Akhir-akhir adopsi anak dari negara berbeda sepertinya lagi ngetrend dari negara Barat. Banyak sekali artis dunia seperti Angelina Jolie dan Madonna mengadopsi anak dari Afrika. Namun karena maraknya kasus adopsi ini, beberapa orang malah menyalahgunakan sebagai bisnis jual beli anak.

Tapi pasangan Jessica dan Adam Devis ini berbeda. Meskipun mereka sudah mempunyai 4 anak, tapi mereka masih merasa ada yang kurang dari keluarganya.

Akhirnya suatu hari Jessica menghubungi European Adoption Consultans (EAC) untuk bertanya-tanya tentang proses adopsi. Selama pencarian anak, mereka jatuh hati dengan seorang gadis kecil bernama Namata. Menurut informasi ayah Namata sudang meninggal, dan ibunya tega menelantarkannya sendirian. Oleh sebab itu Namata dititipkan di panti asuhan.

Pada bulan April 2015, dari Amerika pasangan itu terbang ke Uganda untuk menjemput Namata.

“Pada saat aku menjemputnya di panti asuhan, aku melihat Namata duduk termenung di jendela tidak ada mainan dan tidak ada teman” ucap Jessica

Karena keterbatasan bahasa, awal-awal Namata tinggal di Amerika, ia masih pendiam dan tidak banyak bicara. Namun setelah setengah tahun berlalu, bahasa Inggris Namata makin ada peningkatan. Dan ia mulai bisa menceritakan masa lalu yang sebenarnya….

Namata cerita bahwa ibu kandungnya adalah seorang ibu yang baik. Ia tidak pernah membuang Namata begitu saja.

“Ibuku adalah ibu yang sangat baik, dia tiap hari merawat dan membesarkan aku. Tapi suatu hari aku disuruh ikut dengan paman-paman yang akan membantuku belajar, dari situlah aku tidak pernah kembali bertemu ibuku lagi” ucap Namata dengan bahasa Inggris yang terbatas.

Mendengar perkataan Namata, Jessica dan Adam terkejut. Mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarga Namata dan harus diselesaikan.

Segera pasangan itu menyelidiki dan menghubungi agensi EAC, dan situlah kebohongan terbongkar. Agensi itu awalnya berkata bahwa akan mensponsori pendidikan Namata. Sang ibu pun bersedia dan tidak menolak demi pendidikan yang terbaik buat anaknya. Tapi sayangnya perjanjian yang sang ibu tandatangani berisi tentang perjanjian melepaskan semua hak asuhnya, dan Namata dijual seharga 200 juta.

Mendengar pengakuan pihak agensi EAC, Jessica dan Adam membawa kembali pulang Namata ke pelukan ibunya.

Pertemuan Namata dan ibunya membawa suasana mengharukan bagi warga sekampungnya. Termasuk pihak agensi yang sudah membohongi Namata pun langsung ditindak lanjuti pihak polisi.

Ternyata kasus Namata ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi, melainkan di kampung itu sudah terdapat 7 anak menjadi korban kasus jual beli anak.

“Walaupun saya tidak rela melepaskan Namata yang sudah saya anggap seperti anak sendiri. Tapi saya bahagia jika Namata bisa kembali ke pelukkan ibu kandungnya”

Mari kita lihat videonya di bawah ini:

Sumber: teep