• Lisa

Albinisme atau albino adalah kelainan keturunan yang ditandai dengan berkurangnya produksi melanin (pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut dan mata) sepenuhnya atau sebagian. Sebagai hasilnya, orang dengan albinisme atau yang sering disebut orang albino memiliki rambut, kulit, dan mata dengan warna yang terang atau tidak berwarna.

Di keluarga ini terdiri dari ayah, ibu dan 4 orang anak, 3 laki-laki dan  perempuan. Anak perempuan mereka bernama Yi dan ia terlahir normal. Sedangkan 3 anak laki-lakinya (Wu, Yang dan Min) terlahir sebagai anak albino.

Meskipun albino tapi mereka menjalani kehidupan layaknya orang normal. Setiap pagi mereka pergi ke sekolah, bahkan mereka juga mengikuti ekskul judo. Prestasi mereka juga tidak kalah dengan anak-anak lainnya.

Wu si anak sulung memiliki otak yang cerdas. Dia suka membantu Yi mengerjakan tugas sekolahnya yang berhubungan dengan percobaan IPA, sedangkan Yang si anak kedua paling suka meminta uang jika Yi membutuhkan suatu informasi.

Min si anak bungsu adalah anak yang paling manja. Sekarang dia sudah duduk di kelas 3 SD tapi kelakuannya masih seperti anak kecil. Dia masih suka disuapi oleh sang ibu dan juga tidur sambil memeluk ibunya.

Yi satu-satunya anak yang normal di keluarga itu tapi dia tidak pernah membeda-bedakan saudaranya. Meskipun suka bertengkar tapi dia sangat sayang pada mereka.

Contohnya saja saat Min sedang dikerjai oleh teman sekolahnya. Anak itu mengambil topi Min agar Min kepanasan, padahal ia tahu kulit Min tidak bisa terpapar sinar matahari. Untungnya salah seorang teman Yi memberi tahu Yi akan kondisi itu. Dengan sigap Yi menghampiri anak itu dan mendorongnya. Yi juga memarahi anak itu agar tidak macam-macam lagi pada adiknya.

Setelah anak itu pergi Yi menasihati Min agar menjadi anak yang lebih tangguh sehingga ia tidak dikerjai oleh teman-temannya. Yi juga memasangkan kembali topi di kepala Min.

Setiap kali berlatih judo kedua kakak Yi selalu “membanting” dirinya hingga jatuh ke lantai. Yi selalu ingin mengalahkan mereka tapi hal itu sangat susah mengingat tinggi tubuh mereka yang sangat berbeda.

Hingga suatu hari akhirnya Yi berhasil mengalahkan Wu dan membantingnya ke lantai. Kepalanya terbentur dan ia terlihat sedikit agak pusing. Sang pelatih menanyakan apakah ia baik-baik saja dan Wu menjawab kalau ia baik-baik saja.

Sponsored Ad

Karena kemampuan judo Wu semakin hebat, sang pelatih memberitahu ibunya kalau pada akhir tahun mereka harus mengikuti perlombaan di Vietnam. Maka dari itu sang ibu berencana untuk memboyong keempat anaknya ke Vietnam untuk memberikan semangat.

Tapi tiba-tiba Wu mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan,”Hari ini aku baru saja dari dokter dan dokter mengatakan kalau di otakku ada tumor.” seluruh keluarga terdiam sejenak. Min yang masih kecil tidak mengerti apa artinya tumor dan bertanya pada Yang.

Sponsored Ad

Yang menjawab kalau ia tidak tahu dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Yi sangat sedih dan dia memandang kakaknya itu dengan tatapan yang menggambarkan perasaan bercampur aduk.

Yi bertanya pada sang ibu apakah tumor itu bisa dioperasi dan kakaknya akan sembuh? Tapi sang ibu juga tidak yakin karena takut operasinya malah tidak berhasil. Kemudian Wu menjelaskan kalau dokter juga tidak bisa menjadi keberhasilan operasi tumor.

Dan kalaupun berhasil, dia juga hanya bisa bertahan hidup selama 20-30 tahun, setelah itu ia pasti akan meninggal. Yi benar-benar sangat sedih dan terpukul. Dia tidak bisa membayangkan kalau suatu hari nanti ia akan kehilangan sang kakak.

Wu menenangkan sang adik agar ia tidak usah cemas, dia pasti akan baik-baik saja. Tapi tetap saja Yi dan Yang merasa khawatir.

Suatu hari sang ibu harus pergi keluar kota selama beberapa hari. Dia berpesan pada keempat anaknya agar menjadi anak yang baik dan jangan sampai melakukan hal yang tidak diinginkan. Keempat anaknya mengangguk dan akhirnya sang ibu pergi.

Sebenarnya keempat anak ini sudah merencanakan untuk pergi berlibur ke pantai saat sang ibu pergi. Awalnya agar pembantu rumah tangga mereka tidak curiga, Wu dan Min pergi duluan dengan alasan mau mengikuti kelas gitar.

Tak lama kemudian disusul oleh Yang dan Yi yang sambil menggendong tas ransel pergi menuju titik kumpul. Setelah berhasil berkumpul di tempat itu mereka naik bus pergi ke pantai yang sudah mereka idam-idamkan.

Keempat kakak beradik ini sudah lama sekali tidak pergi bermain bersama-sama. Maka dari itu kali ini mereka menggunakan kesempatan yang ada dan menikmati quality time sebagai kakak beradik.

Begitu melihat pantai mereka langsung girang bukan main. Rasanya berita buruk mengenai tumor otak Wu hilang begitu saja. Sesaat mereka lupa dan asyik bermain air laut serta menikmati hangatnya sinar mentari.

Yi juga mengolesi tabir surya pada Wu tapi ia menolaknya, tapi saudaranya yang lain mau memakai tabir surya. Mereka saling berbincang dan mengungkapkan isi hatinya. Wu berpikir apa yang akan terjadi jika suatu hari nanti ia meninggal? Apakah ada kehidupan selanjutnya yang akan ia jalani? Apakah ia akan pergi ke planet lain?

Yi berkata kalau kakaknya itu tidak boleh mati atau pergi ke planet lain. Dia ingin kakaknya itu tetap hidup bersama dirinya dan seluruh anggota keluarganya. Masih banyak hal yang ingin ia lakukan bersama saudaranya itu.

Yi pun berkata,”Meskipun terkadang kakak dan adikku suka jahil dan membuliku, tapi jika aku disuruh untuk memilih lagi aku tetap ingin menjadi adik dan kakak dari mereka. Hal itu tidak akan pernah berubah.”

Sumber : Youtube