Meski dibesarkan di desa sejak kecil, banyak orang yang merasa bahwa Mita adalah gadis cantik yang berbakat. Pada usia 6 tahun, ayah Mita terlibat dalam sebuah kasus pencopetan dimana dia menolong temannya dan tertusuk pisau. Sejak itu, ayah Mita terjatuh dan tidak pernah bangun lagi.

Sejak ayah Mita meninggal, Mita hanya mempunyai ibunya yang menangis setiap hari. Mita pun tumbuh menjadi gadis pendiam. Teman-teman sekolah Mita sering mengejek Mita karena parasnya yang cantik. Mita hanya bisa menahan dan tidak pernah menceritakan hal ini kepada ibunya, Mita takut ibunya semakin sedih.

Hari itu, Mita naik menjadi kelas 4. Mita dilabrak beberapa teman kelasnya. Seorang teman hampir menamparnya, tiba-tiba ada suara yang mencegah temannya memukul Mita. Mita melihat teman ayahnya datang dan mulai mendidik teman-temannya. Dia mengatakan bahwa jika mereka berani datang mengusil Mita lagi, dia tidak akan sungkan-sungkan.

Sejak saat itu, setiap kali Mita melihat paman Yaman, hatinya merasa hangat. Paman Yaman memang sering datang ke rumah Mita sejak ayahnya meninggal. Paman Yaman juga pernah mengantar ibunya ke rumah sakit.

Suatu hari, ibunya berkata bahwa ke depannya paman Yaman akan tinggal bersama mereka. Mita senangnya bukan main, sejak hari itu, senyum dan tawa mulai muncul di wajah Mita.

Di bawah asuhan ayah angkatnya, Mita tumbuh menjadi gadis yang berprestasi. Pada akhirnya, Mita lulus di universitas yang bagus dan kembali ke desanya untuk bekerja menjadi seorang perawat. Ayah angkat Mita juga lumayan sukses dan berhasil membuka beberapa restoran di desanya. Mita kira ia akan hidup bahagia melihat semua itu, siapa sangka dia malah kesal dengan ayah angkatnya.

Alasannya?

Alasannya karena Mita mempunyai pacar baru, ayah angkatnya tidak suka.

Ada suatu hari ketika Mita berjalan bersama pacarnya di supermarket dan tidak sengaja bertemu dengan sang ayah angkat. Dari situ, ayah angkatnya baru tahu bahwa gosip yang menyebar ternyata benar. Mita pacaran dengan pria berusia 40 tahun dan sudah bercerai.

Gosip mengatakan bahwa pacar Mita ini tinggi dan ganteng, banyak wanita yang suka. Selain itu, pria ini juga mempunyai seorang anak yang berusia 10 tahun. Menghadapi hal seperti ini, dia hanya bisa membujuk Mita untuk mencari orang lain. Mita tidak mau mendengarkan kata ayah angkatnya ini, dia percaya bahwa pacarnya mencintainya.

Pada akhirnya, Mita menghentikan diri dari pekerjaannya dan menikah dengan pria tersebut. Dia sudah tidak tahan dengar ocehan dari orangtuanya itu dan tinggal entah dimana bersama suaminya.

Suatu hari, ayah angkatnya menemukannya secara tidak sengaja, namun Mita malah mengusirnya dengan kejam. Mita bahkan berkata bahwa dia tidak akan data mengunjungi orangtuanya lagi.

Selama ini, Mita tidak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Suami Mita mengira bahwa ayah angkat Mita hanyalah pekerja biasa.

Tidak lama kemudian, Mita menyesal. Suaminya mengeluarkan sifat aslinya dan sering berbicara dengan wanita lain tengah malam. Mita bahkan dipukul karena dia bertanya tentang wanita itu kepada suaminya. Suaminya juga tidak mengizinkan Mita bekerja, Mita hanya boleh dirumah menjaga anak, seperti ibunya dulu.

Hari-hari seperti ini dilewati oleh Mita selama setahun. Saat itu, bisnis suaminya menurun, dia sering marah-marah dirumah. Dia juga bosan melihat Mita yang sering menangis dirumah. Selain itu, orangtua Mita juga tidak pernah mencarinya lagi, suaminya semakin tidak menganggapnya.

Mengingat kata-kata ayah angkatnya, Mita sangat menyesal. Dia juga malu untuk kembali ke rumah ibunya.

Tak lama kemudian, suami Mita menemukan cinta baru dan meminta cerai dengannya. Selama ini, Mita juga merasa kesepian dan tersiksa, dia pun langsung setuju.

Mereka berdua pergi dan mengurus surat perceraian. Mantan suami Mita melihat Mita yang tidak punya rumah berkata akan mencarikan pekerjaan untuknya.

Saat ini, ayah angkat Mita datang dengan mobil yang digantung dengan petasan. Supirnya menyalakan petasan tersebut merayakan kebebasan Mita. Ayah angkat Mita datang dan memeluknya, “Putriku, akhirnya kamu pulang ke rumah. Hari ini adalah hari yang indah. Ayah sudah tua, restoran-restoran ayah kedepannya kamu yang urus yah.”

Mendengar kata ayah angkatnya, mantan suami Mita hanya bisa terdiam. Mita menangis terharu, walau ia kejam, ayahnya masih sayang terhadapnya.

Ya, cinta orangtua memang sepanjang masa, entah sudah disakiti berapa kali, cinta orangtua tak pernah berhenti.

Sayangi orangtuamu, jangan sampai menyesal. Kamu mungkin sibuk sendiri, tapi perhatikan bahwa mereka perlahan-lahan juga menjadi tua.

Sebar artikel ini, beritahu orangtuamu bahwa kamu sayang kepadanya!

Sumber: BH