• Monica

Seorang anak bernama Sumiyati yang masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar harus menjalani keras pahitnya kehidupan bersama tiga orang adik dan ibunya. Ayahnya sudah lama meninggal. Untuk menambal biaya hidup sehari-hari, Sumiyati sebagai anak tertua harus rela berkorban dengan bekerja apapun yang dia bisa kerjakan.

Berikut ini videonya:

Sponsored Ad

Salah satunya adalah dengan menggembalakan kambing milik seorang juragan. Di saat teman-temannya bisa bermain ataupun belajar, Sumiyati justru sebaliknya, ia belajar di sela-sela waktu menggembalakan kambing. Bahkan tak jarang ia dimarahi karena kambing-kambingnya memakan padi milik petani.

Nggak hanya menggembalakan kambing, Sumiyati juga menjadi tukang antar galon bagi tetangga yang membutuhkan. Upah yang dia dapat tidak bayar, hanya 5000 rupiah sekali jalan dan itu ia bagi-bagi bersama adik-adiknya. Sumiyati bahkan terkadang rela tidak makan demi adik-adiknya bisa makan lebih dulu.

Sponsored Ad

Ibunya juga tidak bisa berbuat banyak. Apa yang bisa ia kerjakan ia kerjakan, seperti membuat dan berjualan emping melinjo. Dalam seminggu ia hanya sanggup menghasilkan kurang lebih 1 kilo saja. Dari tiap bungkus emping melinjo dibeli dengan harga 3000 rupiah.

Hidup yang berat memang sangat mereka rasakan. Ketika sang ibu membutuhkan uang dan hendak meminjam pada tetangga, tidak ada tetangga yang mau memberikannya pinjaman karena tidak percaya bahwa uangnya akan dikembalikan, karena tidak adanya kepala keluarga.

Sponsored Ad

Meski begitu, keluarga ini tidak pernah menyerah. Mereka selalu percaya bahwa akan ada jalan selama mereka terus berdoa dan berusaha. Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mau terus berusaha dan tidak menyerah dengan keadaan.

 

Sumber: youtube