Sejak kecil kita selalu diajarkan agar menolong sesama tanpa pamrih. Namun, kebanyakan orang selalu mempunyai banyak alasan untuk tidak membantu sesama. Salah satu hal yang paling sering ditolak adalah saat teman atau keluarga ingin meminjam uang. Ya, uang memang merupakan masalah yang paling sensitif.

Jika ada teman yang ingin meminjam uang darimu, misalkan 100 juta rupiah. Memang, bisa jadi kita sedang dalam posisi benar-benar tidak ada uang. Namun, jika kamu hanya ada 50 juta, mengapa kamu tidak setidaknya memberi bantuan 10 juta padanya? Pasti kamu mengatakan,”Ya, saya sendiri aja kurang.” Tapi, apakah kamu benar-benar kurang? Sebenarnya masalahnya adalah kamu lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau tidak. Sama seperti yang dilukiskan dalam kisah di bawah ini…

Fangzhe sedang kesulitan. Perusahaan sebelumnya sudah bangkrut dan ia hendak meminjam uang untuk dijadikan modal untuk membuka usaha baru. Namun, tidak ada satu orang pun yang bersedia meminjamkan uang padanya. Kemudian, Fangzhe mengunjungi salah satu teman yang bernama Lili di kantornya dan ingin meminjam uang.

Terdengar Lili berencana untuk pergi ke Macao untuk membeli tas LV yang sudah lama diidam-idamkannya. Tapi, begitu tahu Fangzhe ingin meminjam 100 juta rupiah Lili malah berkata,”Duh, kantor juga lagi krisis. Jangankan untung, buat balikin modal aja susah. Sekarang kamu mau pinjam 100 juta, aku 1 juta aja gak ada sekarang.”

Fangzhe pun pamit undur diri, dan sebelum dirinya keluar dari ruangan Lili berkata,”Kamu buat modal awal aja udah susah, masih mau membuka bisnis? Aku lihat kamu tuh gak ada masa depan, kasih pinjem duit ke kamu sama aja aku yang rugi. Pasti gak bisa kamu balikin.”

Fangzhe pun merasa semakin depresi dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Beruntung ada Yushan yang baik hati. Yushan sendiri setiap bulannya hanya memiliki gaji 5 juta, tapi ia bisa menghidupi semua kebutuhan keluarganya dan masih bisa menabung. Mengetahui sahabatnya ini berada di posisi yang lebih membutuhkan, Lili berkata,”Aku ada tabungan sekitar 60 juta. Kamu pakai dulu saja. Sisanya aku akan bantu kamu cari akal.”

Berkat bantuan Yushan, Fangzhe akhirnya bisa mulai menjalankan bisnisnya dan sukses. Sebaliknya, Lili yang begitu sombong pun mulai bangkrut dan mencari pinjaman ke sana ke mari. Lili sempat meminta pinjaman dari Fangzhe, tapi ditolak. Ia lalu mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada teman yang baik dan tulus.

Saat itu, Yushan sedang berada bersama Lili, dan ia mencoba membuktikan pada Lili bahwa di dunia ini ada teman yang tulus. Mendengar Yushan kesulitan, Fangzhe malah tanpa ragu langsung mengatakan bahwa dirinya akan memberikan bantuan sebesar 400 juta, padahal yang dibutuhkan hanya 40 juta.

LIli pun emosi, mengapa Fangzhe mau meminjamkan uang pada Yushan tapi tidak padanya. Fangzhe kemudian menjelaskan bahwa dirinya hanya melakukan hal yang sama seperti yang dulu pernah dilakukannya. Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai, tegas Fangzhe kepada Lili.

Fangzhe kemudian mengajak Lili keluar dan memberikan sebuah kejutan. Fangzhe yang sudah menjadi pengusaha sukses memberikan sebuah mobil Mercedes Benz dan rumah kepada Yushan. Fangzhe memberikan hadiah ini sebagai balas budi karena dulu Yushan yang telah membantunya keluar dari masalah dan membuat dirinya bisa sesukses sekarang.

Dari kisah ini kita belajar bahwa saat membantu seseorang, jika memang kita berniat membantu, pasti kita akan memberikan bantuan sesuai kemampuan kita. Berbeda dengan yang memang sudah dari awal tidak ingin membantu, selalu saja ada alasan yang digunakan. Jika kamu merasa membantu orang lain itu tidak termasuk daftar penting dalam hidupmu, maka jangan salahkan orang lain saat ia juga tidak memasukkanmu ke dalam daftarnya…

Sumber: Youtube