Brianna Florer (2) meninggal dua hari setelah Natal. Balita ini terus menerus memuntahkan darah akibat menelan sebuah batu baterai kecil yang biasa dipakai pada jam tangan.

Sehari sebelum meningggal, Florer begitu riang bermain bersama ketiga saudaranya. Ia bermain sambil membuka kado-kado Natal yang didapat dari kakek dan neneknya. Namun keesokan harinya, anak perempuan ini menghembuskan nafas terakhir karena terlambat dioperasi.

Dilansir dari Express, keluarga begitu panik ketika pertama kali Florer muntah. Ia lantas segera dilarikan ke rumah sakit Saint Francis di Tulsa. Wajahnya mulai membiru dan ia mulai memuntahkan darah.

“Dia terus-terusan muntah darah, banyak sekali. Dokter mengoperasinya selama 2,5 jam. Namun sayang, mereka gagal menghentikan pendarahannya. Dokter bilang ia menelan baterai kecil dan baterai itu tersendat di kerongkongannya,” tutur Kent Vice, kakek Florer.

Menurut keluarga, kemungkinan baterai itu sudah ditelan balita malang itu enam hari sebelum kematiannya. Kini, keluarga sudah mengikhlaskan kepergiaan Florer dan berharap keluarga lain lebih waspada mengawasi anak-anak mereka.

Terutama, jangan biarkan mereka bermain dengan baterai kecil tersebut maupun mainan lain yang menggunakan baterai seperti itu. Sebab anak bisa saja membongkar mainan, menemukan baterai itu dan memasukkannya ke mulut tanpa sepengetahuan orang tua.

Di Amerika Serikat, insiden serupa tercatat sudah enam ribu kali terjadi dalam setahun. Dikhawatirkan insiden ini masih akan terus berlangsung, jika orang tua lalai mengawasi anaknya yang bermain. Sebab, hampir semua permainan anak terbaru yang diberikan orang tua selama Natal dan Tahun Baru ini dikabarkan memang lebih banyak memanfaatkan baterai seukuran itu.

sumber: daily