Home Blog Page 163

Pada Hari Putrinya Cerai, Ayah Angkatnya “Menyalakan Petasan” dan Berkata Kalimat yang Membuat Sang Putri Menyesal Ini!

Meski dibesarkan di desa sejak kecil, banyak orang yang merasa bahwa Mita adalah gadis cantik yang berbakat. Pada usia 6 tahun, ayah Mita terlibat dalam sebuah kasus pencopetan dimana dia menolong temannya dan tertusuk pisau. Sejak itu, ayah Mita terjatuh dan tidak pernah bangun lagi.

Sejak ayah Mita meninggal, Mita hanya mempunyai ibunya yang menangis setiap hari. Mita pun tumbuh menjadi gadis pendiam. Teman-teman sekolah Mita sering mengejek Mita karena parasnya yang cantik. Mita hanya bisa menahan dan tidak pernah menceritakan hal ini kepada ibunya, Mita takut ibunya semakin sedih.

Hari itu, Mita naik menjadi kelas 4. Mita dilabrak beberapa teman kelasnya. Seorang teman hampir menamparnya, tiba-tiba ada suara yang mencegah temannya memukul Mita. Mita melihat teman ayahnya datang dan mulai mendidik teman-temannya. Dia mengatakan bahwa jika mereka berani datang mengusil Mita lagi, dia tidak akan sungkan-sungkan.

Sejak saat itu, setiap kali Mita melihat paman Yaman, hatinya merasa hangat. Paman Yaman memang sering datang ke rumah Mita sejak ayahnya meninggal. Paman Yaman juga pernah mengantar ibunya ke rumah sakit.

Suatu hari, ibunya berkata bahwa ke depannya paman Yaman akan tinggal bersama mereka. Mita senangnya bukan main, sejak hari itu, senyum dan tawa mulai muncul di wajah Mita.

Di bawah asuhan ayah angkatnya, Mita tumbuh menjadi gadis yang berprestasi. Pada akhirnya, Mita lulus di universitas yang bagus dan kembali ke desanya untuk bekerja menjadi seorang perawat. Ayah angkat Mita juga lumayan sukses dan berhasil membuka beberapa restoran di desanya. Mita kira ia akan hidup bahagia melihat semua itu, siapa sangka dia malah kesal dengan ayah angkatnya.

Alasannya?

Alasannya karena Mita mempunyai pacar baru, ayah angkatnya tidak suka.

Ada suatu hari ketika Mita berjalan bersama pacarnya di supermarket dan tidak sengaja bertemu dengan sang ayah angkat. Dari situ, ayah angkatnya baru tahu bahwa gosip yang menyebar ternyata benar. Mita pacaran dengan pria berusia 40 tahun dan sudah bercerai.

Gosip mengatakan bahwa pacar Mita ini tinggi dan ganteng, banyak wanita yang suka. Selain itu, pria ini juga mempunyai seorang anak yang berusia 10 tahun. Menghadapi hal seperti ini, dia hanya bisa membujuk Mita untuk mencari orang lain. Mita tidak mau mendengarkan kata ayah angkatnya ini, dia percaya bahwa pacarnya mencintainya.

Pada akhirnya, Mita menghentikan diri dari pekerjaannya dan menikah dengan pria tersebut. Dia sudah tidak tahan dengar ocehan dari orangtuanya itu dan tinggal entah dimana bersama suaminya.

Suatu hari, ayah angkatnya menemukannya secara tidak sengaja, namun Mita malah mengusirnya dengan kejam. Mita bahkan berkata bahwa dia tidak akan data mengunjungi orangtuanya lagi.

Selama ini, Mita tidak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Suami Mita mengira bahwa ayah angkat Mita hanyalah pekerja biasa.

Tidak lama kemudian, Mita menyesal. Suaminya mengeluarkan sifat aslinya dan sering berbicara dengan wanita lain tengah malam. Mita bahkan dipukul karena dia bertanya tentang wanita itu kepada suaminya. Suaminya juga tidak mengizinkan Mita bekerja, Mita hanya boleh dirumah menjaga anak, seperti ibunya dulu.

Hari-hari seperti ini dilewati oleh Mita selama setahun. Saat itu, bisnis suaminya menurun, dia sering marah-marah dirumah. Dia juga bosan melihat Mita yang sering menangis dirumah. Selain itu, orangtua Mita juga tidak pernah mencarinya lagi, suaminya semakin tidak menganggapnya.

Mengingat kata-kata ayah angkatnya, Mita sangat menyesal. Dia juga malu untuk kembali ke rumah ibunya.

Tak lama kemudian, suami Mita menemukan cinta baru dan meminta cerai dengannya. Selama ini, Mita juga merasa kesepian dan tersiksa, dia pun langsung setuju.

Mereka berdua pergi dan mengurus surat perceraian. Mantan suami Mita melihat Mita yang tidak punya rumah berkata akan mencarikan pekerjaan untuknya.

Saat ini, ayah angkat Mita datang dengan mobil yang digantung dengan petasan. Supirnya menyalakan petasan tersebut merayakan kebebasan Mita. Ayah angkat Mita datang dan memeluknya, “Putriku, akhirnya kamu pulang ke rumah. Hari ini adalah hari yang indah. Ayah sudah tua, restoran-restoran ayah kedepannya kamu yang urus yah.”

Mendengar kata ayah angkatnya, mantan suami Mita hanya bisa terdiam. Mita menangis terharu, walau ia kejam, ayahnya masih sayang terhadapnya.

Ya, cinta orangtua memang sepanjang masa, entah sudah disakiti berapa kali, cinta orangtua tak pernah berhenti.

Sayangi orangtuamu, jangan sampai menyesal. Kamu mungkin sibuk sendiri, tapi perhatikan bahwa mereka perlahan-lahan juga menjadi tua.

Sebar artikel ini, beritahu orangtuamu bahwa kamu sayang kepadanya!

Sumber: BH

Nancep! Setiap Orang Seharusnya Memiliki “Sedikit Amarah”! Orang Lain Akan Menghormatimu Karena “3 Hal” Ini

Bila kamu hatinya terlalu lembut, terlalu baik dan terlalu santai,

orang lain akan mengira kamu lemah,

dan mulai mengambil keuntungan darimu,

bahkan sampai meyakitimu.

Bukan karena kamu berkorban demi orang lain,

maka kamu akan benar-benar dihargai,

dan bukan juga karena kamu berkorban demi orang lain,

maka orang lain juga akan berkorban demi kamu.

Terlalu lembut mudah di-bully,

meskipun sudah banyak berkorban belum tentu akan mendapat balasan.

Semua orang meiliki pemikirannya sendiri.

Kita tak bisa memaksa orang lain untuk menjadi yang kita mau,

yang kita bisa lakukan adalah merubah diri menjadi lebih baik.

Kamu tidak boleh terlalu lembut.

Jika terlalu lembut, orang akan mengira kamu mudah di-bully.

Semakin lama, kamu akan merasa semakin lelah.

Semua pengorbananmu terasa sia-sia.

Bersikap sedikit galak,

malah akan dihargai orang!

Galak tidak selalu berarti buruk.

Jadilah seorang yang galak, namun tetap memiliki kualitas hidup.

Maksud galak di sini adalah,

kita harus memiliki prinsip yang jelas dalam hidup.

Jangan ragu untuk menolak jika itu tidak sesuai dengan prinsip kita.

Orang akan tahu bahwa kamu memiliki prinsip,

dan mulai menghargaimu!

Seseorang dapat dihormati,

karena ia tahu di mana ia berdiri!

Kita harus mempunyai karakter sendiri,

mempunyai prinsip sendiri,

dan mempunyai cara sendiri.

Bukan malah mengikuti karakter orang lain,

prinsip orang lain,

atau bahkan cara orang lain.

Marahlah jika itu diperlukan,

orang lain akan mengerti cara kamu mengerjakan sesuatu,

mereka pun akan menghormatimu.

sumber: cmoney

Miris! Prestasi “Anak Jenius” Asal Surabaya Ini Diakui di Luar Negri, Tapi Malah Dianggap “Sakit Jiwa” di Indonesia!

Ini cerita tentang Audrey Yu Jia Hui yang saat ini usianya sudah 30 tahun. Pada 2017 lalu, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 71 ikon Prestasi Indonesia. Meski begitu, Audrey melewati masa kecilnya dengan amat getir. Alih-alih dibanggakan, orang-orang sekitar perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu justru merasa aneh dengan kecerdasannya. Pada satu titik, ia bahkan pernah dibawa ke dokter jiwa karena dianggap tidak normal. Audrey adalah satu dari sekian banyak permata Indonesia yang “disia-siakan” negaranya.

Nama Audrey kembali jadi orbolan setelah seorang pengguna Facebook bernama Rudi Kurniawan menuliskan kisahnya di dinding Facebook-nya pada Jumat (26/1) kemarin. Sejauh ini, kisah Audrey sudah dibagikan sebanyak lebih dari 2.800 kali. Dari cerita yang ditulis Rudi, kita tahu, Audrey benar-benar anak ajaib.

Ia menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan—persis di usianya yang masih 13 tahun. Persoalan terjadi ketika ia hendak masuk ke perguruan tinggi. Saat itu tidak ada satu pun kampus di Indonesia yang mau menerima bocah usia 13 tahun sebagai mahasiswanya.

Tapi ia tidak mundur. Audrey akhirnya memutuskan pergi ke luar negeri, persisnya ke University of Virginia, mengambil jurusan fisika. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk merampungkan studinya dengan gelar ‘Sempurna’!”

Kepandaian Audrey tak hanya sampai situ. Ketika masih berusia 10 tahun, skor TOEFL-nya sudah 573, yang memecahkan rekor MURI untuk sekor TOEFL tertinggi di usia termuda.

Saat usianya 11 tahun, ia telah hafal di luar kepala kamus Indonesia-Inggris yang tebalnya 650 halaman. Dan ketika usianya 14 tahun, skornya naik menjadi 670. Seperti disinggung di awal, kepintaran dan kecerdasannya justru membuatnya terkucilkan. Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal. Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman. Intinya, ia dikucilkan teman-temannya.

Belum lagi, ibunya selalu memarahinya. Lebih-lebih setelah ia bercita-cita ingin jadi tentara. Ia ingin menjadi pahlawan. Ia juga pernah dibawa ke dokter jiwa lantaran dianggap tidak normal. Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey. Salah satunya adalah Dahlan Iskan. Secara khusus, Dahlan menuangkan kekagumannya terhadap Audrey dalam sebuah tulisan. “Umur Audrey baru 4 tahun, tapi pertanyaannya setinggi filsu,” tulis Dahlan saat itu.

Sumber: intisari

Ia “Membenci Ayahnya” Karena Ayahnya Menikah Lagi Tak Lama Setelah Ibunya Meninggal! Tapi, 10 Tahun Kemudian Terungkap “Fakta” yang Membuatnya Menyesal!

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Dewi. Awalnya, Dewi memiliki keluarga yang harmonis. Walaupun tidak begitu kaya, namun, ayah dan ibunya sangat mencintainya. Setiap hari ayah ibunya pulang bekerja dan Dewi pulang sekolah, mereka biasanya selalu saling bercerita dan tertawa bersama. Benar-benar keluarga yang bahagia.

Tapi, suatu hari ada kabar buruk menimpa keluarga mereka. Ayahnya tiba-tiba datang ke sekolah Dewi dan mengabarkan bahwa ibunya kecelakaan mobil saat sedang perjalanan pulang ke rumah. Seketika Dewi dan ayahnya bergegas ke rumah sakit. Dewi terus berdoa agar Tuhan tidak mengambil ibunya. Sayangnya, karena cedera yang terlalu serius, ibunya menghembuskan napas terakhirnya. Dewi tiba-tiba langsung menjadi anak piatu.

Setelah hari pemakaman ibunya selesai, Dewi dan ayahnya sama-sama merasa kehilangan seseorang yang sangat berharga. Dewi masih sulit merelakan kepergian ibunya yang secara tiba-tiba ini. Setiap teringat ibunya, ia pasti akan menangis. Dihibur pun malah semakin menangis.

Dan yang membuat Dewi paling tidak terima adalah saat ibunya baru saja meninggal, ayahnya sudah berkata ingin menikah lagi. Maksud ayahnya agar kelak nanti ada yang menjaga Dewi. Dan dari mulut kerabat, Dewi mendengar bahwa ayahnya menggunakan uang kompensasi dari kecelakaan ibunya sekitar 600 juta rupiah untuk diberikan kepada wanita yang akan dinikahinya. Sejak saat itu, Dewi menjadi sangat benci terhadap ayah dan ibu tirinya.

Tidak peduli dengan penolakan dari Dewi, ayahnya tetap menikah. Dan saat ibu tiri masuk ke rumah mereka, Dewi semakin menunjukkan kebenciannya. Bahkan ibu tirinya tidak diperbolehkan masuk ke kamarnya. Tapi, ini semua diterima dengan ikhlas oleh ibu tirinya dan sedikitpun ia tidak mengeluh pada ayahnya Dewi.

Saat masuk SMA, Dewi tinggal di asrama sekolah. Ia pun masih tidak bisa memaafkan ayahnya dan membenci ibu tirinya. Dalam situasi dirinya yang keras ini, nilai Dewi pun menurun banyak di kelas. Dan begitu lulus SMA, Dewi pun langsung kerja sambilan di luar. Ia jadi semakin jarang pulang ke rumah. Tapi, ayah dan ibu tirinya masih sering menelepon Dewi untuk menanyakan keadaannya, namun ini semua diabaikan oleh Dewi. Menurutnya, ayahnya masih belum bisa dimaafkan.

Sampai akhirnya Dewi sudah memiliki pacar dan sudah pada masa harus bertemu dengan orang tua untuk meminta izin menikah. Tapi, Dewi masih tidak ingin pulang. Dan suatu hari pacarnya menanyakan kapan bisa bertemu orang tua Dewi, Dewi yang kebingungan pergi ke Hongkong untuk menenangkan diri sejenak. Siapa sangka, ia malah bertemu dengan seorang peramal.

Setelah peramal itu menanyakan zodiak Dewi dan pacarnya, peramal itu juga menanyakan zodiak ayahnya..

“Pak peramal, apakah aku harus pulang ke rumah?”

“Pernikahan adalah suatu yang sakral, sebaiknya disertai dengan restu dari kedua orang tua. Dan sejauh ini yang saya lihat, segala sesuatu yang ayahmu lakukan itu ada alasannya dan tidak ada kesalahan apapun. Pulanglah ke rumah, siapa tau kamu bisa sedikit lebih lega.” kata pak peramal.

Tanpa pilihan, Dewi pun mengajak pacarnya ke rumahnya. Ayah ibunya langsung senang bukan kepalang melihat Dewi pulang ke rumah dan juga membawa pacarnya. Mereka juga menyiapkan banyak makanan untuk menyambut Dewi dan pacarnya. Saat makan, ayah Dewi terus berkata pada pacarnya untuk selalu menjaga Dewi dengan baik. Selesai makan, Dewi kembali ke kamarnya. Bertahun-tahun lamanya, kamar Dewi masih sama seperti dulu, masih bersih, sepertinya ada orang yang sering membersihkannya.

Kemudian, ayah Dewi mengetuk pintu kamarnya dan memegang sesuatu di tangannya. “Dewi, kamu bentar lagi akan menikah, tidak ada yang bisa ayah berikan. Ini adalah uang kompensasi dari orang yang mencelakakan ibumu. Selama ini ayah menyimpannya, tidak banyak, hanya 400 juta rupiah untukmu sebagai maskawin.” Mendengar hal ini, Dewi langsung kaget.

“Ayah tau kamu sangat membenci ayah. Waktu itu, semua kerabat hanya memikirkan uang kompensasinya. Waktu itu kamu masih sangat kecil, ayah tidak tahu harus bagaimana merawatmu sendirian. Ayah hanya ingin memberikan keluarga yang sempurna untukmu. Ibu tirimu adalah orang yang baik, kamu telah salah paham selama ini.”

Dewi akhirnya baru mengerti bahwa demi menjaga uang kompensasi ini, baru ayahnya menikahi ibu tirinya. Kalau dipikir-pikir, ibu tirinya selama ini sangat baik dan ayahnya hanya mencintai dirinya, tapi ia masih sangat keras. Dewi seketika pun menangis memeluk ayahnya. Di lubuk hatinya terdalam, ia berjanji akan berbakti pada ayah dan ibu tirinya.

Sumber: epochtimes

​Suaminya Pulang Dari Luar Negeri Bawa “Selingkuhan Cantik”, Siapa Sangka 10 Tahun Kemudian, Istrinya Mendengar “Kabar yang Mengejutkan”!

Pada suatu malam, suami bertanya kepada istrinya, “Apa yang paling menyakitkan bagi seorang wanita?”

Istrinya bilang, “Berpisah dengan orang-orang yang dicintainya…”

Suaminya tanya lagi, “Kalau begitu, apa yang paling membahagiakan bagi seorang wanita?”

Istrinya menjawab, “Hidup bahagia bersama dengan orang-orang yang dicintainya…”

Suaminya diam-diam meneteskan air mata, “Kalau begitu, kamu tahu apa yang paling membahagiakan dan paling menyakitkan bagi seorang lelaki?”

Istrinya menggelengkan kepala, setengah tertidur di pundak sang suami.

Suami dengan perlahan berkata, “Selain orang tua, kebahagiaan terbesar seorang lelaki adalah bisa hidup bahagia bersama orang yang dicintainya; dan yang paling menyakitkan adalah bila tidak bisa hidup bersamanya…”

Malam itu malam yang sepi sunyi. Istrinya telah tertidur. Namun, sang suami tetap terjaga.

Keesokan harinya, ia pun berpamitan pada istrinya untuk dinas ke luar negeri, untuk sementara waktu ia tidak akan pulang. Ia pun mengecup dahi istrinya dan berangkat sendirian ke bandara, menolak untuk diantarkan.

Sebulan kemudian, suaminya pulang, istrinya yang harusnya senang malah terkejut lantaran ia membawa seorang wanita bersamanya! Wanita tersebut lebih muda dan lebih cantik darinya. Awalnya ia tidak ingin berprasangka buruk dan menghibur sendiri, berpikir bahwa itu adalah rekan kerjanya. Tapi, suaminya malah berkata, wanita itu adalah kekasih barunya.

Mendengar pengakuan itu, istrinya langsung pucat dan menangis histeris. Sang suami tidak sampai hati melihatnya menangis, berkali-kali ia ingin berkata bukan, sebenarnya bukan seperti itu, tapi ia tahan terus. Terakhir, dengan nada dingin, ia berkata, “Kita cerai saja. Wanita ini baru benar-benar orang yang kucari selama ini.” Istrinya tidak bisa percaya, “Kamu pernah bilang bahwa kamu akan mencintaiku selamanya!”

Akhirnya tiba juga hari di mana istrinya harus menerima kenyataan. Ia pun membereskan barang-barangnya dan keluar dari rumah itu. Sebelum pergi, ia menaruh sebuah botol berisi obat maag di meja dan berkata dengan nada lembut, “Ini obat maag untuk kamu. Ingat ya, jaga makan dan jangan telat makan…”

Namun, suaminya tidak menghiraukannya. Ia bahkan tidak menatap wajahnya.

“Ada apa denganmu sebenarnya? Apa yang membuatmu berubah menjadi seperti ini!?” Suaminya diam saja. Ia pun membalikkan badan, membuka pintu dan pergi….. Setelah pintu tertutup, suaminya menangis, air mataya begitu deras. Wanita cantik itu memberikan sehelai tisu padanya dan menyuruhnya untuk mengejar istrinya, “Kejar dia! Kasih tahu dia yang sebenarnya!” Namun, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

3 bulan kemudian, mereka resmi bercerai dan sejak saat itu, mereka tidak pernah bertemu lagi.

Sekali berkedip, 10 tahun pun berlalu. Sang istri sudah pindah ke kota lain dan menikah lagi, bahkan memiliki seorang anak. Namun, ia masih tetap terkenang akan mantan suaminya. Dalam lubuk hati paling dalam, ia tahu bahwa ia masih mencintainya, dan mereka berpisah pun bukan karena tidak cinta lagi.

Suatu hari, ia menggunakan jatah cutinya kembali ke kota di mana mereka berdua dulu tinggal. Ia masih tidak habis pikir kejadian 10 tahun yang lalu, dalam waktu sesingkat itu, hanya 1 bulan, suaminya berubah total menjadi seorang pria yang tak dikenalnya lagi.

Setelah berbincang dengan tetangga, ia baru tahu bahwa mantan suaminya sudah lama pindah dari situ. Setelah mencari-cari ke sana kemari, ia baru mendapati alamat rumah wanita yang dulu itu.

Ting tong….. Bel rumah pun berbunyi. Ketika pintu terbuka, berdiri seorang wanita setengah baya. Wajah wanita itu masih cantik, hanya saja tidak semuda dulu. Wanita itu pun mempersilahkannya masuk dan menuangkan secangkir teh panas. Ia mempertanyakan keberadaan suaminya, namun wanita tersebut tampak sulit berkata-kata. Ia pun menceritakan semuanya dari awal…

Sebenarnya, 10 tahun yang lalu, setelah berpisah, penyakit suaminya langsung memburuk dan langsung masuk rumah sakit. Ia menderita kanker lambung, sudah stadium akhir. Setiap harinya ia harus mengandalkan obat. Setiap kali kankernya bereaksi, ia kesakitan sampai tidak bisa mengeluarkan suara.

Wanita itu adalah seorang dokter. Ialah yang menemani suaminya dari awal divonis sampai ia akhirnya meninggal tak lama kemudian. Ia tanpa henti menyuruhnya untuk memberitahukan yang sebenarnya pada istrinya, namun ia berkata, “Daripada melihatnya menjual seluruh harta bendanya untuk menyelamatkan nyawaku, lebih baik kita berpisah. Lebih cepat lebih baik. Ia bisa memulai hidup baru. Aku tidak boleh menunda masa mudanya. Biarkanlah aku sendiri yang pergi dengan tenang di sini…”

Suaminya tidak ingin istrinya khawatir, juga tidak ingin merepotkan istrinya, karena hidupnya juga sudah tidak lama lagi. Ia tidak ingin istrinya menghabiskan masa mudanya yang berharga untuk merawatnya. Pada hari-hari terakhir, ia sempat mengajukan permintaan bahwa ia ingin melihat sang istri untuk terakhir kalinya, namun saat itu ia sudah pindah ke luar kota.

Terakhir, sang dokter pun membawanya mengunjungi pemakamannya. Berdiri tepat di depan liang kubur sang suami, ia berlutut dan menangis, untuk waktu yang lama. Ia baru sadar perkataan suaminya: “Kebahagiaan terbesar seorang lelaki adalah bisa hidup bahagia bersama orang yang dicintainya; dan yang paling menyakitkan adalah bila tidak bisa hidup bersamanya…”

Hargailah orang yang mencintaimu, karena siapapun tidak akan tahu apakah ada hari esok…..

Hargailah orang yang selalu duluan menghubungimu, mengirimmu pesan, menanyakan kabarmu, karena dalam hatinya pasti ada kamu….

Hargailah orang yang berada di sampingmu di saat kamu sedih & terluka…

Hargailah orang yang membuatmu tertawa di saat kamu sedang bad mood…

Hargailah orang yang selalu mengingatkanmu untuk makan, jaga kesehatan, bla-bla-bla, percayalah karena kamu penting baginya…

Hargailah orang yang pertama kali tahu kamu lagi ada masalah, karena ia selalu memperhatikanmu…

Hargailah orang yang selalu berisik, kepoin kamu, mau tau aja kamu lagi ngapain, karena ia tidak bisa berhenti memikirkanmu….

Hargailah orang yang mau membelamu, bahkan di saat kamu salah…

Hargailah orang yang tidak meninggalkanmu walaupun kamu sudah melukainya, karena ia pasti akan menemanimu sampai akhir…

Sumber: pixpo

Ditelantarkan Orangtua, Bocah “7 Tahun” Ini Merawat Kakaknya yang Kecelakaan, Namun Apa yang “Terjadi Selanjutnya” Malah Bikin Ia Bersyukur!

Cerita memilukan ini datang dari dua bersaudara bernama Wenhui dan Wenjing. Kakak beradik ini masih kecil, si kakak, Wenhui baru berumur 11 tahun dan adiknya Wenjing 11 tahun.

Suatu hari Wenhui terjatuh dan kepalanya membentur lantai sangat keras. Akhirnya ia harus dilarikan ke rumah sakit. Cedera di kepala sang kakak membuat Wenjing gemetar.

Wenhui adalah satu-satunya yang ia punya. Orangtuanya meninggalkan mereka bertahun-tahun lalu. Sang ayah yang bekerja di Tiongkok Selatan tidak pernah pulang. Akhirnya mereka kehilangan kontak.

Saat perekonomian keluarga makin memburuk, ibu mereka malah pergi juga. Tinggallah dua bersaudara ini. Hidup mandiri. Mereka tinggal bersama anggota keluarga yang lain dengan tunjangan yang pas-pas an.

Kecelakaan ini membuat Wenjing sedih, selain ia harus melihat kakaknya menderita, ia juga tidak punya uang untuk biaya pengobatan.

Saat dibawa ke rumah sakit, Wenhui hanya bisa menangis dan adiknya berusaha menenangkkannya dengan mengusap kepalanya.

“Kakak semua akan baik-baik saja.” kata Wenjing.

Wenhui juga menangisi kepergian orangtuanya. Namun, Wenjing yang baru berumur 7 tahun ini sudah bisa mengendalikan emosinya.

Ia bilang pada kakaknya untuk tidak memikirkan kedua orangtua mereka. Bagi Wenjing, Wenhui adalah segalanya, bukan cuma kakak, tapi juga orangtua. Wenhui selalu menemani Wenjing. Ia bahkan memberikan makanan pertama ke adiknya.

Wenjing berpikir tidak mungkin kalau kakaknya menjalani operasi. Untuk makan saja susah apalagi operasi.

Namun, keberuntungan datang pada kedua bersaudara ini. Foto-foto emosional mereka viral seantero negeri. Hal ini membuat banyak orang prihatin dan ikut membantu. Mereka mengumpulkan dana untuk biaya pengobatan Wenhui.

Semua orang berharap untuk kesembuhan Wenhui. CInta kedua bersaudara ini menggetarkan hati semua orang.

Sumber: Erabaru

Merasa “Hidupmu Gagal”? Lihat Dulu “Kisah Mereka” yang Selalu Gagal Masuk Perguruan Tinggi, Tapi Kini Jadi Orang Sukses!

Setiap orang pasti akan menghadapi fase yang namanya ujian masuk perguruan tinggi.

Berdasarkan pengalaman dari orang yang pernah menghadapinya, ujian masuk perguruan tinggi adalah fase yang tidak akan mau mereka ulangi kembali. Cukup sekali seumur hidup.

Berhasil atau gagal dalam ujian itu awalnya selalu dikira sebagai akhir dari segala perjuangan. Namun, sebenarnya ini adalah awal perjuangan yang sebenarnya.

Seperti yang kita semua tahu dari semua lapisan masyarakat, walaupun hasil ujian mereka berbeda-beda, tapi itu semua bukan berarti mencegah mereka dari kesuksesan.

Ujian masuk perguruan tinggi memang bisa mempengaruhi masa depan kamu, tapi tidak semua aspek kehidupan kamu. Masa depan adalah jalan panjang yang ada dibawah kaki kamu sendiri.

Jack Ma: nilai matematikanya 1 poin

Pada tahun 1982, Jack Ma yang berusia 18 tahun menghadapi ujian perguruan tinggi untuk pertama kalinya. Dalam hasil ujiannya tertulis: Universitas Peking. Dan saat itu nilai ujian matematikanya 1 poin.

Jack Ma yang merasa down ini akhirnya bersama sepupunya pergi ke hostel untuk melamar jadi pelayan disana. Namun, mereka ditolak. Akhirnya, lewat kenalan relasi, mereka bekerja di sebuah rumah penerbitan sebagai pengantar buku.

Pada saat ia berusia 19 tahun, ia mengikuti kembali ujian masuk perguruan tinggi dan nilai matematikanya dapat 19 poin.

Ia pun akhirnya kembali bekerja dan pada usia 20 tahun ia mengikuti ujian masuk perguruan tingginya yang ketiga. Kali ini ujian matematikanya dapat 79. Tapi, nilai totalnya masih kurang 5 poin.

Pada saat itu departemen bahasa inggris di universitas Hangzhou kekurangan mahasiswa. Pemimpin sekolah akhirnya membuat sebuah keputusan yang membuat Jack Ma merasa itu adalah sebuah keajaiban yang turun dari langit, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa yang nilai bahasa inggrisnya bagus untuk kuliah. Jack Ma yang nilai bahasa inggrisnya bagus pun masuk ke universitas Hangzhou departemen bahasa inggris.

Meng Fei: tidak pernah mendengar sebelumnya bahwa ujian masuk perguruan tinggi akan mengubah nasibnya.

Meng Fei adalah salah satu presenter dari acara TV yang berjudul “If You Are the One”. Pada tahun 1990 ia ikut ujian masuk perguruan tinggi dan nilai literatur dan bahasanya sangat tinggi.

Tapi, jumlah nilai matematika dan fisikanya kurang dari 100 poin.

Meng Fei yang gagal di ujian pertama ini pernah bekerja sebagai porter, pekerja di tempat cetak koran dan satpam. Pada tahun 1992, ia akhirnya berhasil lolos masuk ke departemen bahasa di universitas Nanjing. Kemudian, ia bekerja di sebuah stasiun TV sebagai asisten yang membantu membawa tas, tukang pasang lampu dan sebagainya. Tapi, ia selalu menjadi peran pekerja lepas.

Sampai pada tahun 1996, salah satu filmnya yang berjudul “Flying to Atlanta” berhasil membawanya menjadi selebriti nasional dan menjadi pekerja tetap dari stasiun televisinya.

Dan pada tahun 2002 ia berhasil jadi pembawa acara program “If Your Are the One” yang membuatnya sukses besar di negara ini.

Qian Zhongshu: nilai matematika 15 poin dan masuk universitas Tsinghua

Penulis terkenal Qian Zhongshu (1910-1998) masuk universitas Tsinghua karena nilai bahasa inggris dan mandarinnya mendapat peringkat pertama pada tahun 1929.

Meski nilai matematikanya hanya mendapat 15 poin, skor totalnya berada di peringkat 57 dari 174 siswa.

Karena nilai matematika yang sangat rendah, Qiang Zhongshu yang seharusnya tidak diterima, tapi tetap diterima.

Sebenarnya beliau tidak pernah mengatakan berapa nilai matematikanya, tapi yang pasti nilai sastra bahasa inggris dan mandarinnya sangat tinggi. Dan bahkan nilai bahasa inggrisnya mendapat nilai sempurna. Oleh karena itu, ia tetap diterima di universitas Tsinghua.

Li An: dua kali gagal masuk perguruan tinggi karena nilai matematikanya kurang 0,67 poin.

Pada tahun pertama ia mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, nilai matematikanya kurang 6 poin dan pada tahun kedua, nilai matematikanya maish kurang 0,67 poin. Ia kembali gagal.

Ayah Li An yang merupakan kepala sekolah menengah pertama di Tainan ini sulit menerima anaknya yang 2 kali gagal ujian.

Kemudian, setelah beberapa kali mencoba, Li An akhirnya masuk sekolah khusus film.

Menurutnya, ini pertama kalinya ia merasa “jiwanya di bebaskan” dan dia juga menemukan bahwa kehidupan tidak dapat dibaca dan dipelajari dengan cara yang sama.

Akhirnya, Li An pun belajar balet, menulis novel, mempraktekan musik vokal hingga sketsa. Li An yang gagal masuk perguruan tinggi 2 kali ini akhirnya menjadi pemenang oscar sebagai sutradara terbaik.

Li Xiu Ping: 3 kali gagal

Sponsored Ad

Li Xiuping yang dikenal sebagai “wajah nasional” adalah pembawa acara CCTV yang terkenal. Ia adalah penyiar berita dari tahun 1989-2015.

Li Xiuping ternyata pernah gagal masuk perguruan tinggi selama 3 tahun berturut-turut. Dan ayahnya juga tidak pernah menjadi batu sandaran untuknya mencari pekerjaan. Ayahnya berkata:

“Kalau kamu terus berusaha untuk masuk perguruan tinggi, ayah mendukungmu, tapi, kalau kamu menyerah, maka taruhlah file kamu di jalanan, ikuti saja petunjuk jalan.”

Li Xiuping sendiri merasa heran mengapa kakak-kakaknya bisa masuk perguruan tinggi, tapi tidak dengannya?

Terakhir, ia berhasil masuk institut penyiaran Beijing. Ketika dia akan meninggalkan rumah, ayahnya berpesan, “hidup harus sederhana, belajar harus giat dan jadilah orang yang jujur.”

Setiap orang memiliki jalur pendakian sendiri menuju puncak keberhasilan. Banyak yang menggunakan ijazah sebagai kendaraan utama, namun lebih banyak juga yang berhasil karena bermodalkan ketekunan serta kerja keras. Sejatinya pencapaian yang akan kamu ukir tergantung pada dirimu sendiri. Tak perlu merutuki keadaanmu yang tak mengecap pendidikan tinggi, karena sejatinya kamu selalu bisa menciptakan kesuksesanmu sendiri.

Peras habis keringat yang ada dan modali dirimu dengan mental baja. Selalu amini pantang pulang sebelum mengantongi kesuksesan, niscaya kamu akan berhasil di masa depan apapun latar belakang pendidikanmu sekarang.

Sumber: healthdaily

Usia 16 Tahun Diam-diam Membuka Perusahaan, Usia 25 Tahun Ia Sukses Menjadi “Miliarder Termuda” di Dunia! Ternyata, “Ini” yang Menjadi Motivasinya

Apa yang ingin kamu lakukan di usia 25 tahun? Atau jika kamu sudah berusia 25 tahun, apa yang sedang kamu lakukan?

Steve Jobs, ketika ia berusia 25 tahun ia membangun perusahaan Apple dan kapitalisasi pasar mencapai US$800 miliar (setara 10.800 triliun rupiah).

Warren Buffett, ketika ia berusia 20 tahun ia masih menjadi seorang salesman di kota kecil. Baru ketika ia berusia 26 tahun, ia mulai menciptakan kemitraan investasi.

Bill Gates, ketika ia berusia 21 tahun ia keluar dari Harvard dan mendirikan Microsoft. Ketika berusia 25 tahun, ia bekerja sama dengan IBM untuk mengembangkan sistem operasi Microsoft.

Bisa dibilang, usia 25 tahun adalah usia yang penting dalam pertumbuhan seseorang. Apa yang kamu lakukan ketika berusia 25 tahun, menentukan apa yang akan 5 tahun ke depan!

Jika kamu sudah berusia 25 tahun dan masih bingung, pria asal India ini telah menjadi miliarder termuda di dunia. Ia adalah Gurbaksh Chahal, seorang pengusaha periklanan internet.

Chahal lahir di India, tapi pindah ke San Jose, California bersama keluarganya ketika ia berusia 4 tahun.

Ayahnya bekerja di sebuah kantor pos, sementara ibunya menjadi perawat di rumah sakit. Penghasilan mereka hampir tidak cukup untuk mempertahankan keluarga mereka. Karena hal inilah, Chahal mengajukan gagasan untuk berhenti sekolah, tapi kedua orangtuanya tidak setuju. Meski begitu, Chahal tetap bersikeras dan akhirnya keluar dari sekolah menengah atas ketika berusia 16 tahun untuk mengejar karirnya di bidang periklanan internet.

Ayahnya sangat marah karena hal itu, dan Chahal berpikir bahwa takdir ditentukan oleh kemampuan diri sendiri dan ia memutuskan untuk membuktikannya.

Bisa dikatakan ia adalah pengusaha ajaib, ketika ia berusia 16 tahun ia diam-diam di kamarnya mendirikan perusahaan periklanan internet (ClickAgents), yaitu  jaringan iklan berbasis kinerja, ia tumbuh bersama perusahaannya selama dua tahun, di mana akhirnya perusahaannya diakuisisi oleh ValueClick dalam kesepakatan penjualan sebesar 40 juta dolar AS (setara 550 miliar rupiah). Kemudian di tahun 2004, Ia mendirikan sebuah perusahaan yang bernama BlueLithium, yang kemudian diakuisisi pada tahun 2007 oleh Yahoo untuk $ 300 juta dolar AS (setara 4,1 triliun). Dan, Chahal pun menjadi miliarder termuda di dunia!

Meski Chahal hidup dengan berkelimpahan harta, tapi hal tersebut tidak mengubah hidupnya untuk mencari kesenangan duniawi. Ketika melakukan perjalanan bisnis dengan menggunakan pesawat, ia akan tetap memilih kelas ekonomi. Ia sendiri juga sering melakukan kegiatan amal dan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sekarang, Chahal telah membangun perusahaannya yang ketiga dan telah mendapatkan investasi dari Trinity Ventures. Dan 125 juta dolar AS oleh Universitas Stanford. Ia berharap perusahaan ini bisa lebih sukses dari dua perusahaan sebelumnya.

Ada pepatah mengatakan: menghasilkan uang adalah hal yang mudah, mempertahankan kekayaan barulah sulit. Jika kamu terus menyia-nyiakannya, maka lama kelamaan kekayaan segunung pun juga akan habis. Karena itulah, banyak orang-orang sukses yang tetap memelihara kebiasaan sederhana dan memilih melakukan kebaikan daripada menyombongkan diri.

Yuk share cerita inspiratif ini ke teman-temanmu!

Sumber: Beauty

Orang Desa Memandang Rendah Kakakku Walaupun Dia yang “Membesarkanku Seorang Diri”, Setelah Tahu Alasan Dibaliknya, Aku Langsung Merasa Geram!

Cerita ini tidak tahu harus mulai dari mana. Ya, karena dia adalah kakak perempuanku. Dia adalah segalanya bagiku…

Dia yang merawatku dari kecil sampai sekarang. Samar-samar, aku mendengar suaranya memanggil namaku. Kemudian mengulurkan tangannya untuk menggengam tanganku yang kecil. Lalu dia akan berkata: “Jangan takut, masih ada aku.”

Nama kakakku adalah Mei. Aku dengar dari kakakku bahwa ayah dan ibuku meninggal 15 tahun yang lalu. Setelah kepergian orangtua, kakakku lah yang menanggung beban keluarga. Saat itu, aku baru berusia 3 tahun sedangkan kakakku sudah berusia 11 tahun.

Sebenarnya, kakakku sedikit pincang. Segala sesuatu dikerjakan lebih lambat dibandingkan orang lain. Demi membesarkanku, dia harus bekerja dua pekerjaan. Uang yang dihasilkannya, hampir tak bisa mempertahankan biaya uang sekolahku.

Meski tidak berkecukupan, kakakku selalu memberikan apapun yang kubutuhkan. Terkadang, dia akan membeli roti dan berkata, “Dek, lihat kakak bawa apa untuk kamu!”

Aku pun akan menghentikan apapun yang sedang kulakukan kemudian langsung menghampirinya. “Wah, roti yang aku suka!” kataku. Aku akan mengambilnya dan kemudian menyantapnya dengan lahap.

Tidak setiap hari aku dapat makan roti. Kakak sering berkata agar aku makan pelan-pelan. Hehehe… aku memang terlalu semangat makan roti dari kakak.

Aku melirik ke arah kakakku. Aku memperhatikan bahwa kakakku sangat kurus dan ramping. Wah… sepertinya kakakku kurusan lagi. Sepertinya demi aku maka jadi kurusan. Pakaiannya compang camping dan lusuh. Aku pun langsung menangis dan memberi rotinya kepada kakakku, “Kak, makan juga dong.”

Kamar yang besar, namun sangat tenang. Satu bayangan orang kurus dan satu bayangan orang gendut. Tiba-tiba, kakak yang sedang makan roti pun tertawa. Aku juga ikut-ikutan tertawa. Aku jujur, sebenarnya hatiku sedang menangis, aku merasa kasihan kepada kakakku.

Demi membuat kakakku bangga, aku bekerja keras di sekolah. Nilaiku selalu bagus dan pada tahun 2008, aku berhasil masuk ke sekolah SMA terbaik di kota itu. Ketika aku memberikan raporku kepadanya, kakakku menangis… menangis dengan keras…

Perlahan aku pun bertumbuh dewasa. Kakakku perlahan juga semakin tua. Aku membantu mencari seorang pria untuknya. Seseorang yang bisa menjaganya di masa tua nanti. Setiap kali aku membicarakan tentang hal ini, kakak selalu menolak. Dia meminta supaya aku tidak mengkhawatirkannya.

Meski kakakku menolak, aku diam-diam melanjutkan pencarian pria untuk kakakku. Aku pergi dan bertanya-tanya kepada seluruh orang di desa. Bertanya agar mereka bisa mengenalkan seseorang untuk kakakku. Suatu hari, ada seorang mak comblang yang berkata bahwa pria di kota ini tidak suka dengan wanita yang pincang.

Mendengar katanya, aku baru sadar mengapa kakak selalu menolak. Mungkin kakak tahu bahwa kondisinya tidak baik, mungkin dia tahu bahwa tidak akan ada orang yang suka dengannya.

Aku jadi membenci diriku sendiri. Aku tahu, aku melelahkan kakakku. Kalau tidak ada aku, mungkin kakakku akan lebih bahagia.

Dalam sekejap mata, dua tahun berlalu. Jalan menuju kota pun selesai dibangun. Semakin banyak orang di desa pergi ke kota untuk berbisnis, kakakku tidak terkecuali. Kakakku dengan giat menjual beberapa pakaian dan sepatu kain yang dirajutnya sendiri di kota. Meskipun pakaiannya tidak istimewa, mereka dibuat dari bahan yang bagus dan tahan lama.

Toko kakakku perlahan semakin terkenal. Tidak disangka ada 3 orang laki-laki yang tertarik dengan kakakku. Yang pertama adalah pemilik restoran, yang kedua adalah pemilik sebuah usaha, yang terakhir adalah pemilik sebuah tempat peternakan. Dengar dari orang-orang, mereka semua sangat kaya. Pertama kali mereka melihat kakak, kakak mengenakan pakaian lusuh dan masih kurus. Mungkin tidak mencolok di tengah-tengah kerumunan orang.

Namun, kakakku penuh dengan senyum yang tulus dan murah hati. Senyumannya inilah yang menarik perhatian banyak orang. Ketiga orang yang tertarik dengan kakakku bertanya kepada orang-orang disekitar tentang masa lalu kakakku. Begitu mereka tahu bahwa kakakku bekerja keras dan memikul tanggung jawab keluarga, semuanya semakin kagum dan jatuh cinta kepadanya.

Awalnya, kakakku menolak. Dia takut hal ini akan mempengaruhi ujian masuk perguruan tinggiku. Kakakku juga mengatakan bahwa dirinya tidak layak untuk mereka. Aku terus meyakinkan kakakku bahwa semua ini hanya dipikirannya. Pada akhirnya, kakakku baru mau memberanikan diri untuk berkenalan dengan mereka.

Dalam 6 bulan, kakakku berhasil mencari pasangan hidupnya. Banyak orang-orang di desa yang iri melihatnya. Jika kakakku bahagia, aku pastinya merasa senang.

Pada akhirnya, aku pun masuk ke universitas. Sedangkan kakak menetap di kota. Kakak adalah orang yang sederhana, meski hidupnya berkecukupan, kakak tetap irit. Mungkin ini kebiasaan hidupnya selama ini.

Pada hari ulang tahunku, aku datang mengunjungi kakakku. Kakakku sudah mempersiapkan makanan kesukaanku dan kue ulang tahun. Meski hidup sederhana selama bertahun-tahun, kakakku tetap merasa bahagia.

Selama ini, kakakku seperti sosok ibuku, yang bekerja mati-matian demi menjagaku. Namun, kakakku tidak pernah minta imbalan atau balasan.

Pada hari ulang tahunku ini, aku berkata kepada kakakku, “Kak, aku sayang kamu. Aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk menghormatimu.”

Cerita ini hanyalah fiktif, bukan cerita nyata.

Sumber: Handuu

Ingat! Jangan Pernah Meminjamkan Uang untuk 3 Tipe Manusia Ini! No 3 Paling Banyak di Indonesia!

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, Jangan meminjamkan uang kepada orang lain, begitu kamu pinjamkan, kekayaanmu akan hilang!

Karna secara psikis, meminjamkan uang orang lain, juga akan menghilangkan kehormatan dan harga dirimu!

Kata – kata tadi sangat “menampar” untuk orang – orang yang mau pinjam uang. Biasanya, orang yang meminjam atau dipinjam, akan merusak hubungan persahabatan / persaudaraan / pertemanan.

3 Masalah terbesar dalam sebuah hubungan, salah satunya adalah perihal pinjaman uang.

Sebagai orang yang meminjam uang, kita harus ada hati seperti ini : “Hargai Penyapu Jalan, Hilangkan Kesombongan”

Dalam sebuah penelitian, hampir 24,2% jumlah uang yang dipinjam, biasanya melebihi kemampuan dia untuk mengembalikan!

Mimin punya beberapa cerita kasus dimana orang – orang seperti ini harus kamu hindari:

01: Orang yang Karena Hubungan Dekat Tidak Mau Mengembalikan

Terkadang ketika kamu meminjamkan uang, jelas – jelas kamu adalah peminjam, tetapi harus kamu yang sepertinya “memelas – melas” minta kembalikan! Orang yang dipinjam malah berdiri di “tangga yang tinggi” melihat kamu rendah memohon – mohon uangnya dikembalikan.

2 tahun lalu, aku punya seorang teman yang sedang diambang kesusahan, akhirnya dia datang pinjam 3 juta Rupiah. Waktu itu, dia berjanji kalau nanti sudah gajian, dia akan kembalikan uangku.

Karena hubungan kita baik, dia sering membantuku, aku berpikir, okelah, aku pinjamkan dia agar dia juga tidak stress.

Sampai waktunya yang dijanjikan untuk pengembalian, dia sepertinya tidak ada niat untuk kembaliin, ditunda – tunda sampai aku gak enak untuk minta uangnya, takut dia sakit hati.

Sampai suatu saat, aku tertipu dan butuh uang yang cukup besar untuk kelangsungan hidupku, mau gak mau, aku telepon dia dan menjelaskan keadaanku sekarang, tapi apa yang aku dapat? Dia marah seperti ini,”Hubungan kita selama ini, hanya seharga hutangku yang tak seberapa ini? Benar – benar kamu jadi orang kenapa kok pelitnya seperti itu!”

Aku kaget, marah! Jelas – jelas aku yang meminjamkan uang kepada dia, kenapa dia tidak berterimakasih, malah menggunakan hubungan relasi kita berdua untuk menghindari hutang!?

Hutang tetaplah hutangm yang harus dibayar!

Ketika hutang ada di dalam perjalanan kehidupanmu, hanya ada hasil yang akan terjadi, kamu jadi orang yang jahat, atau kamu adalah tipe orang yang benar – benar bisa dipercaya!

Sebelum kamu meminjamkan uang, pastikan kalau kamu, sudah siap dengan segala resiko uang itu tidak akan DIKEMBALIKAN!

Akhirnya, uang aku hanya dikembali setengahnya (Dengan Susah Payah!), dan sejak itu, aku tidak pernah lagi menghubunginya.

Aku menganggap, aku mengeluarkan sejumlah uang, hanya untuk melihat “Topeng Asli” dari manusia ini!

02: Cuma Bisa Minjem tapi Gak Berencana Untuk Mengembalikan

Ada satu tipe manusia, yang gak rela habisin duit sendiri tapi merasa ngabisin duit orang lain adalah suatu hal yang lazim.

Pernah ada satu cerita yang pernah didengar seperti ini. Seorang muda, anggap saja namanya Dude, ngobrol dengan temannya Andi perihal buka bisnis baru.

Dude setelah ngobrol – ngobrol, Dude berkata dia lebih baik pinjam sama teman daripada sama bank. Alasannya simpel dan hanya orang yang punya otak gak mau ngembaliin uang bisa berkata – kata seperti ini,”Aku gak mau pinjem ke bank, kalau pinjam ke bank pasti ada bunganya dan kalau sampai gak bisa bayar hutang gimana? Hancur hidup aku! Nah kalau sama teman enak, gak perlu bunga, jadi pinjam uangnya untuk buka bisnis, uang sehari – hari jadi gak kesentuh dan mereka bisa nunggu kapanpun untuk dikembaliin kalau bisnis aku berhasil!”

Orang – orang yang punya otak seperti ini, dia tahu jelas kalau tidak ngembaliin uang yang dia pinjam pun gak apa – apa karna orang yang meminjamkan ngerti kondisinya, padahal belum tentu!

Kondisi masyarakat kita sekarang juga mulai miris. Ada juga cerita seperti ini:

Satu kali seorang siswi SMA pinjam seribu perak 10 kali ke temannya yang terkenal tajir di kelas. Dia pinjam terus sampai ada teman yang lain penasaran kenapa dia pinjem terus bertanya,”Kok elu pinjem terus aku lihat tapi gak pernah ngembaliin?”

Jawabnya santai dan tak merasa berdosa seperti ini,”Gak apalah, aku kan gak setajir dia, bagi dia ini hanya uang recehan deh, gak mungkinlah dia pelit segitunya sama uang kecil seperti ini.”

Terdengarnya logis karena dia tajir, tetapi sebenarnya INI SALAH BESAR!

Siapapun itu, mau miskin mau tajir, uang yang dia miliki, semua adalah hasil dari kerja keras dan keringat seseorang. Sekali hutang, pinjem uang, itu harus DIKEMBALIKAN!

Jangan pernah menganggap kalau teman kaya kita, tidak memikirkan masa depan mereka. Punya pemikiran seperti inilah yang membuat seseorang jatuh miskin!

03: Pinjam uang orang lain dan menjalani hidup yang berkelimpahan

Pernah gak kamu ketemu dengan satu tipe manusia yang, pinjam uangmu, tapi hidupnya padahal lebih berlimpah dibandingkan kamu?

Pernah ada satu artikel yang bercerita seperti ini:

Si A beli mobil, karena gak cukup uang, akhirnya dia hampiri Si B untuk pinjam karena males pinjam di Bank, padahal Si B baru saja ngumpulin uang untuk bayar DP rumah sampai – sampai mereka harus hemat makan, pengeluaran bulanan, transport, dll.

Setelah beberapa waktu kemudian, uang yang dipinjam sama Si A tidak dikembalikan, bahkan tak ada kabar apa – apa!

Sampai B menemukan Si A di MedSosnya, A hidup dengan mewah, ke pantai berlibur, ke negara lain untuk pamer foto – foto bersama teman – temannya, ke club malam berdansa, bahkan sampai foto pre-wedding WOW banget!

B semakin mikir semakin jengkel, uang jerih payahnya malah digunakan A dengan semena – mena, semakin dia pikir, semakin dia benci dengan si A!

B gak bisa tahan lagi, dia pun pergi meminta ke Si A, namun ya! Sesuai dengan tebakan manteman, si A malah pura – pura baru keingat dan harus menunggu uang saham dia turun dalam setengah tahun ini baru mengembalikan uangnya.

Memang setengah tahun kemudian uang B dikembalikan, tetapi nama baik si A telah hancur dan mereka pun tidak saling berhubungan lagi.

Terkadang, berbuat baik kepada orang lain, mendatangkan kerugian yang amat sangat! Untuk itu, beberapa ahli psikolog berkata, Jika Memang Tidak Siap Memiliki Hati yang Besar Untuk Uangnya Tidak Kembali, Lebih Baik Tolaklah Permintaan Peminjaman Uang!

Meminjam uang temanmu, itu sama saja dengan kamu “Menutup” masa depannya! Meminjam uang juga bearti bunga kamu dibayar di hubungan kalian berdua.

Saran untuk semua manteman, cara terbaik untuk meminjamkan uang adalah dengan “Memberi Uang”!

Jika temanmu mau pinjem uang sebanyak 1 juta, kamu boleh kasih ½ dari pinjamannya ( 500 ribu ) dan kamu boleh berkata,”Oke ini, tidak apa, kamu ambil saja, hitung – hitung bagi berkah dan rezeki!”

Dengan seperti itu, kamu tidak hanya dihormati oleh dia, melainkan harga diri, kehormatanmu di mata mereka naik satu level “Diatas Mereka!”

Sumber : coco

Recent Posts