Dalam perjalanan pernikahan, kamu pasti menemukan yang namanya jatuh bangun. Semua hal yang mungkin kamu sembunyikan selama kamu berpacaran, semuanya akan terlihat pada saat menikah.

Kalau kamu tidak mempersiapkan semuanya dengan baik, kamu akan sangat mudah untuk bertengkar dan akhirnya hubungan menjadi berantakan. Kadang ada juga yang terus menyimpan di dalam hati, namun sebenarnya hal itu justru akan jauh lebih berbahaya.

8 kalimat di bawah ini, adalah racun yang paling berbahaya yang akan memecahkan hubungan suami istri dalam pernikahan. Yuk langsung disimak!

1. Kalau kamu mikirnya kayak gitu, yah udah terserah!

Berdasarkan informasi, 80% pria pernah mengucapkan kalimat ini pada pasangannya. Dengan jelas mereka mengatakan, “Gue gak salah apa-apa, lu sendiri yang cari masalah dan mikir nggak nggak, males banget sih!”

Tapi, justru saat pria mengatakan kalimat ini, justru mereka benar-benar bermasalah!

Kesombongan yang ada di dalam kalimat seperti ini justru membuat orang sangat tidak nyaman.

Ada seorang teman kantorku yang melihat ada pesan masuk dari seorang mencurigakan saat memegang ponsel suaminya. Waktu dia tanya sama suaminya, suaminya malah menjawab, 「Aku sama dia cuman teman baik, tapi kalau kamu mikirnya gitu, ya terserah!」

Sebenarnya pernyataan seperti ini justru mengiyakan kalau dia selingkuh. Saat itu, teman kantorku langsung merasa hancur. Tidak lama kemudian, perselingkuhan suaminya memang terkuak.

Cara terbaik menyelesaikan masalah adalah menghadapinya, mengatakan apa yang kamu tidak puas dan apa keberatanmu. Kalau kamu mencari jalan keluar seperti ini, justru akan membuat masalah semakin parah.

2. Gak usah banyak tanya, dikasih tau juga kamu mah gak ngerti!

Pria sering mengatakan hal ini apalagi di depan teman-temannya. Sebenarnya, waktu wanita bertanya apa yang sedang kamu bicarakan dengan teman-temanmu, dia hanya ingin mengerti dan mencoba untuk mengenal kehidupanmu dan teman-temanmu. Tapi satu kalimatmu, “Ah kasih tau kamu juga gak ngerti” ini sesampainya di telinga wanita, mungkin jadi seperti, “Cowok lagi ngomong apa, cewek gak usah banyak mulut”

Kamu bisa mencoba mengganti perkataan ini dengan, “Nanti pulang yah aku ceritain dari awal sama kamu..” ini jauh lebih menyenangkan di telinga.

3. Coba kamu liat itu suaminya si itu…. Kamu mah apa… !

“Coba liat itu si A, baru 30 tahun tapi hebat banget!”

“Kamu gak bisa gitu kayak si B yang rajin baca buku?”

“Itu suaminya si C tiap minggu kasih dia uang belanja berjuta-juta, kamu kapan?”

Alhasil, suamimu malah menjawabmu dengan, “Kalau dia lebih baik, yaudah kamu sama dia aja sana..”

Dan akhirnya malah memicu pertengkaran yang tidak seharusnya..

Waktu kamu membandingkan suamimu dengan pria lain, coba kamu pikirkan apa kamu suka kalau dibandingkan dengan wanita lain? Daripada kamu merendahkan orang lain, lebih baik melihat dulu ke diri sendiri. Kalau dipikir, sewaktu kamu berubah menjadi wanita yang lebih baik, otomatis suamimu juga akan mengikutinya..

4. Kamu mah sama aja sama papa mama kamu!

Kalimat ini sangat keterlaluan, bukan cuman marah, tapi juga menyerang seluruh keluarga pasangan. Kita semua tahu kalau orang tua merupakan tokoh yang penting dalam kehidupan kita ini dan tidak bisa tergantikan.

Di saat kamu menghina orang tua orang lain, orang yang super baik sekalipun pasti akan marah. Bagaimanapun juga, mereka itu orang tua yang wajib kamu hormati!

5. Udah gak usah dengerin mama kamu lah..

Mama atau papa, itu adalah panutan dari anak-anak mereka. Kalau kamu mengatakan hal ini,

Sama saja kamu melawan orang tua pasanganmu dan cara mendidik mereka. Justru kamu malah mengajarkan pasanganmu dan anak-anakmu untuk melawan orang tua mereka juga.

6. Kalau bukan karena anak, gue dari dulu juga udahan sama lo!

Setiap kali bertengkar, “cerai” selalu jadi ancaman yang dikeluarkan di mulut. Asalnya memang cuman asal ngomong aja, tapi lama kelamaan itu bisa aja jadi kenyataan. Jangan memakai anakmu menjadi tameng atas pernikahanmu. Ini justru akan menjadi luka juga bagi anakmu sendiri.

7. Gak tau deh kenapa dulu mau sama lu.. Memang buta gue..!

Seringkali waktu bertengkar, kamu saking marahnya malah bisa mengatakan kata-kata seperti ini untuk menggantikan ketidakpuasanmu pada pasangan. Walaupun kelihatannya sepertinya lagi memarahi diri sendiri, tapi sebenernya perkataanmu itu menuju pasanganmu sendiri. Kamu sendiri menyesali hubunganmu dengannya, bahkan kamu merasa dia begitu buruk sampai kamu akhirnya merasa dia tidak pantas lagi untukmu.

Coba kamu ingat kembali waktu kamu pertama mengenalnya. Apa dia adalah seorang yang sangat kamu kagumi? Tapi kenapa setelah bersama dengamu, dia tidak lagi sebaik dahulu? Coba kamu ingat lagi, siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas semuanya ini?

Kadang hal yang kamu rasa paling hebat, itulah yang paling menyakitkan!

Setiap kali kamu merasa hebat sendiri, saat itulah kamu justru paling menyakiti pasanganmu.

Coba kamu ingat-ingat lagi, sudah berapa kali kamu mengatakan kalimat-kalimat ini pada pasanganmu sendiri? Apa yang terjadi setiap kali kamu mengatakannya? Mulai sekarang, coba untuk lebih memahami dan belajar mengerti kalau kata-kata seperti inilah yang justru mengancam pernikahanmu.

sumber : lookforward