmu, sebab Tuhan telah mengasihi kita terlebih dahulu.

Menjalin Hubungan Yang Erat Dengan-Nya (Matius 12: 50)

Dunia dan iblis berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan kita dari Tuhan. Namun kita harus bisa menangkal akal busuk dari musuh kita dengan terus menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan. Kita dapat mempererat hubungan dengan membangun mezbah doa setiap hari dengan-Nya, membaca firman-Nya dan mengutamakan-Nya di semua aktivitas hidup kita. Put God first!

Menyebarkan Kebenaran-Nya (Matius 28: 19)

menyebarkan-kebenaran-Nya

Ketika hidup kita telah berakar di dalam Tuhan. Kita harus berbuah dan berdampak bagi orang lain dan dunia. Kini kita telah menjadi laskar Tuhan yang harus menyatakan kebenaran-Nya ke seluruh penjuru dunia. Kebenaran-Nya itu seperti api yang tak pernah padam, matahari yang tak pernah berhenti bersinar, dan langit yang tak terukur luasnya.

Sumber: generasihero

Berkat Doa Penderita Autoimun ini Punya Harapan Untuk Sembuh

mikayla-grace

Mikayla Grace gadis berumur 21 tahun ini adalah gadis yang tau benar bahwa setiap hari adalah anugerah. Grace menderita penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjadi benteng bagi tubuh malah menyerang sel-sel sehat yang ada di dalam tubuhnya.

Masalah kesehatannya dimulai saat usianya 16 tahun dan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Setelah dirawat di rumah sakit, akhirnya pada bulan September tahun 2016, Grace menerima alat pacu jantung yang dipasang di dalam tubuhnya. Setelah menghabiskan 1 minggu di rumah sakit dia bisa pulang ke rumah, keadaan Grace tampak membaik, namun kemudian dia merasakan sakit saat alat pacu jantungnya bekerja.

“Dalam 2 hari aku dinonaktifkan 100%. Tidak bisa bergerak, makan, minum, atau pergi ke kamar mandi. Aku juga tidak bisa berbicara dengan benar, setiap kata yang ku ucapkan akan menghasilkan kata yang sama sekali berbeda dan tidak terkait. Aku berbaring di sana selama berhari-hari dan sebagian diriku tau bahwa aku sedang sekarat,” Tulis Grace di akun facebooknya.

Grace dibawa ke rumah sakit dalam keadaan yang hampir tidak responstif. Setelah tinggal beberapa hari di rumah sakit, Grace pun dipindahkan ke rumah sakit lain. Dokter mengklaim bahwa katub jantung (alat pacu jantung)  yang telah dipasang secara implan tersebut terinfeksi.

“Apa yang seharusnya menyelamatkanku hampir membunuhku?”  pungkasnya.

Dokter bekerja dengan cepat untuk melepaskan alat pacu jantungnya yang terinfeksi. Sayangnya hal itu membawa masalah lain, yaitu emboli paru (penyumbatan pembuluh di paru-paru akibat lepasnya gumpalan sumbatan pada pembuluh darah balik di bagian tubuh lain).Tubuhnya dengan cepat mulai gagal dalam waktu 48 jam.

Alat pacu jantungnya di bawa keluar, tapi masalahnya belum selesai.

Tepat saat kondisi Grace membaik dia mulai terserang demam. Dia menulis bahwa dokternya merasa tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk membantunya.

“Mereka masuk ke kamarku,dengan wajah yang terlihat putus asa bahkan tidak bisa menjanjikan semuanya akan membaik, jadi mereka melipat tangan dan berdoa.”  Tulisnya.

Grace hanya ingin pulang ke rumah. Akhirnya dokter melakukan operasi lain, yang memungkinkan kondisi Grace untuk menerima perawatan di rumah.

“Aku mensyukuri setiap natal, waktu bersama keluarga dan teman-temanku yang sangat berharga. Sejak menderita penyakit ini hal yang paling penting bagiku sekarang adalah untuk menghidupi hidupku dan melakukan hal-hal yang membuatku bahagia.” tulis Grace

Meskipun Grace tidak disembuhkan dari penyakit autoimun berat yang parah dan hatinya masih belum sepenuhnya membaik, sekarang Grace bertahan dan berjuang keras untuk kehidupannya.

Grace menulis bahwa akhirnya setelah 2 bulan yang panjang dan menyiksa, dia menerima alat pacu jantung pengganti. Tiga bulan kemudian dia belum memiliki masalah dengan hal itu.

mikayla-grace-tatto

“Bahkan ketika aku masih merasakan penderitaan, aku masih bisa melewati  hari-ku dengan baik. Hal itu menunjukkan kepadaku  bahwa aku memiliki kekuatan yang begitu besar dalam hidupku yang bahkan tidak pernah ku sadari sebelumnya.” Tulisnya.

Karena kekuatannya menghadapi penyakit yang ia derita, Grace mendapat tato sebagai pengingat akan apa yang telah ia alami.

Sobat, doa mungkin tidak mengubah keadaanmu. Yakinlah, Dia memiliki rencana yang lain untuk hidupmu, tidak peduli apa penyakitmu dan bagaimana keadaanmu, Yesus selalu berjalan bersama mu. Dia ada di sana untuk memberi mu kekuatan dan harapan yang baru.

Sumber: generasihero

Mengapa Orang Kristen Biasanya Kaya, Berikut Alasannya. Baca dan Bagikan

Biasanya orang kristen kaya-kaya. Negara yang mayoritas kristen juga kaya raya. Penemuan teknologi juga biasanya banyak di negara yang mayoritas kristen.

Tapi pertanyaannya, apakah ini benar? Benarkah orang kristen biasanya kaya raya? Atau setidaknya sebagian besar mereka lebih sukses dan kaya serta bahagia.

Jawabannya adalah tidak.

Tapi mengapa orang kristen bisa lebih sukses, lebih bahagia dan kaya?

Angelique Widjaya, seorang petenis profesional pernah ditanya oleh wartawan apa yang menjadi kunci rahasia suksesnya sampai menjadi petenis muda internasional, dan dia menjawab ada 3 hal.

Ketekunan

Kerja keras

Dan Berkat Tuhan

Jika orang lain yang belum kenal Tuhan mereka kerja keras dan tekun, maka mereka juga akan berhasil. Karena bagaimanapun juga selalu ada upah atau hasil bagi setiap orang yang tekun dan bekerja keras, yaitu kesuksesan.

Jika begitu, apa yang menjadi perbedaan antara orang kristen dan bukan orang kristen?

Yang menjadi perbedaan adalah :

  • Sumber berkatnya
  • Tujuan berkatnya

Sumber berkatnya disini adalah bahwa kita mengerti semua berkat baik itu kesehatan dan kekayaan semua berasal dari Tuhan. Bahkan Tuhan menyatakan dalam Mazmur 127:2 “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”

Nah artinya adalah bahwa sebagai orang kristen kita tidak harus mengejar uang sampai mengorbankan waktu hubungan kita dengan Tuhan, waktu ibadah kita, waktu tidur kita, waktu kita bersama keluarga dan lain-lain.

Mengapa?

Karena Tuhan akan memberikannya kepada kita bahkan sudah menyiapkannya saat kita sedang tidur. Itulah mengapa orang kristen seharusnya tidak hanya kaya, tapi juga bahagia dan sehat.

Tujuan berkatnya yang dimaksudkan disini adalah bahwa Tujuan Tuhan memberkati kita bukanlah untuk menaikkan taraf hidup kita, melainkan menaikkan taraf pemberian kita.

Ingat bahwa Tuhan menginginkan kita tidak hanya diberkati namun lebih dari itu adalah menjadi saluran berkat bagi orang lain. Artinya harta yang kita punya kita harus persembahkan kembali kepada Tuhan melalui persepuluhan, dan persembahan khusus misalnya untuk misi, anak yatim piatu dan lain sebagainya.

Jadi jika kita sebagai orang kristen yang telah ditebus oleh darah Yesus mengerti alasan mengapa kita diberkati, dan siapa yang memberkati kita, serta ditambah dengan kerja keras dan ketekunan, kamu tahu apa hasilnya?

Kita akan diberkati dan menjadi kaya!

Sumber: pertolongan-yesus

Sadis! 5 Orang Kristen Pakistan Diserang Massa Saat Membangun Tembok Gereja

Kejadian mengerikan dialami para pekerja bangunan saat sedang memperbaiki tembok gereja Pakistan Gospel di desa Yousufwala,sekitar pinggiran kota Punjabi, Sahiwal. Segerombol orang tiba-tiba datang dan menyerang mereka pada hari Minggu, 4 Maret 2018. Akibatnya, lima diantaranya mengalami luka-luka.

George Masih, salah seorang pelayan gereja, mengatakan bahwa saat kejadian dirinya tepat berada di lokasi kejadian untuk mendampingi para pekerja itu. Sembari melakukan hal itu, dia dan jemaat juga sedang berdoa di dalam gereja. Tapi sesaat kemudian, mereka mendengar teriakan dan melihat puluhan orang lengkap dengan kapak dan tongkat mendatangi gereja. Saat itulah mereka mulai panik dan jadi sasaran serangan massa tersebut.

Sementara pendeta gereja itu Cecil Daniel menyampaikan serangan itu dipicu oleh perselisihan pembangunan tembok gereja di atas lahan yang masih memicu perselisihan. Para massa menilai tembok gereja itu dibangun di atas tanah seorang penganut agama lain bernama Tufail Rao. Dia pun keberatan dengan tindakan gereja yang tanpa ijin mengambil tanah miliknya.

Sementara pendeta Daniel menegaskan sudah mendapat ijin resmi untuk membangun tembok gereja tersebut sejak tiga tahun yang lalu. “Para penyerang menyuruh kami berhenti membangun tembok karena tanah itu milik mereka. Tapi kami mengatakan kepada mereka bahwa itu milik gereja. Saat itulah mereka mulai menyerang kami. Para wanita mencoba untuk melerai tapi mereka justru dipukuli dan pakaian mereka dirobek,” ucap pendeta Daniel.

Akibat kejadian itu, lima orang jadi korban dan segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara kondisi gereja rusak berat, khususnya bagian tembok gereja.

Setelah kejadian, pihak gereja pun membuat laporan kepada pihak kepolisian dan segera melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku penyerangan.

Untuk diketahui, konflik antara Kristen dan agama mayoritas di Pakistan memang semakin panas. Hal ini makin terbukti dari data statistik yang menunjukkan bahwa Pakistan adalah negara kelima terburuk yang rentan melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. Tak heran kalau pembangunan gereja di sana selalu mengundang penolakan dari warga setempat.

Sumber: jawaban

Setelah Membaca Kisah Inspiratif Ini, Masih Mau Pacaran Beda Agama?

Renungan harian hari ini akan mengajak Anda untuk menikmati kisah inspiratif tentang pacaran beda agama. Mari kita simak!

Ada seorang pria Kristen yang menyukai seorang wanita beragama lain yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Ia melihat kecantikan yang terpancar dari hati wanita ini. Wanita ini adalah wanita yang baik dan sangat taat pada agama yang dianutnya.

Pria ini berpandangan ia bisa menginjili wanita itu dengan cara berpacaran dengannya. Lalu, ia melakukan pendekatan pada wanita itu. Akhirnya, pria itu berhasil merebut hati wanita itu hingga akhirnya berhasil berpacaran dengannya.

Selama pacaran, pria itu berusaha mencoba menginjilinya.

“Sayang, kamu mau gak jadi Kristen biar agama kita sama?” tanya pria itu.

“Iya nanti ya aku pikirkan dulu,” sahut wanita itu.

Ia selalu menanyakan hal itu berulang-ulang sambil menceritakan kepadanya tentang Yesus. Namun, wanita itu sama sekali tidak mau menerima penjelasannya karena baginya agama Kristen tidak masuk akal. Alasan utamanya adalah ia tidak percaya Allah memiliki anak.

Setahun berlalu, ia mencoba menanyakannya kembali. Namun, wanita itu tetap memegang teguh agama yang dianutnya. Akhirnya, pria itu berkonsultasi dengan seorang pendeta yang ada di gerejanya.

“Pak Pendeta, boleh gak sih pacaran beda agama?” tanya pria itu.

“Gak boleh dong,” jawab pendeta itu.

“Kenapa gak boleh? Bukannya Yesus mengajarkan kita untuk tidak membeda-bedakan orang menurut agamanya?”

“Tepat sekali!”

“Lalu, kenapa gak boleh?”

“Jika kamu mau berteman, kamu bisa berteman dengan siapa saja tanpa harus membeda-bedakan agama. Tapi, untuk pasangan hidup, kamu tidak bisa begitu.”

“Kenapa? Apa salahnya beda agama? Tuhan Yesus juga tidak membuat agama, kan?”

“Tepat sekali! Tapi, pasangan hidup itu adalah orang yang akan mendampingi kamu sampai kamu mati. Ia adalah partner hidupmu.”

“Lalu, apa salahnya kalau partner hidup saya itu beda agama?”

“Kalau beda agama, kamu tidak akan bisa bekerja sama dengan partner hidupmu untuk melayani Tuhan. Itu karena partner hidupmu tidak mau mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.”

“Ya, sudah. Kalau begitu, saya bisa menginjili dia supaya masuk agama Kristen, kan?”

“Kebanyakan gagal. Ada yang berhasil tapi kebanyakan gagal. Sekalipun berhasil, belum tentu hidupnya benar-benar membuktikan ia mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.”

“Oh begitu. Jadi harus bagaimana Pak Pendeta?”

“Ya, jangan pacaran beda agama! Orang yang benar-benar mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pasti akan memilih pasangan hidup yang seiman. Yang seiman aja belum tentu hidupnya sudah benar kok.”

“Oh begitu, ya Pak Pendeta. Berarti, kalau ada orang Kristen yang memilih pasangan hidup yang beda agama, itu menunjukkan dia tidak benar-benar mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dong?”

“Bisa jadi.”

“Waduh, berarti saya termasuk orang Kristen yang seperti itu.”

“Ya, bertobatlah!”

“Tapi, saya sudah terlanjur mencintainya, Pak.”

“Kamu lebih mencintai Tuhan Yesus yang sudah mati untukmu atau lebih mencintai wanita yang tidak mau mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?”

“Saya bingung, Pak.”

Lalu, pria itu menjadi sangat menyesal dan menangis tersedu-sedu karena ia sudah terlanjur mencintai wanita yang berbeda agama itu. Ia berada di antara dua pilihan, Tuhan Yesus atau wanita itu. Semoga terinspirasi. Tuhan Yesus memberkati.

Jodoh Kristen sulit ditemukan? Inilah cara terampuh untuk menemukannya

menemukan jodoh kristen

Jodoh Kristen sulit ditemukan? Renungan harian kali ini akan menjawab persoalan Anda mengenai bagaimana Anda bisa menemukan jodoh Kristen, yang tentunya sama-sama beragama Kristen. Namun, sebenarnya orang yang beragama Kristen saja tidak cukup. Anda harus menemukan jodoh yang beragama Kristen dan meneladani hidup Yesus Kristus.

Tulisan kali ini terinspirasi dari betapa sulitnya orang Kristen menemukan lawan jenis yang juga beragama Kristen di negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Kristen. Sebenarnya, jika orang itu bukan beragama Kristen, sudah jelas ia bukan jodoh kita. Bagi saya, itu harga mati.

Namun, kenyataannya saya seringkali menjumpai kasus orang-orang Kristen yang berpacaran dengan orang yang berbeda agama. Ini membuktikan bahwa peluang orang-orang Kristen Indonesia untuk bertemu dengan lawan jenis yang seagama benar-benar sangat sulit.

Jangankan yang seagama, menemukan lawan jenis yang benar-benar mengikut Yesus pun jauh lebih sulit. Jadi, intinya menemukan siapa jodoh Kristen kita memang sangat sulit. Oleh karena itu, kita benar-benar harus bergantung kepada Tuhan.

Saudaraku, jodoh kita itu hanya satu. Ia berada di antara berjuta-juta lawan jenis yang ada. Jadi, memang sangat logis menemukan jodoh itu sangat sulit. Tidak heran, banyak orang Kristen yang mengambil jalan pintas dengan menggunakan biro jodoh Kristen untuk menemukan jodohnya.

Apakah orang Kristen bisa menemukan jodohnya melalui biro jodoh Kristen?

Menurut saya, bisa-bisa saja kita menemukan jodoh kita melalui biro jodoh. Namun, itu adalah tindakan yang tidak natural. Secara natural, seharusnya seorang Kristen tidak perlu mencari-cari jodohnya.

Ia cukup menjalani hidup seperti biasanya dan memiliki pergaulan yang luas. Saya yakin suatu saat Tuhan sendirilah yang mempertemukannya dengan jodoh yang sebenarnya.

Hal ini sudah saya alami sendiri. Ketika saya berusaha mencari-cari jodoh, saya malah mendapatkan lawan jenis yang salah. Artinya, saya memaksakan orang itu untuk menjadi pasangan saya.

Saya memaksakan jodoh saya sendiri. Namun, ketika saya menjalani hidup seperti biasanya. Tuhan malah mempertemukan saya dengan jodoh saya yang sebenarnya.

Mungkin Anda akan bertanya, “Bagaimana cara mengetahui itu jodoh dari Tuhan?” Saya bisa mengetahui orang itu adalah jodoh dari Tuhan setelah saya mengetahui tanda-tandanya. Silahkan baca tulisan saya tentang 3 tanda jodoh dari Tuhan.

Apakah jodoh dari Tuhan adalah orang yang sempurna?

Ingat, jodoh dari Tuhan itu tidak harus orang yang sempurna! Ia bisa jadi orang yang sangat tidak sempurna tetapi hanya orang itulah yang benar-benar cocok dengan siapa kita. Inilah yang dinamakan jodoh Kristen. Selamat menunggu Tuhan mempertemukan Anda dengan jodoh Anda. Amin.

Kisah Pilu Putri, Pengantin Baru yang Ditinggal Suami karena Kanker, Begini Perjalanan Cinta Mereka

Kisah pilu Dyah Putri Utami yang ditinggal sang suami, Reksa Wibawa, mendadak menjadi viral.

Baru 6 bulan menikah, Putri harus kehilangan suaminya yang meninggal terkena penyakit kanker.

Kesedihan ditinggal suami dibagikan Putri di akun Facebook dan Instagram miliknya.

Reksa berjuang melawan penyakitnya selama beberapa bulan terakhir ditemani oleh Putri.

Sebagai pasangan pengantin baru, keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit lantaran kondisi Reksa yang semakin memburuk.

Pada awalnya dokter mendiagnosa Reksa terkena tumor jinak yang bisa segera dioperasi.

Namun, perkembangan tumor yang diderita Reksa sangat cepat hingga dokter menyatakan suami Putri menderita kanker stadium 4.

Reksa menderita kanker jenis Gemscell yang disebabkan oleh keturunan.

Saat berada di rumah sakit, tampak Reksa masih bisa ceria dan bercanda bersama Putri.

Sumber: tribunnews

Kisah Seorang Ateis Menemukan Yesus

laki-laki-depresi

Lee Strobel adalah seorang jurnalis profesional, ia lahir di Arlington Heights, Amerika pada tahun 1952. Sejak kecil ia tidak pernah percaya akan keberadaan Tuhan. Ya, Strobel memutuskan untuk menjadi seorang ateis.

Bicara soal karier, Strobel cukup sukses di dunia jurnalistik. Berbekal ilmu yang ia peroleh dari University of Missourim dan Yale Law School, Strobel  berhasil mendapatkan penghargaan atas laporan penyelidikan pada tahun 1980 yang juga menjadikannya seorang editor hukum di Chicago Tribune, salah satu media besar pada waktu itu.

Singkat cerita Strobel menikah dengan Leslie. Hubungan pernikahannya berjalan dengan sangat harmonis. Mereka sudah dikaruniai satu anak perempuan, namun disisilain istrinya juga tengah mengandung anak kedua Strobel. Keluarga Strobel tumbuh sebagai keluarga yang tidak percaya Tuhan. Mereka tidak mengenal ibadah, doa apalagi membaca firman Tuhan.

Sampai akhirnya di suatu malam, Strobel, istrinya dan anak perempuannya pergi ke sebuah restoran untuk makan malam bersama. Saat menikmati hidangan makan malam, anak perempuan Strobel tersedak dan hampir mati. Untung saja ada wanita tua bernama Alfie (seorang perawat) yang berhasil menyelamatkan gadis kecil tersebut. Dengan rasa haru, istri Strobel mengucapkan banyak terima kasih kepada Alfie.

Ditengah perbincangan, istri Strobel berkata “sungguh kebetulan kau ada disini, mungkin jika kau tidak ada, anak ku akan mati”.

“Tidak ada yang kebetulan di dalam Tuhan. Semua karena Yesus. Malam ini aku dan suamiku ingin makan di restoran lain, namun entah mengapa aku ingin datang ke restoran ini, dan ya ternyata Tuhan mengutusku” jawab Alfie.

Sebagai orang ateis Strobel dan Istrinya hanya mengucapkan Terima kasih kepada wanita tua tersebut. Meski begitu, Leslie (istri Strobel) dihantui rasa penasaran yang mendalam tentang pribadi bernama ‘Yesus’. Hatinya mulai bertanya, “benarkah Yesus yang menyelamatkan anakku?”

Untuk mengobati rasa penasaran tersebut, Leslie menemui Alfie untuk mencari tahu siapa Yesus sembari membawa kue sebagai bentuk ucapan terima kasihnya.

Dengan bijak, Alfie mengundang Leslie untuk datang ke gereja dan mulai berdoa kepada Tuhan di sana. Tentu ini bukan keputusan yang mudah bagi Leslie, mengingat ia sudah lama tidak datang ke gereja apalagi suaminya adalah seorang ateis yang kuat.

Namun, rasa penasaran itu terus menggema di hati Leslie. Akhirnya ia memutuskan untuk datang dan beribadah di gereja. Leslie menemukan banyak hal di sana. Leslie menemukan kasih, iman dan keyakinan yang tak pernah ia temukan sebelumnya. Sampai akhirnya Leslie percaya kepada Yesus dan memutuskan untuk dibaptis serta menjadi Kristen.

Melihat istrinya yang percaya kepada Yesus, Strobel tak terima dan menolak keputusan istrinya tersebut. Strobel meminta Leslie untuk menanggalkan kepercayaan tersebut dan kembali ke jalan semula. Namun, Leslie tetap bersikukuh dengan imannya. Konflik pun tak dapat dihindari.

Strobel yang ateis ingin membuktikan bahwa Yesus itu tidak ada. Dengan ilmu jurnalis yang ia miliki, Strobel mulai meneliti dan mencari bukti demi bukti tentang keberadaan Yesus. Sebagai jurnalis profesional, sebisa mungkin Strobel menanggalkan pandangan subjektifnya sebagai seorang yang tak percaya Tuhan.

Untuk membuktikan keyakinannya, Strobel menemui banyak orang terpelajar dan orang yang ahli di bidang tersebut. Strobel datang ke ahli sejarah Kristen, ia mencatat setiap laporan yang ia dapat di sana. Strobel menemukan banyak salinan Alkitab dan bukti fisik lainnya. Tak puas dengan jawaban tersebut, ia datang kepada pendeta, ia juga mendatangi ahli medis, ahli psikologi dan masih banyak lainnya. Sampai akhirnya semua data terkumpul.

Dengan penuh keraguan, Strobel mulai membuat laporan khusus tentang penyelidikannya tersebut. Namun, saking banyaknya bukti yang menyatakan bahwa Yesus itu ada, ia menyerah dan mengaku kalah. Ia datang kepada Istrinya dan berkata “Ya, aku menyerah, Tuhan itu memang ada”. Singkat cerita akhirnya Strobel percaya kepada Yesus dan mulai berdoa kepada-Nya. Strobel membagikan beberapa pengalamannya kedalam sebuah buku yang ia tulis. Beberapa diantaranya adalah

The Case for Christ

Buku ini merupakan hasil dari penyelidikan dan petualangan  Strobel dalam menemukan Yesus dan menjadi seorang Kristen. Buku The Case for Christ adalah hasil wawancara dengan tiga belas narasumber yang merupakan orang terpelajar.

The Case for Faith

Buku ini menjawab semua keraguan mengenai Kekristenan, seperti kontradiksi antara mujizat dan ilmu pengetahuan alam, apakah Yesus jalan satu-satunya ke Surga serta mencatat sejarah perkembangan gereja di dunia.

The Case for a Creator

Buku The Case for a Creator merupakan hasil wawancaranya dengan berbagai pemikir teologi dan filsuf.

The Case for the Real Jesus

Lebih kompleks lagi, buku ini menyampaikan cara pandang para penginjil Kristen yang berbeda-beda. Pada buku ini, Strobel juga membahas perbedaan pendeskripsian Yesus dalam Injil Non-Kanonik dengan empat Injil Kanonik. Dan masih banyak lainnya.

Dari ke-empat buku tersebut, Buku The Case for Christ dipilih oleh Pure Flix untuk dijadikan sebuah film. Dengan tokoh dan cerita yang sesuai dengan kisah nyata, film The Case for Christ akan memberkati banyak orang. Jika kamu ingin menonton filmnya bisa buka link dibawah ini.

 

 

4 Hal Yang Mengganggu Ibadah di Gereja

ibadah-digereja

Ibadah adalah hal yang sakral dan istimewa, karena di sinilah kita dapat berinteraksi dengan Tuhan. Kesempatan untuk beribadah kepada Tuhan merupakan hal yang berharga, dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Bahkan Daud melalui Mazmur-Nya berkata lebih baik 1 hari di pelataran-mu daripada 1000 hari ditempat lain. Oleh sebab itulah kita harus menguduskan hari Sabat dan beribadah dengan Tuhan.

Mungkin Minggu ini kita dapat beribadah kepada Tuhan, tapi siapa yang tahu bahwa hari minggu depan kita tidak bisa beribadah kepada Tuhan di Gereja? Umur kita di dunia ini tidak ada yang tahu. Mungkin bagi beberapa orang kematian terdengar sangat menakutkan. Tapi mengapa kita harus takut dengan hal yang tidak bisa kita hindari? Heroes, waktu sangat berharga!

Nah, ketika beribadah di gereja faktanya ada beberapa hal yang kerap mengganggu dan mencuri perhatian kita dari Tuhan, seperti halnya empat hal berikut ini.

Semoga setelah membaca ulasan ini kita dapat berjaga-jaga dan bersikap benar ketika ibadah berlangsung.

Pakaian Tidak Sopan

Pada dasarnya, setiap orang ingin tampil cantik maksimal atau ganteng yang hakiki. Itu adalah hal yang wajar dan lumrah. Namun, seringkali “kelumrahan” ini disalahgunakan oleh beberapa orang. Sehingga ketika beribadah mereka menggunakan pakaian yang terbuka dan kesannya kurang bahan, khususnya untuk kaum hawa.

Model pakaian semacam ini tentu akan mengganggu proses ibadah, mengganggu mata orang lain atau bahkan mengganggu keimanan orang lain. Fokus ibadah tidak lagi kepada Tuhan sebab dirusak oleh pakaian sexy yang dikenakan sejumlah orang. Jadilah orang yang mampu menyesuaikan diri, kita boleh saja menggunakan pakaian yang trendi atau istilahnya terbuka di tempat-tempat tertentu, tapi di gereja alangkah baiknya untuk tidak!

Aksesori Yang Terlalu Lebay

Beberapa orang menggunakan aksesori untuk menambah tingkat kepercayadirian mereka. Namun tak bisa dimungkiri, faktanya ada saja saudara kita yang menggunakan aksesori dengan berlebihan. Seperti menggunakan gelang emas dengan jumlah yang banyak, anting yang sangat besar, kalung emas yang sangat mencolok, hingga cincin yang terlalu banyak.

Heroes, sekali lagi kami tidak melarang hal ini. Namun, ibadah bukan tentang apa yang kita kenakan tapi tentang apa yang kita beri kepada Tuhan dan sesama. Bagaimana kita bisa berdampak jika stigma orang lain tentang kita buruk atau terkesan sombong.

Notifikasi Di Smartphone

Hampir semua orang di dunia ini memiliki smartphone. Pasalnya, benda 4-6 inci tersebut sudah jadi kebutuhan khusus umat manusia. Tak ada lagi istilah sandang, pangan, papan, namun kini diganti dengan istilah sandang, pangan, dan smartphone.

Senada dengan hal itu, smartphone nyatanya bisa jadi alat pengganggu ketika ibadah berlangsung. Ada beberapa orang yang tidak mematikan atau men-silent smartphone hingga pada akhirnya setiap notifikasi yang masuk akan menimbulkan bunyi yang keras dan mengganggu orang lain. Kita memang membutuhkan smartphone tapi bukankah kita jauh lebih membutuhkan Tuhan?

Suasana Yang Gaduh

Meskipun fokus utama kita adalah Tuhan tak dapat di-elak bahwa suasana lingkungan juga mempengaruhi tingkat kenyamanan kita ketika beribadah. Suasana yang terlalu gaduh seperti anak kecil yang keluar-masuk gereja dengan “bebas”, atau bahkan orang-orang yang sibuk bertukar cerita atau gosip bakal mengganggu suasana ibadah.

Ketika beribadah sebisa mungkin pusatkan segala sesuatu kepada Tuhan, hilangkan urusan yang lain. Cobalah menegur orang-orang yang ramai sendiri atau yang menjual cerita ketika beribadah. Mintalah mereka untuk mengatakan itu diluar ibadah.

Masalah anak-anak yang berkeliaran, sebenarnya pihak gereja bisa mengalihkan anak-anak ke kegiatan positif seperti membaca buku, menggambar atau bahkan menonton video seraya menunggu jam Sunday School tiba.

Recent Posts