Banyak gadis yang bermimpi bisa bertemu dengan seorang pangeran tampan. Namun, berdasarkan hasil penelitian terbaru, ternyata pasangan “beauty and the beast” atau gadis cantik yang memiliki pasangan jelek malah terbukti lebih bahagia.

Florida State University melakukan survei terhadap 113 pasang pengantin baru yang baru menikah selama kurang dari empat bulan. Pasangan ini berusia antara 20 dan 30 tahun. Para peneliti kemudian mengambil foto keseluruhan setiap orang yang terlibat dalam survei dari kepala hingga kaki dan menilai menurut penampilan, kondisi tubuh, serta kondisi lainnya. Selain itu, para peserta juga diminta mengisi kuisioner mengenai diet dan menjaga kebugaran tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan “beauty and the beast” terbukti sebagai kombinasi terbaik Wanita lebih bahagia ketika berada bersama pria jelek, karena mereka menjadi lebih percaya diri dengan penampilannya, sehingga tidak perlu diet dan perasaannya pun sangat baik.

Sedangkan sang pria yang merasa beruntung berhasil mendapatkan wanita cantik akan setia pada janjinya, berusaha untuk selalu membuat istrinya senang, bertanggung jawab terhadap keluargam, serta rajin menjaga kebugaran tubuh. Di sisi lain, jika wanita memiliki pasangan yang tampan, maka dia akan merasakan tekanan cukup besar. Mereka akan keranjingan diet, olah raga, dan ingin agar mereka menjadi lebih cantik. Bukan berarti yang mereka lakukan itu buruk, melainkan tekanan yang ada di baliknyalah yang bisa menimbulkan dampak negatif.

Staff peneliti Tania Reynolds berkata, “Hasil survei menunjukkan bahwa istri yang memiliki suami tampan akan merasakan tekanan besar. Semakin jelek penampilan seorang istri, tekanan yang dirasakannya akan semakin besar.” Jadi, bagi wanita, penampilan pasangannya memiliki pengaruh yang sangat besar, namun tidak demikian dengan pria. Hanya sedikit pria yang merasa tertekan hanya karena penampilan istrinya.

Sumber: Licaibao