Ketika mendengar kata “kanker”, apa yang ada di pikiran Anda? Semua orang pasti tahu bahwa kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan. Banyak kasus dimana pasien yang menderita kanker ganas atau stadium akhir tidak tertolong. Tapi, datang sebuah kabar yang melegakan dari Australia.

Seorang mahasiswi jurusan keperawatan, Georgia McClennan, 24 tahun, mendapati dirinya “digerogoti” oleh sel kanker ganas. Dokter memberitahu bahwa waktunya hanya sisa beberapa hari lagi. Namun, kini gadis cantik tersebut masih hidup dan ia ingin menceritakan pengalamannya kepada kita semua.

Sponsored Ad

Awal tahun 2017, Georgia mulai merasakan sakit seperti ditusuk di bagian dadanya dan kemudian semakin sering.

Meskipun Georgia terlihat masih sangat muda dan tampak “sehat”, dokter menemukan ada tumor pada limpa dan livernya.

Ahli radiologi yang memeriksanya pun terkejut karena saking banyaknya sel kanker di tubuhnya, bahkan ada yang sudah menjalar sampai ke setiap organ di perutnya.

“Saya sangat shock – sangat terkejut. Saya tidak percaya bahwa hal ini bisa terjadi pada saya,” katanya.

Georgia didiagnosis dengan Burkitt Lymphoma – suatu jenis kanker yang sangat agresif yang tumbuh dengan cepat dan dapat menyebar dengan cepat melalui sistem saraf pusat.

“Semua ahli radiologi masuk ke ruangan untuk melihat saya … Mereka tidak percaya betapa sehatnya penampilan saya mengingat apa yang mereka temukan di dalam tubuh saya,” kata Georgia.

Sponsored Ad

Ketika melihat hasil scan, Georgia tahu bahwa ini sangat serius. Dokter bahkan memperkirakan bahwa ia tidak akan bisa hidup sampai minggu depan.

Tapi Georgia tidak putus asa. Ia mulai menjalani kemoterapi selama 3 bulan dan harus menerima suntikan 10 kali per minggu.

Syukurlah, kanker Georgia sekarang sudah bisa dikendalikan dan dia berharap suatu hari bisa menjadi perawat onkologi.

“Saya merasa sangat beruntung karena bisa menjalani perawatan. Saya jadi tahu apa pasien lain rasakan dan bisa berada di sana untuk mereka”, santunnya.

Melalui akun Instagramnya, ‘Being Brave’, Georgia membagikan proses pengobatannya seperti kebotakan dan transfusi darah yang berkepanjangan – untuk menunjukkan bahwa bukan hal yang tidak mungkin untuk menikmati hidup selama dan sesudah kanker.

“Anda tidak menyadari betapa berharganya kesehatan sampai Anda terkena kanker,” katanya.

“Saya tidak pernah merasa ingin menyerah. Saya tahu saya akan mati, tapi saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu dengan meratapi situasi saya.”

Senang rasanya melihat Georgia membaik. Semoga ceritanya akan menjadi penyemangat bagi orang lain yang sedang berjuang melawan kanker.

Yuk SHARE kisah inspiratif ini!

Sumber: ladbible