Kenneth Butler, salah satu dari tiga orang yang terlibat dalam kasus perdagangan anak-anak telah mengaku bersalah kalau dirinya terlibat dalam pelecehan seksual pada dua anak sekaligus perdagangan anak. Perdagangan anak ini juga mengantarkan mereka menjadi budak seks.

Pendeta yang melayani di wilayah Toledo, Amerika Serikat ini dijatuhi hukuman 17,5 tahun setelah dijatuhi bersalah atas tuduhan telah berkomplot dalam perdagangan anak-anak, menghalangi investasi perdagangan seksual dan dua tuduhan lainnya karena ikut terlibat secara langsung dalam perdagangan anak. Banyak orang tidak setuju atas hukuman ini, bagi masyarakat, hukuman yang seharusnya dijatuhi pada Butler adalah seumur hidup.

“Terdakwa telah mengakui kejahatan yang telah ia lakukan. Temasuk diantaranya adalah mengincar anak angkat yang sebelumnya menjadi korban pelecehan seksual. Ia melakukan kejahatan ini di sebuah rumah ibadah,” jelas Jaksa Amerika Serikat, Justin E. Herdman dilansir dari Patheos.com

“Butler mungkin menahan dirinya di depan orang banyak dengan bersikap sebagai seorang pendeta, tetapi di mata hukum ia adalah seorang kriminal yang mendapatkan banyak uang dari perdagangan anak-anak,” lanjutnya lagi.

Butler adalah seorang pendeta di Detroit-based Kingdom Encounter Family Worship Center, yang dijatuhi tuduhan sejak November lalu, lebih dari enam bulan setelah pihak berwenang menangkap 2 pendeta lainnya, yaitu Pendeta Cordell Jenkins (47), pendeta Anthony Haynes (39).

Sumber : berbagai sumber