Ada seorang anak laki-laki yang lebih suka bermain dengan lumpur daripada menonton tv atau bermain di rumah. Bahkan ia selalu diam-diam pergi ke belakang gunung, demi bermain lumpur. Setiap kali ia pulang, pakaiannya kotor dan penuh noda lumpur.

Hal ini membuat orangtuanya khawatir dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan anaknya. Usia anaknya sudah menginjak usia 8 tahun, sudah tidak kecil lagi, tapi setiap hari masih saja bermain lumpur. Orangtuanya memarahi dan bahkan sampai memukulnya karena tidak mendengarkan nasehat orangtua untuk tidak bermain lumpur setiap hari, namun sang anak tetap tidak bergeming.

Suatu kali, pagi-pagi buta, sang anak berlari pergi ke gunung, kedua orangtuanya pun diam-diam mengikutinya. Setelah mengetahui apa yang dilakukan anaknya selama ini, kedua orangtuanya ini menjadi kaget bukan main.

Yang dilihat kedua orangtuanya adalah, sebuah desain perumahan! Terlihat rumah-rumah dari lumpur berjejer rapi, bahkan jalur sungai pun juga ada. Sang anak menggunakan gaya arsitek kuno untuk model kota kuno yang ia buat dengan lumpur.

Orangtuanya yang melihat hal ini selain terkejut, juga lega dan senang. Selama ini mereka mengira sang anak hanya bermain dengan lumpur, nyatanya ia malah mendesain perumahan layaknya seorang arsitek.

Wah, kalau dikembangkan pasti ketika besar ia akan sukses menjadi seorang arsitek ya! Bagaimana menurut Sobat Cerpen?

Sumber: Nocancers