Home Blog Page 163

Hai Semua Orang Kristen, Sinyal 7G Sudah Hadir

sinyal-7G-sudah-datang

Saat ini, hampir semua teknologi yang ada bersifat wireless atau tanpa kabel. Hampir semuanya menggunakan sebuah gelombang atau signal yang dipancarkan.

Seperti yang kita tahu, ada perkembangan signal dari tahun-ke-tahun. Mulai dari 1G yang hanya mampu membuat panggilan suara, 2G yang mambu berkirim pesan, 3G yang mampu berkirim gambar walau dengan kualitas yang tidak terlalu baik, 3,5G yang ada pada sebagian besar smartphone, dan 4G yang sangat digandrungi masyarakat saat ini karena jaringannya yang paling cepat.

Dalam artikel ini, signal bukan berbicara tentang kecepatan menerima pesan atau kecanggihan teknologi. Tetapi, signal berbicara tentang “iman”. Sama seperti signal yang tidak dapat kita lihat, iman pun demikian. Iman tidak bisa kita lihat namun dapat kita rasakan dampak yang dihasilkannya.

Beberapa tokoh Alkitab yang sudah memancarkan signal atau iman mereka kepada antara lain dunia, Abraham, Daud, Nuh, Musa, dan masih banyak lagi. Namun ada satu tokoh Alkitab yang memancarkan iman yang “tercanggih” diantara semua tokoh yang ada. Sinyalnya bukan hanya 3G atau 4G tapi 7G. Siapa Dia? Yes!  Tuhan Kita, Yesus!

Yesus memiliki iman atau signal 7G. Iman yang paling sempurna. Apa saja ? Yuk, disimak.

Gurun

Matius 4 : 1 – 11 membawa kisah Yesus yang dicobai iblis di padang gurun. Ia ditantang untuk mengubah batu menjadi roti (ayat 3), menjatuhkan diri dari atas (ayat 6), dan menyembah iblis (ayat 9). Namun, Yesus tidak mau kalah dengan godaan iblis karena Yesus memiliki iman yang kuat dan Ia menggunakan Firman Allah untuk melawan iblis.

Mungkin ada dari kita yang sedang merasakan godaan-godaan iblis untuk berbuat dosa. Jika ia sudah mengintip didepan pintu hati kita, kita harus segera menepisnya dengan berdoa dan dengan Firman Allah. Kita harus memiliki pondasi iman yang kuat sehingga tidak tergoda atas apa yang iblis tawarkan.

Galilea (Danau)

Lukas 5 : 1 – 11 mengisahkan pertama kalinya Simon Petrus dipanggil oleh Tuhan di Danau Galilea. Pada saat itu, Simon Petrus bekerja sepanjang malam namun tidak mendapat ikan. Ketika Yesus datang dan menyuruhnya untuk menebarkan jala ke tempat yang ‘lebih dalam’, ia melakukannya dan mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Mungkin saat ini, kita sedang mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Bekerja siang dan malam namun tidak mendapat hasil yang sesuai harapan. Apa yang harus kita lakukan? Carilah dulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita. Sama seperti Petrus, kita perlu ‘memperdalam’ keimanan kita, lebih sungguh dalam iring kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan turun tangan menolong dan membela kita.

Genesaret (Kota)

Markus 6 : 55 – 56 mengisahkan Yesus yang sampai di Kota Genesaret. Disana Yesus melihat ada banyak orang sakit yang ingin sembuh dengan menjamah jumbai jubah Yesus.

Mungkin saat ini, kita mengalami sakit penyakit. Sudah melakukan segala upaya (ke dokter, membeli obat di apotek) namun tidak kunjung sembuh. Sama seperti orang sakit di Genesaret yang mencari Tuhan, mari kita juga mencari Tuhan dan meminta belas kasihanNya. Mengetuk hati Tuhan supaya ia menolong dan menyembuhkan kita. Namun, sekalipun sakit itu tidak sembuh, kita harus tetap percaya bahwa rencanaNya adalah rencana yang terbaik dalam kehidupan kita.

Gerasa

Markus 5: 1 – 21 menceritakan Yesus ada di di daerah Gerasa. Di sana ada seseorang yang dirasuki oleh roh jahat(iblis). Orang itu tidak hanya digoda oleh iblis, namun ia hidup dengan iblis.

Mungkin selama ini, kita hidup bergaul dengan ibis. Melakukan dosa dan perbuatan-perbuatan najis. Masih suka berkompromi dengan setan atau bermain dukun. Mari kita sama-sama berbalik dan kembali kepada jalanNya Tuhan. Salah satu dari 10 hukum adalah jangan ada Allah lain di dalam hati kita. Oleh karena itu, kita harus memenuhi kehidupan kita dengan Allah supaya iblis tidak mendapat celah untuk mengambil alih hati kita.

Getsemani

Kita semua tentu tahu apa yang Yesus lakukan di taman Getsemani (Matius 26 : 36 – 45). Ia bahkan berdoa sampai keringatnya menjadi darah karena ia berdoa dengan sangat sungguh-sungguh. Namun, saat Yesus berdoa apa yang dilakukan murid-muridNya? Tidur.

Mungkin ada dari kita yang saat ini sedang terpuruk dengan keadaan namun tidak ada seorang pun yang memberi dukungan. Seolah-olah mereka “tidur” saat kita sedang berjuang menghadapi masalah. Meskipun demikian, seperti Yesus yang tetap menjalani apa yang harus ia jalani. Kita pun juga harus tetap menjalani hidup dengan memandang kepada Tuhan. Dan meskipun tak ada seorang pun yang peduli kepada kita, ada seorang pribadi yang selalu ada bagi kita, Dialah Tuhan.

Gabata

Yohanes 19 :13 menyebutkan gabata, yaitu sebuah batu yang digunakan sebagai penyangga kursi Pilatus. Seperti panggung, supaya kursi Pilatus lebih tinggi. Gabata adalah sebuah tempat penghakiman dimana Yesus dihakimi di sana, didepan Pilatus dan didepan banyak orang. Dimana Yesus yang tidak bersalah, dipersalahkan, dan harus menerima hukuman mati diatas kayu salib.

Mungkin saat ini kita sedang ada di Gabata. Ada orang-orang yang secara sengaja memfitnah kita, sehingga hidup kita dihakim oleh orang-orang disekitar kita. Namun sama seperti Yesus kita harus mampu menerimanya dengan kerelaan hati.

Golgota

Yohanes 19 : 17 menyebutkan golgota adalah tempat tengkorak. Tempat dimana banyak orang jahat mati dihukum disana. Di sana juga Yesus menyerahkan nyawaNya bagi kita. Ia setia sampai mati, bahkan mati di kayu salib.

Mungkin ada dari kita yang diperhadapkan pada sebuah pilihan. Seperti, menjual Yesus demi jodoh atau tidak mendapat pasangan? Menukar Yesus demi pekerjaan atau harus mencari pekerjaan lagi? Pikirkan baik-baik. Yesus terlalu mahal jika ditukar dengan dunia yang fana. Kita anak-Nya harus berani mengambil resiko demi iman kita. Dan setia kepadaNya sampai akhir kehidupan kita.

Itulah signal 7G yang telah dipancarkan Yesus. Berteguh kepada Tuhan saat digoda iblis, mengutamakan Tuhan, memiliki iman walau dalam keadaan sakit, bergaul dekat dengan Tuhan, tetap percaya walau orang-orang di sekitar tidak peduli, tetap sabar walau difitnah, dan tetap setia kepada Tuhan sampai akhir.

Teladan-teladan iman itu haruslah kita tangkap dengan satu alat yang disebut “Percaya”. Kita juga harus menerapkan teladan-teladan itu dalam kehidupan kita, karena 1 Yohanes 2: 6 mengatakan, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Yuk, belajar ikuti teladannya. Share artikel ini ke setiap orang yang kamu kenal, dan jadilah berkat untuk mereka.

Sumber: generasihero

Kesaksian Chelsea Olivia, Berkat Tuhan Ada Selagi Berusaha

chelsea-olivia

Artis cantik yang memiliki nama panjang Chelsea Olivia Wijaya ini adalah salah satu Artis beragama Kristen yang berbakat. Ibu dari Nastusha Olivia Alinskie ini memulai karier nya pada umur 7 tahun dengan menjadi model dan karena kemurahan Tuhan, Chelsea ditawari casting untuk sebuah iklan dan tidak lama kemudian dia membintangi sebuah sinetron.

Meski telah bekerja di bidang entertainment sejak berada di bangku sekolah, namun wanita kelahiran Lampung, 29 Juli 1992 ini tidak pernah mengabaikan pendidikan.

“Sibuk boleh aja, tapi sekolah tetap nomor satu. Jadi, aku berusaha sekolah dan karier bisa jalan dengan baik.” Ucap Chelsea

Se sibuk apapun kegiatan Chelsea, dia tetap mengutamakan pendidikannya. Jadi istilahnya Chelsea ingin dua hal berbeda (shooting & sekolah) yang dia jalani secara bersamaan ini dapat sama-sama berkembang.

“nggak ada yang mengganggu. Sekolah tidak mengganggu karier dan karier juga tidak mengganggu sekolah.” Tambahnya

Chelsea Olivia memiliki semangat tinggi dalam bekerja, mungkin istilah “membanting tulang” telah ia lakukan saat masih remaja. Dia menceritakan bahwa dia pernah dari lokasi shooting langsung berangkat ke sekolah. Namun Chelsea tidak pernah mengeluh,

“Chelsea bukan tipe pengeluh. Dia tahu dia capek, tapi dia tetap menjalani semuanya itu dengan sangat profesional.” Ucap Ibunya

Menjadi seorang artis terkenal dalam usia muda tidak semudah yang orang bayangkan. Chelsea ternyata sering mengalami penolakan, namun Chelsea tetap mengandalkan Tuhan dan bertahan. Karena ketekunannya ini, Chelsea dapat meramaikan ranah pertelevisian Indonesia. Sampai sekarang pun kepopuleran nya tidak meredup.

“ngomong-ngomong soal perjuangan itu banyak banget. Mulai dari Casting ditolak, gagal, semua lengkap. Jadi untuk sekarang lebih bisa menghargai semuanya. Kalau ada yang bilang aku modal tampang saja, itu salah besar.” Ujar Chelsea

Dalam meraih kesuksesan karier nya Chelsea tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, namun  mengandalkan kekuatan Tuhan yang ada dalam hidupnya. Sehingga dia menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah.

“casting diterima atau tidak, itu semua berkat. Termasuk gabung di BBB. Banyak yang lebih cantik dan suaranya lebih bagus dari aku, tapi aku yang diterima. Itu karena Tuhan Yesus. Kalau nggak ada Tuhan Yesus, nggak bakal ada seorang Chelsea Olivia di dunia ini.” Ujar Chelsea

“Semua ini sama sekali bukan karena kehebatan ku, yang paling utama adalah karena berkat-Nya. Tuhan memberikan berkat sekaligus menguji aku, apa aku bisa bertanggung jawab. Tuhan Yesus benar-benar berharga buatku.” Tambahnya.

Berkat kerja keras Chelsea, Tuhan memberikan apa yang seharusnya Chelsea miliki. Chelsea termasuk artis yang berprestasi, karena dapat meraih kesuksesannya di bidang entertainment ketika usianya masih muda. Sinetron paling populer yang dimainkannya adalah “Buku Harian Nayla”.

Putri dari pasangan Yacub Wijaya dan Yuliana ini menemukan pasangan hidupnya juga melalui sinetron ini. Aktor ganteng bernama Glenn Alinskie adalah lawan main Chelsea di sinetron “Buku Harian Nayla”. Setelah berpacaran selama 8 tahun, akhirnya Glenn melamar Chelsea Olivia dan menikah pada tanggal 3 Oktober 2015. Tidak sedikit masyarakat yang mengagumi kesetiaan mereka berdua. Setelah menikah, mereka dikaruniai seorang putri bernama Nastusha Olivia Alinskie yang lahir pada 9 September 2016.

Totalitas dalam pekerjaan adalah yang kita butuhkan untuk menjadi orang sukses. Heroes, banyak anak Tuhan yang hanya menagih janji Tuhan tanpa berusaha meyakinkan Tuhan bahwa dia layak menerima berkat-Nya. Ingat, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati, maka dari itu berusahalah untuk dapat mendapat kepercayaan dari Tuhan. buktikan kepada Tuhan bahwa kamu layak menerima berkat-Nya.

Sumber: generasihero

3 Hal Yang Harus Kamu Terapkan Ketika Memuji Tuhan

memuji-Tuhan

Memuji Tuhan lebih dari sebuah kewajiban. Tak ada alasan untuk tidak memuji-Nya, karena Dia sungguh baik bahkan teramat baik, tanpa kuasa-Nya kita takkan mampu melakukan apapun. Yang menjadi pertanyaan, seberapa sering kamu memuji Tuhan? Setiap hari? Seminggu sekali? Atau setahun sekali yakni saat Natal tiba?

Heroes, memuji Tuhan dapat kamu lakukan kapan pun dan dimana pun juga. Ada banyak lagu dan nyanyian yang dapat kamu lantunkan untuk meninggikan namaNya. Meski begitu, memuji Tuhan tak dapat dilakukan dengan asal-asalan atau dengan motivasi yang salah. Tiga hal ini harus kamu terapkan ketika memuji Tuhan!

Melakukannya Dengan Tulus

memuji-Tuhan-2

Saat menyembah dan memuji Tuhan, kamu harus melakukannya dengan tulus. Atau dengan maksud lain, hanya Tuhanlah yang menjadi sasaran dan tujuan utamanya. Jangan sekali-kali memuji Tuhan hanya untuk memamerkan suara indah yang kamu miliki. Itu bukan pujian yang sesungguhnya.

Fokuslah kepada Tuhan, gunakan suaramu untuk memuji Dia dan bukan untuk mencari pujian. Tuhan lebih mementingkan ketulusan hati ketimbang keindahan suara yang kamu berikan. Mulai dari sekarang, bertanyalah kepada dirimu sendiri “apakah aku sudah memuji Tuhan dengan tulus?”

Yohanes 4: 23 berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian”

Memberikan Persembahan Khusus

Ketika memuji Tuhan berilah persembahan khusus kepada-Nya, seperti bermazmur dan berbahasa roh bagi yang sudah dikaruniai. Memuji Tuhan memiliki arti yang luas, bukan hanya tentang bernyanyi. Persembahkan apapun yang bisa kamu persembahkan kepada-Nya. Ingat, lakukan hal itu dengan tulus!

Berekspresi Sebebas Mungkin

memuji-Tuhan-3

Ini adalah hal yang canggung bagi sebagian orang. Heroes, ketika kamu memuji Tuhan jangan pedulikan orang yang berada di sekitarmu.  Fokuslah kepada Tuhan dan rasakan hadirat Tuhan itu memenuhimu.

Jangan ragu untuk melompat jika kamu ingin melompat, jangan malu untuk menangis jika kamu ingin menangis, jangan sungkan untuk berteriak jika kamu ingin berteriak untuk-Nya.

Ingatkah kamu dengan kisah Daud? Ya! Ketika Tabut Allah berhasil direbut kembali oleh bangsa Israel, Daud memuji Tuhan dan menari-nari. Sementara, anak perempuan Saul bernama Mikhal memandang rendah Daud. Alhasil, Mikhal hingga akhir hayatnya tidak dikarunia anak alias mandul. So, Mulailah bernyanyi untuk Tuhan dan berekpresilah sebebas mungkin.

Itulah tiga hal yang wajib kamu terapkan ketika memuji Tuhan. Pujian dan penyembahan punya kuasa besar untuk mengubah hidupmu! Tak percaya? Coba saja.

Sumber: generasihero

Anak Ini Sembuh Dari Leukimia Karena Api Yesus

kairos-anak-muhammad-subhan

Mohammad Subhan adalah seorang pelatih dan koreografer untuk parkour freerun dan freestyle basketbal. Subhan merasakan mukjizat dalam kehidupannya melalui anaknya yang bernama Kairos.

“Kairos itu artinya waktu Tuhan,” Kata Subhan

Kairos anak Subhan yang berumur 3 tahun di vonis mengidap Leukimia Limfositik akut alias Acute Lymphocytic Leukimia (ALL).  Kairos tidak mempunyai harapan hidup waktu itu, dokter yang menanganinya pun tidak bisa memastikan apakah Kairos akan sembuh.

Hati Subhan merasa hancur saat melihat anaknya tergeletak tak berdaya akibat Leukimia, saat Subhan mendampingi Kairos di rumah sakit dia membuka Alkitab namun tidak bisa membaca karena pikirannya sedang kacau.

“Tetapi ada sesuatu di sini (sambil memegang dadanya) bilang begini : kamu mau nyanyi enggak Subhan buat saya? saya bilang, dalam kondisi seperti ini Tuhan.. saya harus bernyanyi buat Tuhan?”  Ujar Subhan

Akhirnya Subhan bernyanyi, lagu inilah yang keluar dari mulut Subhan,

“Biarlah manis Kau dengar Tuhan, manis Kau dengar Tuhan.”

Namun kenyataannya tidak semanis lagu yang Subhan lantunkan, dalam kondisi seperti itu, Subhan tidak bisa memikirkan hal lain lagi karena pikirannya sedang kacau.

“Disamping anak saya ada anak orang India, anak itu meninggal. Jadi kami tinggal tunggu giliran meninggal. Menunggu anak giliran meninggal itu nggak enak,” ujarnya

Subhan memprotes Tuhan dalam hatinya, kenapa kejadian ini harus menimpa anaknya. Namun, Tuhan tetap menyuruh Subhan untuk bernyanyi.

“Tapi tetap ada perkataan dalam hati saya. nyanyi Subhan…. Nyanyi.

Diapun menyanyi lagi, namun tetap Subhan tidak bisa sepenuh hati menyanyikannya. Namun Tuhan tetap menyuruhnya untuk bernyanyi, lalu Subhan bernyanyi lagi.

“Karya terbesar, dalam hidupku… karya terbesar? No!” kata Subhan

“Tapi Tuhan tetap menyuruh saya bernyanyi, suara itu audible sekali,” tambahnya

Meskipun tengah dalam kondisi sedih, Subhan tetap berusaha memuji Tuhan. Lalu Subhan dan istrinya bergandengan tangan dan mulai berserah kepada Tuhan dan berseru:

“Tuhan kami serahkan anak kami Kairos di dalam tangan Yesus,” ujarnya

Mendengar perkataan Subhan dan istrinya, para dokter dan perawat yang menangani Kairos pun kaget dan heran.

“saya tau. Mungkin secara biologis Kairos adalah anak kami, tapi ini anak-Mu Tuhan kami serahkan kepadamu,” ucap Subhan

Namun perintah Tuhan tetap sama, Dia tetap menyuruh Subhan untuk bernyanyi, lalu keluar lagi satu nyanyian dari mulut Subhan,

“Bersama-Mu Bapa.. ku lewati semua,

perkenanan-Mu yang teguhkan hatiku,

Engkau yang bertindak.. memberi pertolongan,

Anugerah-Mu besar, melimpah bagiku.”

Namun pujian yang dinaikkan Subhan tersebut tidak membuat kondisi Kairos membaik, selanjutnya perut Kairos membengkak dan Kairos berkata kepada Subhan, “Papa sakit”

Dengan hati yang remuk, Subhan harus bilang, “Kairos kuat.”

“Kami tidak bisa nangis di depan anak kami,” ujar Subhan

Karena menjalani kemoterapi, rambut Kairos sedikit demi sedikit rontok dan akhirnya menjadi botak. Mulutnya pun harus mengeluarkan darah setiap hari karena bekas luka dari transfusi darah. Transfusi darah Kairos di pindah ke mulut karena tangannya sudah remuk akibat bekas luka transfusi darah selama dia di rawat di Belanda.

Namun Tuhan tetap meminta Subhan untuk bernyanyi dan memuji nama-Nya.

“Proses yang kita lewati, membuat kita semakin dewasa, Kairos telah menghadapi banyak kemoterapi, namun suatu saat dokternya bilang Kairos melewati  “bad day” nya saat melakukan kemoterapi.  Kairos mengatakan “nei papa, nei… Kairos sudah sembuh.” Dokter bilang itu bad day nya Kairos? Saya bilang No! itu Kairos bertemu Yesus,” ujar Subhan

Setelah 4,5 bulan dokter meminta persetujuan Subhan untuk mengambil sample sumsum tulang belakang milik Kairos. Dan setelah 1 jam berlalu, dokter kembali dan berkata “pak virus leukimianya tinggal 1%.”

Namun Subhan tidak percaya, dia menelpon Istrinya dan menceritakan hal itu, selang beberapa menit dokter datang kepada Subhan dan meminta persetujuan untuk melakukan tes ulang karena ternyata dokter pun ragu dengan hasil tes yang pertama.

1 jam kemudian dokter menghampiri Subhan dan berkata,

“Pak, virus leukimianya tinggal 0%.”

Mukjizat-Nya dinyatakan kepada Kairos dan mulai saat itu rambutnya mulai tumbuh, badannya pun bertambah segar. Kairos sangat bahagia hingga mengajak semua orang di gereja untuk menari. Dia tau siapa yang menyembuhkan dia, yaitu api yang asalnya dari Yesus. Kairos juga sudah melakukan aktivitas sehari-harinya dengan sangat baik di Belanda.

“Pesan yang Tuhan mau kasih, apa yang berharga di mata manusia siapa pun dia, itu yang mau Tuhan ambil. Karena Tuhan mau kasih tau Yesus lah yang paling berharga dalam hidup manusia. Kenapa situasi kami tidak berubah saat kami mengalami hal itu? Karena Tuhan mau mengubah sikap hati manusia terlebih dahulu lalu situasinya.” Ucap Subhan

Mukjizat Tuhan ada bagi setiap orang percaya. Heroes, jangan pernah meragukan kuasa Tuhan. Dia mampu melakukan segala sesuatu.

Anak 10 Tahun Ini Dipenuhi Roh Kudus Dan Mulai Berbahasa Roh

Benson-Ken

Sebuah ajang pencarian bakat Talent Hunt kembali melakukan audisi. Dalam audisi kali ini, ada ribuan peserta yang siap menunjukkan kemampuan dan bakatnya. Salah satu peserta yang sukses menyita perhatian dunia adalah Benson Ken. Ya! Suasana audisi langsung berubah, ketika anak berusia 10 tahun itu naik ke atas panggung dan mulai menyanyikan lagu rohani. Benson yang diduga berasal dari Nigeria menyanyikan lagu rohani populer, berjudul “Haleluyah”.

Tampak jelas, Ben menyanyikan lagu rohani tersebut dengan sangat tulus dan sungguh-sungguh. Di tengah lagu, Ben merasakan hadirat Tuhan nyata dalam dirinya, lalu ia mulai bernyanyi dengan suara yang menggebu-gebu. Kami yakin, dia benar-benar dipenuhi kuasa Roh Kudus. Sambil meneteskan air mata, dia berbahasa roh.

Melihat hal ini, semua penonton termasuk dewan juri, host ikut bernyanyi dan mengangkat tangan. Mereka ikut larut dalam hadirat Tuhan. Beberapa orang berdiri dan bertepuk tangan untuk kemuliaan Tuhan, tak sedikit pula yang menangis dan berdoa. Dewan juri tak dapat berkata apapun, bahkan host acara tersebut diam seribu bahasa.  Bocah 10 tahun itu benar-benar dipakai Tuhan!

Heroes, jika Benson Ken yang masih berumur 10 tahun saja dipakai Tuhan, apalagi kita yang lebih dewasa darinya. Satu hal yang harus kamu percaya, tak peduli seberapa muda atau tua dirimu, sekeren atau secantik apapun dirimu, pada dasarnya Tuhan hanya melihat hati. Mulai saat ini, buka hatimu dan gunakan hidupmu untuk memuliakan nama-Nya!

Sumber: generasihero

5 Artis Kristen Yang Tak Malu Tunjukan Imannya

Dunia hiburan menjadi bagian yang paling sering diperhatikan, mengingat hampir semua orang di dunia ini memiliki TV. Selain itu, perkembangan teknologi yang begitu pesat sukses melahirkan kanal-kanal berita, media sosial hingga layanan video seperti YouTube sebagai media pendukung dunia hiburan. Begitupun dengan para artis dan aktor di dalamnya. Mereka berhasil menghipnotis mata banyak penonton.

Bahkan tak sedikit orang yang menjadikan para artis dan aktor sebagai idola dalam hidupnya. Nah, untuk mempertahankan popularitasnya di dunia entertainment, beberapa artis atau aktor rela meninggalkan atau menjual iman mereka. Namun di sisi lain ada pula artis atau aktor yang secara berani menyatakan iman mereka kepada Tuhan Yesus. Kira-kira siapa saja artis yang berkomitmen kuat dalam iman kepada Yesus dan berani menunjukan imannya? Berikut informasinya.

Agnez Monica

Agnez-Monica

Dalam banyak kesempatan, Penyanyi cantik ini secara gamblang menyatakan iman-Nya kepada Tuhan Yesus. Jika sobat perhatikan, tiap kali Agnez mendapatkan award atau tengah berada di sebuah acara talkshow . Agnez secara terang-terangan menyatakan bahwa segala sesuatu yang ia raih dan dapat merupakan kehendak dan anugerah dari Tuhan Yesus. Bahkan tak jarang pula ia mengutip ayat-ayat Alkitab dan membagikannya di depan banyak orang melalui tayangan televisi secara langsung.

Asmirandah

Asmirandah

Mungkin kita sempat dihebohkan perihal pernikahan antara Asmirandah dengan Jonas Rivano beberapa tahun yang lalu. Namun pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus bahkan menanggalkan segala hal duniawinya. Sekarang ia lebih fokus untuk melakukan pelayanan ketimbang mengisi acara-acara di dunia entertainment. Bahkan melalui kesaksiannya, Ia tidak pernah takut ataupun malu untuk menyatakan diri sebagai orang Kristen.

Baca Juga : Kesaksian Asmirandah , “Tuhan Yang Memilih Saya Bukan Saya Yang MemilihNya”

Donnie Sibarani

donnie-sibarani

Vokalis Ada  Band ini juga jadi salah satu penyanyi yang tidak pernah malu untuk menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus. Bahkan, saat ini ia tengah disibukkan dengan kegiatan pelayanan bersama dengan istrinya. Dari akun Instagram resmi miliknya, sepertinya ia sering melakukan perjalanan ke beberapa gereja untuk berbagi kesaksian dan imannya kepada banyak orang. Tak hanya itu, ia juga merilis album rohani bertajuk “Kutinggikan Namamu”.

Mike Mohede

Mike-Mohede

Mike Mohede juga masuk kedalam daftar artis yang tidak pernah malu untuk menyatakan diri sebagai seorang Kristen. Hal ini terbukti dari beberapa lagu rohani yang berhasil ia bawakan. Bahkan ada beberapa lagu yang ia ciptakan khusus hanya untuk Tuhan. Selain itu, dalam acara talk show, tanpa rasa ragu ia sering mengucapkan kata “Haleluya”. Namun, saat ini Mike Mohede telah tenang bersama Bapa di Surga. Meski begitu, lantunan lagu yang pernah ia nyanyikan hingga karya-karya yang pernah ia buat masih dapat kita nikmati hingga saat ini.

Angel Pieters

Angel-Pieters

Namanaya semakin dikenal setelah berhasil mejadi Runner-Up pada ajang pencarian bakat Idola Cilik. Setelah itu, karir Angel Pieters meningkat begitu pesat bahkan berhasil membintangi beberapa judul sinetron dan serial drama seperti Stereo. Meski begitu, dunia hiburan yang gemerlap tak membuatnya lupa kepada Tuhan. Angel aktif dalam pelayanan bahkan ia juga mencover beberapa lagu rohani. Tak hanya itu saja, ia juga kerap melakukan kegiatan sosial bersama dengan keluarganya.

Sumber: generasihero

Nubuat Alkitab yang Dinantikan Penggenapannya 2018

 

Tahun 2017 penuh dengan hal-hal yang dapat digambarkan sebagai peristiwa-peristiwa “luar biasa” dan “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam hal penggenapan profetik. Pelantikan presiden Donald Trump dan pernyataan bahwa dia mendukung Yerusalem sebagai ibukota abadi orang-orang Israel, dianggap oleh orang-orang percaya sebagai tanda nubuatan bahwa dunia semakin dekat kepada era Mesianik.

Berikut ini beberapa momen penggenapan nubuatan 2017 dan nubuat-nubuat lanjutan yang kemungkinan bisa digenapi mulai tahun 2018.

Nubuat Alkitab yang Mulai Digenapi 2017

Yerusalem Sebagai Rumah Doa Segala Bangsa

Zakharia 14:16 Dan akan terjadi, setiap orang yang tersisa dari segala bangsa yang datang melawan Yerusalem, akan datang dari tahun ke tahun untuk menyembah Raja, YAHWEH Tsebaot, dan untuk merayakan hari raya Sukkot.

Dalam tahun 2017, Yerusalem menjadi tempat perhimpunan, sebuah Rumah Doa bagi segala Bangsa, Yahudi dan non-Yahudi, seperti yang dinubuatkan Alkitab. Kunjungan wisatawan ke Yerusalem terus melejit, dengan pendatang naik 25 persen dibandingkan tahun 2016. Perhimpunan semacam itu sangat terlihat pada waktu Hari Raya Sukkot (Tabernakel), ketika puluhan ribu turis Kristen tiba di Yerusalem. Menurut Rabbi Tuly Weisz, menggenapi penglihatan profetik Zakharia tentang bagaimana Hari Raya Sukkot akan dirayakan pada Akhir Zaman, partisipasi orang-orang non-Yahudi dalam “Hari Raya Pondok Daun” memainkan peranan penting dalam membawa orang-orang Yahudi lebih dekat untuk merayakan Sukkot seperti yang dijelaskan dalam kitab nabi, sebagaimana itu juga akan dirayakan dalam Zaman Kerajaan Mesias.

Donald Trump Mengunjungi Tembok Barat

Yesaya 45:1 Demikianlah firman YAHWEH kepada yang diurapi (mesias)-Nya, “Kepada Koresh, yang tangan kanannya telah Aku pegang, untuk menaklukkan bangsa-bangsa (goyim) di hadapannya. Dan Aku akan membuka ikat pinggang raja-raja, untuk membuka di hadapannya pintu-pintu, dan pintu-pintu gerbang tidak akan tertutup.

Dunia bergejolak ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi presiden Amerika yang pertama kali mengunjungi Kotel (Tembok Barat), membangkitkan harapan orang-orang Yahudi bahwa pembangunan Bait Suci Ketiga mungkin akan disaksikan oleh generasi ini. Dukungan Presiden Trump yang tak tergoyahkan terhadap aspirasi nasional Yahudi menghubungkan dia dengan Raja Persia, Koresh, yang hubungannya dengan Mesias ditemukan dalam Kitab Yesaya. Sama seperti Koresh, Trump memerintah negara terbesar di zaman ini dan Koresh, seperti halnya Trump, berkuasa dan kaya, tetapi sekuler. Esoterik Gematria (numerologi Ibrani) mengindikasikan bahwa presiden AS tersebut memiliki peranan dalam proses Mesianik dan tindakannya jelas menunjukkan langkah-langkah ke arah itu.

Setiap huruf Ibrani memiliki nilai numerik. Dan dengan menghitung nilai numerik terhadap huruf-huruf Ibrani, nama Donald Trump dalam bahasa Ibrani juga setara dengan nilai numerik dari “moshiach dari Rumah Daud.” Meskipun tidak ada yang mengklaim bahwa Trump adalah moshiach (mesias), banyak yang percaya bahwa dia memang membantu orang-orang Yahudi untuk menetap di Israel dan membangun Bait Suci Ketiga.

Kembalinya Orang-orang Yahudi di Pembuangan

Yehezkiel 39:28 kemudian mereka akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohim mereka, yang telah membuang mereka ke antara bangsa-bangsa. Namun Aku telah mengumpulkan mereka kembali ke tanah mereka, dan Aku tidak meninggalkan seorang pun lagi dari mereka di sana.

Tahun 2017 merupakan tahun yang signifikan bagi imigrasi ke Israel, sesudah berdirinya negara Israel pada tahun 1948 yang merupakan salah satu penggenapan nubuat Alkitab yang terbesar sepanjang sejarah. Seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab, orang-orang Yahudi buangan kembali ke tanah yang dijanjikan Elohim kepada Abraham. Statistik penduduk menunjukkan peningkatan imigrasi dengan 28.400 imigran yang melakukan aliyah (naik kembali) ke Israel pada tahun 2017, termasuk orang-orang Yahudi dari empat penjuru bumi: 1200 orang Yahudi Ethiopia, B’nei Manashe, Yahudi Ukraina, Yahudi India, Yahudi Perancis, Yahudi Amerika, dan banyak lagi.

Gerhana Matahari Membawa Badai Besar dan Masalah Bagi “Raja Timur”

Yoel 2:30-31 Dan Aku akan memberikan keajaiban-keajaiban di langit dan di bumi: darah dan api serta pilar-pilar asap. Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya hari YAHWEH, yang dahsyat dan mengerikan.

Gerhana matahari bulan Agustus 2017 datang tepat pada awal bulan Ibrani Elul. Rabbi Yosef Berger, rabbi Makam Raja Daud di Bukit Zion, menghubungkan ini dengan sebuah nubuatan yang ditulis seabad lalu dalam teks spiritual Yahuditentang gerhana matahari yang terjadi tepat pada bulan Elul akan disusul oleh badai-badai dan masalah bagi Raja di Timur, yang oleh rabbi Berger diidentifikasi sebagai Diktator Korea Utara, Kim Jong-un. Rabbi Berger berpendapat bahwa Korea Utara akan mengalami kekalahan jika pemimpinnya terus menantang presiden AS.

Rabbi Berger menjelaskan bahwa dalam tradisi Yahudi, bulan mewakili orang-orang Yahudi dan matahari mewakili orang-orang bukan Yahudi. Talmud mencatat bahwa gerhana matahari merupakan pertanda buruk bagi orang-orang bukan Yahudi. Dengan demikian, Rabbi Berger memandang gerhana matahari sebagai nubuatan bahwa Israel akan diperbaharui dan akan kembali dari pembuangan untuk bangkit kembali.

Pemungutan Suara PBB tentang Yerusalem

Zakharia 12:2 “Lihatlah! Aku akan membuat Yerusalem cawan yang memusingkan bagi segala bangsa (kol hagoyim) sekelilingnya, dan itu akan juga terhadap Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem.

Pada minggu-minggu terakhir 2017, mayoritas negara-negara di PBB memberi suara menentang pengakuan Presiden Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan tempat kedutaan Amerika di masa depan. Rabbi Shimon Apisdorf, seorang penulis dan guru pemenang penghargaan untuk Yeshiva bagi Bangsa-bangsa, memandang suara PBB, yang berusaha mengisolasi Yerusalem dari dunia, sebagai bukti bahwa Bait Suci Ketiga akan bangkit kembali. Sementara suara tersebut merupakan usaha musuh-musuh Israel untuk “menempatkan Yerusalem di bawah pengepungan” dan “mengisolasi kota tersebut,” serupa dengan yang terjadi pada penghancuran Bait Suci Salomo dan pembuangan Babel, Rabbi Apisdorf mengatakan, “Benih-benih Mesias disembunyikan, ditanamkan dalam penghancuran Bait Suci.” Demikian juga dia berkata, “Ini nampaknya seperti pukulan terhadap Israel, tapi yang sesungguhnya sedang terjadi adalah dunia sedang berfokus terhadap hubungan orang-orang Yahudi dengan Yerusalem, dan hanya hal-hal yang baik yang bisa keluar dari padanya.”

Nubuat Alkitab yang Dinantikan Penggenapannya 2018

Pemindahan Kedutaan Besar AS

Zakharia 2:12 Dan YAHWEH akan mewarisi Yehuda, bagian-Nya di tanah kudus, dan Dia akan memilih Yerusalem kembali.

Dalam era baru hubungan Yahudi-Kristen, Israel pada akhirnya mengambil peranan sentral dalam penggenapan nubuat Akhir Zaman. Ini mulai terwujud ketika Presiden AS Donald Trump memenuhi janjinya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Merupakan pilar utama dalam kampanye kepresidenannya, janji ini muncul sebagai akibat tekanan kuat orang-orang Kristen Evangelis terhadap Trump untuk memenuhi janji-janji kampanyenya. Hubungan yang semakin berkembang antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen ini merupakan perkembangan yang tak terduga, sesudah ribuan tahun hubungan yang sulit, dan tanpa diragukan lagi bergerak menuju kepada era perdamaian dan persaudaraan pra-Mesianik. Melihat hubungan yang baru ini, perkembangan-perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pasti akan tersingkap di masa-masa mendatang.

Pertikaian Sunni-Syiah

Kejadian 16:12 Dan dia akan menjadi manusia keledai liar, tangannya melawan semua orang dan tangan semua orang melawan dia; dan dia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya.”

Nubuat 800 tahun dalam kitab kuno Yahudi, Yalkut Shimoni, menyatakan bahwa ketika Raja Persia (Iran) akan memprovokasi Raja Arab (Arab Saudi), Penebusan (geula) sudah ada di ambang pintu. Sebagai keturunan Ishmael, peperangan mendominasi hubungan di antara sesama saudara di dunia Arab. Iran dan Arab Saudi belum melihat perdamaian selama beberapa dekade, dan tahun terakhir ini menunjukkan perselisihan yang lebih besar lagi untuk dominasi regional yang berakar pada perpecahan Sunni-Syiah. Sebuah nubuat dalam Yalkut Shimoni, kumpulan pengajaran-pengajaran Alkitab yang diyakini disusun pada abad ke-13, menghubungkan ketegangan politik antara Iran dan Arab Saudi dengan Penebusan penuh (geula) orang-orang Yahudi. Sementara Penebusan semakin mendekat, ketegangan politik antara Iran dan Arab Saudi akan terus bertumbuh.

“Rabbi Yizchok berkata: ‘Tahun dimana Melech HaMoshiach [Raja Mesias] akan disingkapkan, segala bangsa di dunia [kol hagoyim] akan saling memprovokasi. Raja Persia (Iran) akan memprovokasi Raja Arabia, dan Raja Arabia akan pergi kepada Edom (Barat) untuk berunding, namun Raja Persia pada gilirannya akan menghancurkan seluruh dunia. Bangsa-bangsa di dunia akan menjadi murka dan panik. Mereka akan jatuh tersungkur dengan wajahnya, dan mereka akan mengalami rasa sakit seperti sakit bersalin. Israel juga akan menjadi murka dan dalam keadaan panik dan bertanya, ke mana kita pergi? Tetapi katakan kepada mereka, “Anak-anak-Ku, janganlah takut, ‘Higiyah zman geulatchem’ [saat Penebusanmu telah tiba]. Dan pada Penebusan terakhir akan berbeda dari yang pertama (Eksodus) yang diikuti oleh perbudakan dan rasa sakit lebih lanjut. Sesudah Penebusan terakhir ini, kamu tidak akan mengalami rasa sakit atau penaklukan lebih lanjut lagi.”

Ancaman Korea Utara

Ulangan 32:21-22 Mereka membuat Aku cemburu dengan yang bukan El, mereka membuat Aku murka dengan kesombongan mereka. Dan Aku akan membuat mereka cemburu dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bebal. Sebab api telah membara di dalam murka-Ku, dan membakar sampai ke bagian dasar Sheol, dan menghanguskan bumi dengan segala hasilnya; dan membakar fondasi gunung-gunung.

Bertahun-tahun sebelum Korea Utara diketahui memiliki senjata nuklir, seorang rabbi kabbalis Yahudi terkenal menubuatkan bahwa Korea Utara akan menjadi kunci nuklir dari Perang Final yang terjadi dalam proses Penebusan. Rabbi Levi Sa’adia Nachmani, yang memprediksi dengan akurat Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan Perang Yom Kippur pada tahun 1973, mengabaikan semua musuh-musuh terbesar Israel ketika dia berkata, “Bukan Aram (Syria), bukan Persia (Iran), dan bukan Babel (Irak), dan bukan Khaddafi (Libya/Phut).” Sebaliknya, Rabbi Nachmani menyebut entitas yang tidak dikenal sebagai ancaman terbesar: “Korea akan datang ke sini,” katanya.

Dia mendasarkan nubuatnya pada kata “She’ol”, yang merupakan kata dalam bahasa Ibrani untuk neraka, yang dieja sama dengan kata Ibrani untuk Seoul, ibu kota Korea Selatan. Bahkan, sementara Korea Utara meningkatkan pengujian-pengujian persenjataan dan program rudal nuklir, niat dan kemampuan mereka semakin jelas. Sebuah perang nuklir bisa dimulai dengan Korea Utara menyerang Seoul, dan meluas sampai itu menjadi perang final pada Akhir Zaman.

Pembangunan Bait Suci Ketiga

Ezra 1:2 “Beginilah perkataan Koresh, raja Persia: YAHWEH, Elohim di surga telah memberikan kepadaku semua kerajaan di bumi. Dan Dia telah menetapkan aku untuk mendirikan bagi-Nya sebuah bait di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.

Dalam sebuah kunjungan mendadak larut malam ke Tembok Barat beberapa tahun yang lalu, Presiden Rusia Vladmir Putin mengungkapkan keinginannya untuk mendirikan Bait Suci ketiga. Ketika sampai di tempat kudus, pemimpin Rusia itu berdiri diam selama beberapa menit, memanjatkan sebuah doa pribadi, dan sesudah itu dia membaca Mazmur dari sebuah buku doa berbahasa Rusia-Ibrani.

Seorang hadirin Israel berseru dalam bahasa Rusia, “Selamat Datang, Presiden Putin.” Putin mendekati orang itu, yang menjelaskan pentingnya Bukit Bait Suci dan Bait Suci Yahudi. Chadrei Charedim, sebuah situs berita Yahudi Ortodoks, melaporkan bahwa Putin menjawab, “Itulah alasan saya datang ke sini – untuk berdoa agar Bait Suci dibangun kembali.”

Keinginan Putin ini, ditambah dengan seorang Presiden AS yang mendukung Israel, dapat menciptakan kondisi politik untuk dukungan berskala luas bagi hak-hak Yahudi terhadap Yerusalem sebagai warisan spiritual mereka.

Sanhedrin mengirim surat kepada Putin dan Trump, mengingatkan mereka tentang peranan Alkitabiah bagi raja-raja non-Yahudi untuk membangun Bait Suci Yahudi Ketiga di Yerusalem. Konflik bangsa-bangsa tentang status Yerusalem akan membuka pintu gerbang munculnya “Juruselamat Palsu” yang akan memediasi perdamaian untuk pembangunan Bait Suci ke-3.

Sumber: harituhan

5 Sikap Yang Berpotensi Menghancurkan Masa Depanmu, Jauhi Jika Kamu Ingin Sukses!

 

Setiap orang pasti mengharapkan masa depan yang baik. Itu sebabnya sejak kecil kita selalu diajarkan untuk selalu bermimpi dan bercita-cita tinggi. Namun, faktanya untuk dapat menggapai semua hal itu dibutuhkan effort atau usaha yang kuat.

Ya, semua itu butuh proses dan untuk melewati proses demi proses dibutuhkan kegigihan dan sikap yang benar. Jangan sampai apa yang kita lakukan justru mencelakakan dan menghancurkan masa depan kita sendiri. Lantas sikap apa saja yang dapat menghancurkan masa depan kita? Berikut ulasannya.

Mudah Putus Asa

Masa depan yang baik (kesuksesan) tidak didapat dengan cara yang instan. Karena dalam mencapai sebuah tujuan, kita wajib melalui beragam rintangan dan proses. Di sinilah mental kita benar-benar diuji.

Jika kita mudah putus asa, tentu semua harapan dan cita-cita itu bakal kandas. Dengan maksud lain, pintu kesuksesan akan tertutup rapat. Sebab kesuksesan dan masa depan yang baik hanya dimiliki oleh orang-orang yang mau berjuang dan pantang menyerah.

Logikanya, jika kita jatuh bukankah kita harus bangkit? Namun, jika kita memilih untuk tidak bangkit. Sorry to say, kita tidak akan mampu melangkah untuk menemukan jalan kesuksesan itu.

Egois / Merasa Paling Benar

kritik

Kita tidak dapat mencapai kesuksesan dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu, jika kita bersikap egois dan merasa paling benar serta paling pintar, sudah dipastikan tak ada seorang pun yang mau bekerja sama dengan kita. Itu artinya, kita akan sulit mencapai kesuksesan. Ingat, sikap egois hanya dimiliki orang-orang bodoh.

Tidak Tulus / Meremehkan Hal-Hal Kecil

Banyak dari kita melakukan sesuatu tanpa keikhlasan hati alias terpaksa. Sobat, sikap seperti ini tidak akan mendatangkan berkat. Malahan dapat menimbulkan mala petaka. Jika kita tidak tulus melakukan hal-hal kecil, bagaimana Tuhan akan memberikan hal-hal yang lebih besar?(Mat. 25 : 21) Itu sangat tidak mungkin. Untuk itu, buang sikap tidak tulus ini jika kita ingin merasakan masa depan yang baik.

Malas

Alkitab mengajurkan kita untuk belajar kepada si semut. Meski pada musim panas, si semut tetap rajin mengumpulkan makanannya. Sobat, dengan bersikap malas kita tidak akan mendapatkan apapun. Ingat, ada banyak orang yang lebih pintar, lebih hebat dari kita, dan dunia kian berjalan dengan cepat.

Jadi ketika kita memilih untuk bermalas-malasan, sudah dipastikan kita bakal ditinggal jauh oleh orang-orang yang lebih rajin dan lebih ngotot dari kita. So, jangan malas untuk melakukan sesuatu, kita perlu malu kepada si semut.

Tidak Mengandalkan Tuhan

Raja Daud

Mau sepintar apapun kita, mau sekaya apapun kita, mau sehebat apapun kita, Kita tidak akan mendapatkan kesuksesan jika Tuhan tidak berkehendak. Masih ingat dengan kisah Daud melawan Goliath.

Ada perbedaan yang terlihat diantara keduanya. Goliath mengandalkan kekuatannya sendiri sementara Daud mengandalkan kekuatan Tuhan. Alhasil, Daud yang secara logika jauh lebih lemah dari Goliath justru mampu menumbangkan raksasa itu.

Kisah ini wajib kita jadikan teladan. Bahwa hanya karena Tuhan kita dapat menikmati masa depan yang baik.

Sumber: generasihero

Beginikah Rupa Drone Pembunuh di Akhir Zaman?

Slaughterbots

Wahyu 22 ayat 12 menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan Yesus akan segera datang. Itu adalah janji yang diucapkan Tuhan dan janji-Nya pasti akan digenapi. Walau pun hingga saat ini, hari-hari itu belum juga terjadi. Akan tetapi, kondisi dunia yang semakin jahat seolah memberi sinyal bahwa hari-hari dahsyat itu akan tiba.

Salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan manusia terletak pada sektor teknologi. Ya! Perkembangan teknologi yang melesat begitu cepat, melahirkan perangkat-perangkat canggih yang berpotensi menciptakan kekacauan di muka bumi ini (jika jatuh ke tangan orang yang salah).

Teknologi yang diduga akan menjadi penyebab kekacauan dunia tak lain dan tak bukan adalah AI alias Kecerdasan Buatan. Sederhananya, AI adalah otak yang diracik manusia khusus untuk perangkat-perangkat canggih seperti robot.  Teknologi ini sejatinya dapat membantu pekerjaan manusia, tapi jika jatuh ke tangan orang yang salah, tak menutup kemungkinan bakal menimbulkan masalah besar.

Melalui film pendek berjudul “Slaughterbots”, Organisasi University of California memperlihatkan bahaya dibalik teknologi AI yang tengah dibuat para manusia. Film tersebut menggambarkan kekacauan negara Paman Sam yang disebabkan oleh Drone berteknologi AI.

Walau memiliki ukuran yang kecil, drone sudah dibekali beragam fitur canggih seperti kamera, chipset AI, face recognition dan bahan peledak.
Dengan adanya teknologi AI dan Face Recognition, drone mampu mengenali target melalui informasi pribadi seperti pola wajah, nama, jenis kelamin dan informasi pribadi lainnya. Mirisnya, informasi semacam ini dapat diketahui melalui akun sosial media. Lantas, bagaimana cara kerja Drone pembunuh tersebut?

Begini, saat diluncurkan Drone langsung mencari dan mengejar target. Ketika target ditemukan, drone akan melesat kencang, menyerang bagian kepala dan meledakkan diri. Walau masih dalam bentuk film, banyak yang meyakini bahwa peristiwa semacam ini akan terjadi di masa depan.

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk selalu waspada dan berjaga-jaga, serta menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Sehingga ketika hari-hari jahat itu tiba, hidup kita sudah memuliakan nama Tuhan. Jangan takut dan gelisah sebab jika kamu menyerahkan hidupmu kepada-Nya, hidupmu akan aman.

Sumber: generasihero

Recent Posts