Sumber : Istimewa

Indahnya toleransi budaya dan keberagaman di Indonesia yang dapat saling mengisi satu sama lain, tercermin dari Group Musik Legendari Bimbo, grup musik religi Islami asal kota Bandung yang cukup legendaris di jagat musik lawas negeri ini. Karakter vokal mereka bertiga yaitu Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah (Sam), Darmawan Dayat Hardjakusumah (Acil) dan Jaka Purnama Dajat Hardjakusumah (Jaka) yang sangat kuat dan sangat khas, sedikit banyak berkat didikan dari seorang Pendeta Kristen.

Pendeta keturunan Ambon tersebut bernama John Patirane, yang kebetulan rumahnya saling berdekatan dengan Group Misuk Bimbo di Bandung, Jawa Barat. Kala itu, era 1958 sampai 1963, Bimbo meminta Patirena untuk mengajar mereka vokal. Sang pendeta pun menerima Bimbo sebagai muridnya. “Saya belajar nyanyi sama beliau. Bimbo itu tiga suara bisa diatur jadi bagus. Saya tenor, Acil bariton dan Jaka suara satu. Kami dilatih sampai benar-benar dapat harmoni,” kata Sam kepada CNNIndonesia.com, dirilis Jumat, (01/07/2016).

Seminggu sekali mereka rutin berkunjung ke rumah Patirane untuk memperoleh pelajaran baru tentang vocal suara dan musik. Bukan pelajaran agama, melainkan pelajaran musik dan cara bernyanyi yang baik. Patirane mengajar dengan sukarela, tanpa bayaran. Bagi Bimbo sendiri, perbedaan agama di antara mereka tak menjadi masalah sedikit pun, karena sabagaimana seniman tahu pada umumnya, seni itu tidak mengenal perbedaan agama. Sam merasa setiap manusia bisa mendapat ilmu dari mana saja dan kapan saja. Tidak perlu memandang perbedaan status keyakinan, budaya, apalagi perbedaan agama. “Saya enggak lihat agama, tapi melihat ilmu, dan memang begitulah cara seniman belajar. Seperti kita naik pesawat kan enggak melihat agama pilotnya apa. Seperti seni patung yang ada di Candi Borobudur itu warisan agama Buddha, Hindu, kan enggak mungkin dihancurkan, itulah uniknya Indonesia kita” kata Sam.

Sam juga menjelaskan bahwa hidup bermasyarakat tidak bisa menjadi orang yang kaku, yang menganggap sesuatu salah jika berada di pihak yang berseberangan. Orang-orang harus bisa menghormati perbedaan, dan perbedaan itulah kekayaan kita sebenarnya serta tidak perlu menghancurkan hal-hal yang berlawanan.

Grup yang terbentuk sejak 1967 ini telah merilis beberapa album musik pop, juga religi Islami. Pada masanya, lagu-lagu religi Islami yang dibawakan Bimbo pernah merajai dunia hiburan. Hampir setiap saat dimana tempat, wajah mereka beredar di layar kaca. Begitu pun lagu-lagu mereka mengalun di radio seluruh Indonesia, bahkan keluar Indonesia seperti Malaysia dan Singapura.

Sumber : CnnIndonesia