Ini cerita tentang Audrey Yu Jia Hui yang saat ini usianya sudah 30 tahun. Pada 2017 lalu, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 71 ikon Prestasi Indonesia. Meski begitu, Audrey melewati masa kecilnya dengan amat getir. Alih-alih dibanggakan, orang-orang sekitar perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu justru merasa aneh dengan kecerdasannya. Pada satu titik, ia bahkan pernah dibawa ke dokter jiwa karena dianggap tidak normal. Audrey adalah satu dari sekian banyak permata Indonesia yang “disia-siakan” negaranya.

Nama Audrey kembali jadi orbolan setelah seorang pengguna Facebook bernama Rudi Kurniawan menuliskan kisahnya di dinding Facebook-nya pada Jumat (26/1) kemarin. Sejauh ini, kisah Audrey sudah dibagikan sebanyak lebih dari 2.800 kali. Dari cerita yang ditulis Rudi, kita tahu, Audrey benar-benar anak ajaib.

Ia menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan—persis di usianya yang masih 13 tahun. Persoalan terjadi ketika ia hendak masuk ke perguruan tinggi. Saat itu tidak ada satu pun kampus di Indonesia yang mau menerima bocah usia 13 tahun sebagai mahasiswanya.

Tapi ia tidak mundur. Audrey akhirnya memutuskan pergi ke luar negeri, persisnya ke University of Virginia, mengambil jurusan fisika. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk merampungkan studinya dengan gelar ‘Sempurna’!”

Kepandaian Audrey tak hanya sampai situ. Ketika masih berusia 10 tahun, skor TOEFL-nya sudah 573, yang memecahkan rekor MURI untuk sekor TOEFL tertinggi di usia termuda.

Saat usianya 11 tahun, ia telah hafal di luar kepala kamus Indonesia-Inggris yang tebalnya 650 halaman. Dan ketika usianya 14 tahun, skornya naik menjadi 670. Seperti disinggung di awal, kepintaran dan kecerdasannya justru membuatnya terkucilkan. Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal. Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman. Intinya, ia dikucilkan teman-temannya.

Belum lagi, ibunya selalu memarahinya. Lebih-lebih setelah ia bercita-cita ingin jadi tentara. Ia ingin menjadi pahlawan. Ia juga pernah dibawa ke dokter jiwa lantaran dianggap tidak normal. Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey. Salah satunya adalah Dahlan Iskan. Secara khusus, Dahlan menuangkan kekagumannya terhadap Audrey dalam sebuah tulisan. “Umur Audrey baru 4 tahun, tapi pertanyaannya setinggi filsu,” tulis Dahlan saat itu.

Sumber: intisari