Sumber: https://pmcvariety.files.wordpress.com/2

Kitab Injil Yohanes merupakan salah satu kitab yang ada dalam Perjanjian Baru dan merupakan tulisan dari Yohanes sendiri. Meskipun terkesan sama dengan tiga kitab Injil lainnya, pandangan Yohanes tentang Kristus punya kesan berbeda pada akhir kitabnya.

Yohanes menuliskan dalam Yohanes 21:25, “Masih banyak hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”

Kita mengenal Yohanes sebagai seorang murid Yesus yang dikasihiNya. Ayat Alkitab diatas menunjukkan kerendahan hati seorang Yohanes. Kita pasti tahu kalau pada saat perjamuan terakhir, Yohanes diberi tempat duduk tepat di sebelah kanan Yesus.

Bukankah ini menandakan kalau Yohanes cukup dekat dengan Yesus secara pribadi? Meskipun telah mengenal Yesus, Yohanes menyadari kalau ia tidak akan mampu menuliskan semua hal yang telah diperbuat oleh Gurunya itu.

Apakah hal ini karena Yohanes telah lupa atas apa yang telah diperbuat oleh Yesus? Kita harus ingat kalau jaman dulu belum ada alat perekam untuk merekam setiap perkataan yang disampaikan oleh Yesus. Bisa jadi demikian.

Tetapi diluar itu, hal yang paling mungkin dijadikan alasan mengapa Yohanes mengaku tidak bisa menulis semua perbuatan Yesus adalah karya Yesus yang sangat luar biasa. KaryaNya tidak terbatas waktu dan tempat.

Yesus berada di dunia ini hanya selama tiga puluh tiga tahun, tetapi karya Yesus masih bisa kita rasakan hingga saat ini. Barangkali Yohanes menyadari kalau karya Yesus tidak berhenti setelah kepergianNya ke surga.

Pribadi Yesus merupakan teladan bagi setiap orang percaya. Saya pernah diminta untuk memberi kesaksian, kemudian saya perlu waktu yang lama untuk memutuskan apa yang perlu saya sampaikan. Ketika saya memutuskan untuk cerita tentang kejadian A, keesokannya saya mengalami hal yang luar biasa bersama Tuhan.

Ketika saya ingin menyampaikan kejadian hari ini, siangnya saya mendapatkan sebuah kejadian yang sangat luar biasa tentang kasih Yesus. Kalau kita diminta untuk menuliskan kebaikan Kristus, bisakah kita menuliskannya?

Yesus berkarya dalam setiap kita, dalam setiap hembusan nafas kita, dan satu mujizatnya yang pasti adalah sebuah kesempatan. Ia selalu memberikan sebuah kesempatan bagi kita untuk merasakan keindahan kasihNya.

Keteladanan, semangat dan karya Yesus hadir dalam setiap kita. Ia ada pada setiap hati yang terluka, Ia ada pada setiap orang yang sakit, Ia ada pada orang-orang yang kelaparan. Dan Ia ada dalam kita. Kalau sudah berpikir demikian, menurut kita, cukupkah satu kitab untuk menuliskan kebaikan Yesus?

Yohanes menyadari kalau satu kitab tidaklah cukup untuk menuliskan kebaikan dan karya Yesus. Kalau kita bisa membuat satu buku, saya yakin kalau kesaksian dan kebaikan Yesus tidak cukup untuk ditulis hanya dalam sebuah buku.

Kita bisa memberi kesaksian tentang kebaikan Yesus dalam satu momen kehidupan kita. Tetapi percayalah kalau karya Tuhan tidak akan berhenti sampai disitu, Ia akan terus menerus memelihara kita sebagai anaknya. Kebaikan dan kasih Yesus yang ada dalam kehidupan kita memberikan sebuah semangat dan pengharapan bagi kita.

Sumber : dv/jawaban.com